Assalamu'alaikum Wr Wb,

mohon izin ka rang lapau kasado alahe, ketek indak sabuik namo kok gadang indak 
sabuik gala.
tadi pagi ambo mandanga LIVE di RRI Pro3
Debat antara Pak GF, ICW dan DPD ( Laode Ida )
disinan dipaparkan bahwa pemberian Honor telah diatur oleh Pemerintah Pusat dan 
itu LEGAL
Kecuali Fee ( lebih condong ke Makelar ) itu ILEGAL
Sehingga kepala daerah yang ikut menikmati Honor tersebut tidak bisa di 
pidanakan
karena sudah ada mekanisme dari MENDAGRI, MENKEU dan BI

yang jadi permasalahannya kenapa baru sekarang hal ini di ungkapkan ?
emang BPK kemana aja selama ini ?
apa setiap produk hukum yang di keluarkan tidak melalui proses check dan 
Balance ?
emang tidak dibuatkan SOP ( Standard Operating Prosedurnya ) ?
Kalau sudah dibuat, emang tidak pernah diawasi ? evaluasi ? dan review ?
itulah penyebabnya, peraturan hanya untuk di buat tapi implementasinya di 
lapangan jarang sekali di evaluasi dan di review
kacian deh . . . . . .

Demikian saja dari ambo
jiko ado nan indak pado tapeknyo
mohon dibukakan pintu maaf

Wassalam,
Nami
umua 33 TH
Asa Salayo - Solok
Tingga Serang - Banten




________________________________
Dari: Riri Chaidir <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Jum, 5 Februari, 2010 14:48:34
Judul: Re: [solok] Re: Bls: [...@ntau-net] Gamawan Fauzi ---> Marilah kita  
melihat lebih jernih

Uda Mulyadi dan Dunsank Sadonyo.

Bahwa pak GF iko namonyo memang barasiah, itu memang tidak dapat dipungkiri. 
Ambo sebagai bangsa Indonesia bangga dengan beliau.

Namun demikian, ambo maajak, marilah kita melihat hal ini lebih jernih. Rasonyo 
"pertanyaan Uda Mulyadi . "Kenapo KPK atau dalam tando kutip "urang awak" 
sendiri nan mang-gadang2kan masalah iko". ko ndak tapek

Mungkin ada baiknya kalau kita kembali mengurut kejadiannya. Maaf, kalau salah, 
tapi kalau yang saya lihat di berbagai pemberitaan adalah sebagai berikut:

Awalnya, KPK berbicara tentang Fee untuk pejabat daerah yang dari 5 (atau 6) 
BPD - tidak termasuk Sumbar.
Kemudian pak GF mangatakan bahwa Fee memang tidak boleh, tapi Honor boleh, dst 
dst. 
Selanjutnya ada ICW ... dst dst

Jadi, kalau menurut saya (berdasarkan pemberitaan yang luas), KPK tidak 
"manggadang2kan masalah iko do", bahkan sama sekali tidak/ belum menyebut2 
masalah Honor di Sumbar (yang ada di laporan hasil pemeriksaan BPK), Justru pak 
GF yang "masuk"  

Ada cerita lain, pak GF mengatakan sudah bertemu dengan pak Haryono Umar, salah 
satu wakil ketua KPK. Tapi pak Haryono membantahnya. Dan ini malah menimbulkan 
kesan yang kurang bagus 
((http://www.jakpress.com/www.php/news/id/11152/Mendagri-Gamawan-Jangan-Kemajon.jp
 ; 
http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=4878&l=kpk-bantah-pernyataan-menteri-gamawan-soal-fee-simpanan-apbd
 )

Riri
Bekasi, l 47



2010/2/5 <[email protected]>

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>
>>
> 
>>      
> 
>Dunsanak sadonyo, Memang manusia indak ado nan samparono .....kecuali 
>Rasulullah. 
>Ambo harok ... kito dalam membahas tentang GF ko (mengkritisi) adolah tando 
>sayang kito ka beliau. Bukan ingin men-jelek2kan dan bahkan ingin 
>manjatuahkan. Kan ado surang lai mantan Gubernur (Fadel Muhammad) nan manjadi 
>Menteri di Kabinet SBY ko.....apokah indak kito adokan pulo study bandiang.... 
>apokah di Propinsi Pak Fadel Muhammad itu ado pulo kasus saroman iko?. 
>>Kenapo KPK atau dalam tando kutip "urang awak" sendiri nan mang-gadang2kan 
>>masalah iko. 
>Bialah Pak GF konsentrasi jo tugehnyo dulu, sambia jalan kito benahi atau 
>bisiakkan sajo ka beliau kalau beliau ado salah2 langkah.
>>Maaf....kok ado nan indak sapandapek jo ambo.
>Wassalam,
>HMDTMB (53-)
>Di tapian sungai musi
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

>7
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke