*Sebelumnya, pembongkaran makam yang dilakukan pihak keluarga dimaksudkan
untuk membuktikan jika jasad yang terpendam pada sebuah makam di Desa
Selopanggung, Kecamatan Semen, merupakan Tan Malaka.

Ditanya mengenai pernyataan Humas Pemerintah Kabupaten Kediri yang mengaku
mendapatkan tembusan terkait akan dilakukannya penggalian ulang, Zoelfikar
justru mengaku senang dan mendukungnya. Menurutnya, sejauh ini pemerintah
sangat minim memberikan dukungan, hingga keluarganya berinisiatif melakukan
penggalian dan pembuktian secara mandiri.*

Dunsanak di Palanta.

Dari berita ini disimpulkan bahwa *pemerintah kurang perhatiannya* terhadap
tokoh nasional, bahkan dalam berita ini disebutkan Ibrahim Dt. Tan Malaka
hanya sebagai *tokoh sosial *(istilah baru !).

Kita memahami, pencarian makam ini bagi pihak keluarga sangat penting.
Dan berhubung Ibrahim Dt. Tan Malaka sangat berjasa kepada bangsa dan
negara, maka seharusnya pemerintah turun tangan mencari makamnya.

Tan Malaka tidak bisa disamakan dengan pengikut komunis yang melakukan makar
terhadap negara.

Sebulan sebelum G30S/PKI melakukan kudeta, partai yang dibentuk oleh Ibrahim
Dt. Tan Malaka, partai Murba dibubarkan oleh Soekarno.
Bahkan di jaman Orba, salah seorang anak didik Tan Malaka, Adam Malik
dipercaya sebagai wakil presiden oleh Suharto.

Sama halnya dengan pencarian makam Tan Malaka oleh pihak keluarga, maka
ratusan urang awak kini juo ingin mengetahui makam bapaknya, anaknya ataupun
kerabatnya yang hilang ketika *perang yang menimbulkan derita
kemanusiaan*sarupo di dalam syair

*XV. Derita dan penantian seorang Ibu*

Di dalam laporan tercatat resmi
Ketika perang telah terjadi
6743 orang hilang dan mati
Mereka korban membela demokrasi

Sudah takdir Allah berkehendak
Banyak yang mati karena ditembak
Jauh dari ibu, jauh dari bapak
Mayat terbujur di dalam semak

Bukannya diri yang meminta
Tapi ketetapan dari yang Esa
Jasad dikubur di tengah rimba
Tak ada petunjuk, tiada penanda

Inilah derita yang sangat panjang
Saat si Buyung tak kunjung pulang
Mungkin si anak telah hilang
Tidak kembali setelah perang

Ketika damai sesudah pergolakan
Buyung tak kembali ke kampung halaman
Bunda menunggu berbulan bulan
Hati sedih tak bisa dikatakan

Terasa badan tidak di bumi
Ibu menangis sepanjang hari
Mengenang si Buyung belahan diri
Entah ke mana akan dicari

Kepada kawan diminta informasi
Tapi tiada jawaban pasti
Buyung terpisah lama sekali
Saat bergerilya seorang diri

Buyung dicari ke semua tempat
Di mana terjadi pertempuran hebat
Antara TP dengan tentara Pusat
Mungkinkah ananda ikut terlibat

Kalau boleh ibu berharap
Semoga Buyung hanya tertangkap
Kini di tahanan sedang lelap
Menunggu vonis hukuman tetap

Seandainya Buyung telah gugur
Temuilah Bunda di mimpi tidur
Nisan pusara dijadikan penghibur
Walau jasad telah hancur

Beginilah nasib Bunda terima
Tiada kabar, tiada berita
Meskipun dicari ke mana mana
Buyung raib tak tentu rimba

selengkapnya silakan klik di: http://nagari.or.id/?moda=menang/

Salam dari ambo

Abraham Ilyas 64th
www.nagari.org

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke