Waalaikumsalam Wr.Wb. Sanak Nami, mungkin k*urang tapek kalau ditanyokan "emang BPK kemana aja selama in**i*?"
Kalau sanak baliak ka berita2 sabalunko. nampak jaleh kalau temuan tentang honor (*bukan fee lho, itu bed*a)* itu merupakan temuan BPK.* Dan itu disampaikan dalam laporannya ke DPR. Saya ketemu di berita bahwa untuk yang tahun anggaran 2007 dibacakan oleh Ketua BPK di depan Sidang Paripurna DPR malah. Riri Bekasi, l 47 2010/2/5 nami syafrizalmi <[email protected]> > Assalamu'alaikum Wr Wb, > > mohon izin ka rang lapau kasado alahe, ketek indak sabuik namo kok gadang > indak sabuik gala. > tadi pagi ambo mandanga LIVE di RRI Pro3 > Debat antara Pak GF, ICW dan DPD ( Laode Ida ) > disinan dipaparkan bahwa pemberian Honor telah diatur oleh Pemerintah Pusat > dan itu LEGAL > Kecuali Fee ( lebih condong ke Makelar ) itu ILEGAL > Sehingga kepala daerah yang ikut menikmati Honor tersebut tidak bisa di > pidanakan > karena sudah ada mekanisme dari MENDAGRI, MENKEU dan BI > > yang jadi permasalahannya kenapa baru sekarang hal ini di ungkapkan ? > emang BPK kemana aja selama ini ? > apa setiap produk hukum yang di keluarkan tidak melalui proses check dan > Balance ? > emang tidak dibuatkan SOP ( Standard Operating Prosedurnya ) ? > Kalau sudah dibuat, emang tidak pernah diawasi ? evaluasi ? dan review ? > itulah penyebabnya, peraturan hanya untuk di buat tapi implementasinya di > lapangan jarang sekali di evaluasi dan di review > kacian deh . . . . . . > > Demikian saja dari ambo > jiko ado nan indak pado tapeknyo > mohon dibukakan pintu maaf > > Wassalam, > Nami > umua 33 TH > Asa Salayo - Solok > Tingga Serang - Banten > > > ------------------------------ > *Dari:* Riri Chaidir <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Cc:* [email protected]; [email protected] > *Terkirim:* Jum, 5 Februari, 2010 14:48:34 > *Judul:* Re: [solok] Re: Bls: [...@ntau-net] Gamawan Fauzi ---> Marilah kita > melihat lebih jernih > > Uda Mulyadi dan Dunsank Sadonyo. > > Bahwa pak GF iko namonyo memang barasiah, itu memang tidak dapat > dipungkiri. Ambo sebagai bangsa Indonesia bangga dengan beliau. > > Namun demikian, ambo maajak, marilah kita melihat hal ini lebih jernih. > Rasonyo "pertanyaan Uda Mulyadi . *"Kenapo KPK atau dalam tando kutip > "urang awak" sendiri nan mang-gadang2kan masalah iko*". *ko ndak tapek* > > Mungkin ada baiknya kalau kita kembali mengurut kejadiannya. Maaf, kalau > salah, tapi kalau yang saya lihat di berbagai pemberitaan adalah sebagai > berikut: > > Awalnya, KPK berbicara tentang Fee untuk pejabat daerah yang dari 5 (atau > 6) BPD - tidak termasuk Sumbar. > Kemudian pak GF mangatakan bahwa Fee memang tidak boleh, tapi Honor boleh, > dst dst. > Selanjutnya ada ICW ... dst dst > > Jadi, kalau menurut saya (berdasarkan pemberitaan yang luas), KPK tidak > "manggadang2kan masalah iko do", bahkan sama sekali tidak/ belum menyebut2 > masalah Honor di Sumbar (yang ada di laporan hasil pemeriksaan BPK), Justru > pak GF yang "masuk" > > Ada cerita lain, pak GF mengatakan sudah bertemu dengan pak Haryono Umar, > salah satu wakil ketua KPK. Tapi pak Haryono membantahnya. Dan ini malah > menimbulkan kesan yang kurang bagus (( > http://www.jakpress.com/www.php/news/id/11152/Mendagri-Gamawan-Jangan-Kemajon.jp > ; > http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=4878&l=kpk-bantah-pernyataan-menteri-gamawan-soal-fee-simpanan-apb<http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=4878&l=kpk-bantah-pernyataan-menteri-gamawan-soal-fee-simpanan-apbd> > d<http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=4878&l=kpk-bantah-pernyataan-menteri-gamawan-soal-fee-simpanan-apbd> > ) > > Riri > Bekasi, l 47 > > > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
