KERABU TERUNG

By : Jepe

 

 

 

 

 

Foto diatas adalah satu masakan khas ranah minang yang saya temui saat
santap siang di sebuah rumah makan orang Lintau di Kota Pekanbaru,
Karabu Taruang (Kerabu terung) nama menu yang menggugah selera   dengan
rasa  kuahnya pedas-pedas dengan sentuhan asam ringan. Kerabu terung ini
terdiri dari sayur daun singkong, terung dan rimbang (tekokak) yang
dikukus atau ditumis tanpa minyak goreng, cukup air yang dipanaskan
dicampur dengan cabe keriting yang digiling kasar (retak-retak lebar)
dan perasan jeruk nipis tapi agar rasa asamnya lebih dalam dan khas
sebaiknya air jeruk/asam sundai begitu penjelasan yang punya rumah
makan.Setelah matang lalu diris bawang merah segar tentunya bawang yang
telah diiris bersatu dengan kuah panas kerabu terung ini membuat
sentuhan rasa bawang setengah matang dengan  rasanya khas, unik dan
sekiranya   selera sedang  patah akan   kembali 'berdenyut"

 

Beginilah cara makan yang paling pas dan penuh sensasi dalam menikmati
kerabu terung ini, saat  menu utama terhidang di kedai nasi orang Lintau
ini sebut saja dendeng balado, gulai tunjang, goreng ayam balado, gulai
ikan salai dengan daun singkong, serta "samba-samba buruak" seperti
goreng sepat (Ibu saya mengasih nama untuk ikan asin sepat kecil-kecil
ini dengan nama "Sapek Binguang)  balado  serta berminyak tanggung
dengan potongan goreng singkong serta "belahan" jengkol utuh yang lembut
dan potongan pendek kacang panjang.

 

Nasi yang terhidang panas-panas dalam piring karena saya ingin menikmati
satu piring penuh kerabu  terung tidak saya kasih kuah gulai terlalu
banyak hanya sekedar untuk pembuka selera saja, lalu pelan tapi pasti
saya suap nasi sambil mengambil sepat bungung, dalam dua atau tiga kali
kunyah saya ambil pucuk singkong yang segar dan lembut serta beberapa
irisan bawang yang setengah matang oleh panasnya kuah kerabu terung lalu
mulai lah saya melumatnya dengan kunyahan mengarah nasi, sepat dan
singkong untuk segera ditelan,  sebelum semua itu sampai dikerongkongan
ambil terung ungu yang  lunak dan "nyes-nyes" kunyah dan satukan dimulut
nikmati rasanya lalu sendok kuah kerabu ,  rasakan asam pedas nan segar
diujung lidah anda sambil kuahnya mendorong lumatan nasi dimulut ke
kerongkongan..wahh..memang luar biasa rasanya.

 

Anda ingin menu makan sedikit lebih "berat" gulai tunjang yang menggoda
di kedai nasi orang lintau dengan kombinasi  sepat bingung tadi layak
anda rasakan dengan kesegaran sayur-sayuran dan kuah kerabu terung
dengan cara menikmati seperti yang saya jelaskan diatas.Tanpa terasa
satu piring kerabu terung ludes saya santap, jikapun masih ada kuahnya
berwarna merah terang dengan sentuhan pedas asam saya coba sendok dan
nikmati tanpa nasi itu  membuat tengkuk leher saya  sedikit "teransang"
dengan getaran halus (begitu deh).

 

Tak pelak lagi Kerabu Terung sebuah pusaka kuliner ranah minang  dengan
rasa yang segar dan tidak berminyak serta "ringan" salah satu pilihan
pendamping menu utama santap makan dalam memenuhi unsur-unsur
sayur-sayuran yang kaya serat dari pilihan berbagai pilihan masakan
ranah minang yang  pada umumnya  sangat "kaya" dengan lemak dan
kolestrol, Jika anda menghindari "jero-jeroan dan daging hewani" dalam
masakan minang maka kerabu terung ini hidangan yang sangat pas jika
dikombinasikan dengan menu utama sebut saja sepotong kecil ikan asin,
dadar telur itik, goreng teri dengan kacang balado atau hanya dengan
sepotong tempe goreng saja cukup nikmat saat bersantap apakah itu makan
siang atau makan malam.

 

Salam Kuliner "Life on a plate"

 

Pekanbaru, 27 Januari 2009

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image001.jpg>>

Kirim email ke