Jepe dan Dunsanak Sadonyo.

Pertama kali saya ditempatkan di Padang, saya belum punya TV. Kalau lagi ada
pertandingan bola, saya pergi ke apotik di Lapai, beli Vitamin C, trus duduk
di kursi tunggu, dan nonton pertandingan bola di TV.

Itu saking sukanya nonton bola Indonesia. Bahkan, jangankan nonton,
mendengar di radiopun rasanya juga cukup.

Tapi itu dulu., kemudian yang saya lihat adalah perkelahian pemain dan
penonton, supprter; perebutan posisi di kepengurusan, iklan rokok yang
jor-joran, dan *kita menjadi donatur terbaik untuk point lawan* jika
bertanding dengan kesebelasan luar negeri.
Belum lagi ulah supporter (ulah, tapi ga berenti2) yang berangkat menonton
tanpa modal untuk beli karcis dan makan, perang dengan penduduk yang
dilewati dst ...

Dulu saya berpikir, kenapa kita tetap berusaha memajukan persepakbolaan?
Kenapa kita harus selalu ikut pertandingan ke luar negeri yang biayanya
mahal (yang lebih hebat lagi, kadang2 berangkat tanpa target). Seringkali
saya mendengar kata2 kenangan terindah (kata Koes Plus), dulu kita pernah
menahan draw Dynamo Kiev ... (entah kapan, mungkin waktu itu saya belum
lahir, dan saking lamanya, saya coba cari di google ga ketemu).

Kalau tujuannya prestasi, kenapa kita tidak "habis2an" di bulutangkis atau
bridge, yang jelas2 kita pernah jadi kampiun?

Tapi mungkin kita punya pandangan lain, mungkin karena sepakbola bisa
dipandang sebagai "olahraga massal" dan dengan "penonton massa". Ya,
terserahlah, saya tidak tahu.

Tentunya saya tidak harus berdebat, bahkan perlu tahu pun tidak. Dan
akhirnya saya memang seperti terlupa dengan persepakbolaan Indonesia. Saya
teringat ada final sepakbola di Senayan kalau kebetulan lewat di situ,
jalanan macet, saya tanya orang, katanya lagi pulang nonton bola ... Atau
saya ingat ada pertandingan seru, kalau kebetulan lihat di TV ada rangkaian
kereta yang kacanya pecah akibat perang batu ...

Jadi kalau buat saya, kalau persepakbolaan Indonesia mau dimajukan ya bagus2
aja. Minta saran ke saya, saya juga ga tau, kecuali satu: "Jangan rusak
fasilitas umum, dan jangan ganggu dapur pedagang kecil di stasiun ..."

Riri
Bekasi, l 47












2010/1/28 jupardi andi <[email protected]>

> *
> *
>
> *
> *
>
> *Anehnya Sepakbola Indonesia (Kompetisi Kehilangan Makna dan Jiwa) *
>
> *by : Jepe *
>
>
>
> Anti klimak sebuah kompetisi bola yang ”Aneh” di negara kita, Final Liga
> Indonesia edisi 2007/2008 antara PSMS dan Sriwijaya FC berlansung Tanpa
> Penonton!!.Mungkin inilah pertama kalinya di dunia sebuah pertandingan Final
> sepak bola tanpa ada dukungan (penonton) dari kedua kesebalasan. Final
> kemaren adalah muara dari segala persoalan bola kita baik ”didalam lapangan
> hijau maupun diluar lapangan”
>
>
>
> S
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke