Uda Taufik dan dunsanak sadonyo.

 

Maaf, mungkin tidak selalu tepat latar belakang seorang Kepala Daerah
(akademisi vs panggaleh) dijadikan ukuran untuk keberhasilan. 

 

Ambo bisa ambiak contoh Pemkot Solo. Mungkin ini adalah daerah yang paling
berhasil dalam mengangkat UKM/ ekonomi lemah (salah satu yang tampak,
satu2nya kota di Indonesia yang bisa "menggusur" PKL tapi PKL nya malah
berterimakasih). Solo juga satu2nya kota yang menjadi anggota World Heritage
City (jadi inyo ndak main bongka bangunan demi proyek baru do). Apa latar
belakang Walikotanya? Ya, urang panggaleh, asli panggaleh.

 

Kalau ambo paratikan (tapi ini bukan riset ilmiah - Cuma kebetulan ambo
beberapa kali bantu2 di Depdagri tentang otonomi daerah) salah satu fakor
penentu keberhasilan daerah di jaman otonomi ini adalah kemauan politik
untuk bekerja sama dengan daerah lain. [Memang ini mungkin tidak berlaku
aboslut, apalagi untuk daerah2 yang benar2 kaya - yang sekarang bisa dilihat
dari DAU nya = 0]

 

Mau kerjasama, kelihatannya itu salah satu faktor penentu. Sragen itu ikut
tergabung dalam "Subosuka Wonosraten" (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo,
Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten). Kota Yogya dan sekitarnya itu
bekerjasama di "Kartomantul". Ada banyak kerjasama antar daerah lain seperti
"Joglosemar", "Gerbang Kertosusila", "Sarbagita", dan lain lain. Kerjasama
ini seringkali bisa lebih menjadi penentu keberhasilan dibandingkan otoritas
pemerintahan (dalam lingkup yang lebih besar, kita bisa lihat bahwa European
Union itu bisa bersanding dengan AS, Jepang, dan raksasa lainnya).

 

Sekalian, tadi uda manyabuik tentang KUNKER. Ambo sangat mendukung KUNKER,
Study Banding atau apalah (Asal dilaksanakan secara proper), karano ambo
acok maliek manfaatnyo. Jadi kunjugan ke Sragen atau daerah2 yang punya
kerjasama dengan daerah lain sangat bisa diharapkan bisa memberikan
pelajaran. 

 

Wasss

 

Riri

Bekasi, l 47

 

 

 

 

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Saturday, January 23, 2010 10:32 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Contoh pemanfaatan T.I di kabupaten Sragen

 

Dari gelar nyo nan Prof .Dr tampaknyo Bupati Sragen iko  dari akademisi juo

 

Beda jo pemenang PILKADA nan jadi trend belakangan iko

 

Karano hasia PILKADA akhir-akhir banyak digondol rang panggaleh.   Mungkin
dek pitihnyo sabana kancang untuak menggerakkan mesin politiknyo

 

Akibatnyo banyak awak nan dipagalehkan nyo.  Segala sesuatu diukur dengan
proyek yang bombastis

 

Bahkan berkah otonomi yang menjadikan mereka seperti Raja Kecil kadang
sering menabrak semuanya. 

Walau itu sudah termasuk kewenangan pemerintah pusat 

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke