Samsul Hadi - detikSurabaya, Rabu, 27/01/2010 11:17 WIB

Surabaya - Upaya menguak kebenaran jika makam yang ditemukan di Desa
Selopanggung, Kecamatan Semen, Kediri adalah tokoh sosial Tan Malaka Gagal.
Karena, lebih dari 4 bulan tes DNA yang dilakukan masih belum membuahkan
hasil.

Hal ini seperti diungkapkan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri,
Eko Setiyono, yang mengaku sudah mendapatkan tembusan dari Departemen Sosial
terkait akan dilakukannya penggalian ulang. Hal ini diakui juga setelah
hasil dari penggalian pertama pada tanggal 12 September 2009 tidak berhasil
menemukan adanya bukti jika kerangka yang ada di dalam makam tersebut adalah
Tan Malaka.

"Tembusannya bersifat informal dan saya terima saat saya ke Jakarta beberapa
saat lalu. Intinya, Departemen Sosial akan membentuk tim untuk melakukan
penggalian ulang dan meminta kami yang di daerah memfasilitasi," ungkap Eko,
saat ditemui detiksurabaya.com di Kantor Pemkab Kediri, Rabu (27/1/2010).

Pernyataan dari Eko dikuatkan juga oleh pengakuan kemenakan Tan Malaka,
Zoelfikar Kamaroedin, yang memimpin jalannya penggalian pertama. Menurutnya,
tim dokter dari Departemen Forensik Fakultas Kedokteran UI sejauh ini masih
gagal menemukan adanya kandungan DNA yang cocok dengannya.

"Kebetulan dokternya baru saja pulang dan kemarin saya menghubunginya, yang
intinya tanah dan tulang yang dulu diambil dari Selopanggung masih sulit
ditemukan adanya DNA yang cocok dengan saya. Katanya tanahnya keras sehingga
pengujiannya sulit," jelas Zoelfikar.

Tim dokter, diakui juga oleh Zoelfikar, saat ini masih akan mengupayakan
langkah terakhir dengan melakukan uji DNA bersama dokter specialis di sebuah
laboratorium di Korea. Meski demikian tidak diketahui secara pasti apakah
pengujian tersebut nantinya juga bisa membuahkan hasil berupa pembuktian
atau tidak.

"Katanya sih ini pertangjawaban moral saja, karena dulu sudah jauh-jauh
menggali dan akan diupayakan untuk menemukan bukti kebenarannya," ujarnya.

Ditanya mengenaai pernyataan Humas Pemerintah Kabupaten Kediri yang mengaku
mendapatkan tembusan terkait akan dilakukannya penggalian ulang, Zoelfikar
justru mengaku senang dan mendukungnya. Menurutnya, sejauh ini pemerintah
sangat minim memberikan dukungan, hingga keluarganya berinisiatif melakukan
penggalian dan pembuktian secara mandiri.

"Kalau memang akan digali ulang saya justru senang, karena akan membantu
percepatan pembuktian. Soal anggapan penggalian yang kami lakukan gagal, itu
hak mereka menyatakan dan intinya kami mendukung akan dilakukannya
penggalian ulang," pungkas Zoelfikar.

Sebelumnya, pembongkaran makam yang dilakukan pihak keluarga dimaksudkan
untuk membuktikan jika jasad yang terpendam pada sebuah makam di Desa
Selopanggung, Kecamatan Semen, merupakan Tan Malaka.

Datuk Tan Malaka yang bernama asli Ibrahim, merupakan pejuang kemerdekaan
yang misterius. Hingga saat ini tidak diketahui secara persis dimana dia
dimakamkan. Proses kematiannya juga misterius, meski banyak tulisan bahwa
dia meninggal setelah ditembak aparat militer di Desa Selopanggung,
Kecamatan Semen,  Sejarah Tan Malaka dihitamkan, karena dia dituding
terlibat komunis.

http://surabaya.detik.com/read/2010/01/27/111726/1286919/475/pengujian-dna-t
an-malaka-gagal

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke