Da Jepe..
Iyo lai tabik salero ambo mambaco kuliner uda ko... makin taragak untuak 
singgah ka lapau nasi rang Lintau ko...
Sakali ko ambo cc kan juo ka adiak nan di Pku, bia lapeh lo salero inyo baliak 
untuak ka sinan,.. sekalian ambo danga lo lah baa komentar adiak ambo ko 
nanti... 

BTW, thanks da atas infonyo ko..

ARYANDI 


________________________________
From: Jupardi <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Wed, January 27, 2010 1:34:45 PM
Subject: [...@ntau-net] KERABU TERUNG... By : Jepe

 
KERABU TERUNG
By : Jepe
 
 
 
 
Foto diatas adalah satu
masakan khas ranah minang yang saya temui saat santap siang di sebuah rumah
makan orang Lintau di Kota Pekanbaru, Karabu Taruang (Kerabu terung) nama menu
yang menggugah selera   dengan rasa  kuahnya pedas-pedas dengan sentuhan asam
ringan. Kerabu terung ini terdiri dari sayur daun singkong, terung dan rimbang
(tekokak) yang dikukus atau ditumis tanpa minyak goreng, cukup air yang
dipanaskan dicampur dengan cabe keriting yang digiling kasar (retak-retak
lebar) dan perasan jeruk nipis tapi agar rasa asamnya lebih dalam dan khas
sebaiknya air jeruk/asam sundai begitu penjelasan yang punya rumah
makan.Setelah matang lalu diris bawang merah segar tentunya bawang yang telah
diiris bersatu dengan kuah panas kerabu terung ini membuat sentuhan rasa bawang
setengah matang dengan  rasanya khas, unik dan sekiranya   selera sedang  patah
akan   kembali ‘berdenyut”
 
Beginilah cara makan yang
paling pas dan penuh sensasi dalam menikmati kerabu terung ini, saat  menu utama
terhidang di kedai nasi orang Lintau ini sebut saja dendeng balado, gulai
tunjang, goreng ayam balado, gulai ikan salai dengan daun singkong, serta
“samba-samba buruak” seperti goreng sepat (Ibu saya mengasih nama
untuk ikan asin sepat kecil-kecil ini dengan nama “Sapek Binguang) 
balado  serta berminyak tanggung dengan potongan goreng singkong serta “belahan”
jengkol utuh yang lembut dan potongan pendek kacang panjang.
 
Nasi yang terhidang
panas-panas dalam piring karena saya ingin menikmati satu piring penuh kerabu  
terung
tidak saya kasih kuah gulai terlalu  banyak hanya sekedar untuk pembuka selera
saja, lalu pelan tapi pasti saya suap nasi sambil mengambil sepat bungung,
dalam dua atau tiga kali kunyah saya ambil pucuk singkong yang segar dan lembut
serta beberapa irisan bawang yang setengah matang oleh panasnya kuah kerabu
terung lalu mulai lah saya melumatnya dengan kunyahan mengarah nasi, sepat dan
singkong untuk segera ditelan,  sebelum semua itu sampai dikerongkongan ambil
terung ungu yang  lunak dan “nyes-nyes” kunyah dan satukan dimulut
nikmati rasanya lalu sendok kuah kerabu ,  rasakan asam pedas nan segar diujung
lidah anda sambil kuahnya mendorong lumatan nasi dimulut ke
kerongkongan..wahh..memang luar biasa rasanya.
 
Anda ingin menu makan sedikit
lebih “berat” gulai tunjang yang menggoda di kedai nasi orang
lintau dengan kombinasi  sepat bingung tadi layak anda rasakan dengan kesegaran
sayur-sayuran dan kuah kerabu terung dengan cara menikmati seperti yang saya
jelaskan diatas.Tanpa terasa satu piring kerabu terung ludes saya santap,
jikapun masih ada kuahnya berwarna merah terang dengan sentuhan pedas asam saya
coba sendok dan nikmati tanpa nasi itu  membuat tengkuk leher saya  sedikit 
“teransang”
dengan getaran halus (begitu deh).
 
Tak pelak lagi Kerabu
Terung sebuah pusaka kuliner ranah minang  dengan rasa yang segar dan tidak
berminyak serta “ringan” salah satu pilihan pendamping menu utama
santap makan dalam memenuhi unsur-unsur sayur-sayuran yang kaya serat dari
pilihan berbagai pilihan masakan ranah minang yang  pada umumnya  sangat “kaya”
dengan lemak dan kolestrol, Jika anda menghindari “jero-jeroan dan daging
hewani” dalam masakan minang maka kerabu terung ini hidangan yang sangat
pas jika dikombinasikan dengan menu utama sebut saja sepotong kecil ikan asin,
dadar telur itik, goreng teri dengan kacang balado atau hanya dengan sepotong
tempe goreng saja cukup nikmat saat bersantap apakah itu makan siang atau makan
malam.
 
Salam Kuliner “Life
on a plate”
 
Pekanbaru, 27 Januari
2009


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image001.jpg>>

Kirim email ke