Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,Kebetulan saya hadir dalam acara FGD 
di Fakultas Sastra Unand tanggal 3 Februari yang lalu.[Saya ditunjuk pengurus 
Gebu Minang sebagai ketua 'Steering Committee'/SC dan Dr Mochtar Naim menjadi 
wakil ketua SC].Berbagai pertanyaan seperti yang disampaikan oleh pak Wisran 
Hadi sudah diutarakan oleh moderator Prof Dr Herwandi Wendy dan Sastrawan 
Darman Moenir, dan telah dijawab baik-baik, bahwa Kongres Kebudayaan 
Minangkabau yang akan datang itu tak ada kaitannya dengan pilkada, dan di dalam 
acara nanti tak akan ada acara penyampaian visi dan missi para calon.Dalam 
rancangan keputusan/mufakat/kesepakatan Kongres yang disiapkan SC telah 
tercantum semua alasan [dalam 'Menimbang'], semua motif [dalam Merujuk'], semua 
dasar hukum [dalam 'Mengingat'], serta hampir semua bacaan [kl 70 buku, dalam 
'Membaca'] sebelum sampai kepada pasal-pasal yang akan disepakati [ dalam 
'Memutuskan'].
Mengenai gagasan Majelis Adat dan Syarak/MAS, hal itu malah sudah lama 
disepakati dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau bulan Desember 2006 dahulu, 
seperti yang diingatkan oleh bung Darman Moenir. Sehubungan dengan informasi 
bahwa sudah pernah ada beberapa kali kongres kebudayaan Minangkabau sebelum 
ini, besar kemungkinan Kongres Kebudayaan Minangkabau :Pertama ini akan disebut 
sebagai Kongres Kebudayaan Minangkabau Kelima, setelah mempertimbangkan masukan 
dari bung Darman Moenir.Apakah maksudnya untuk 'meminangkabaukan orang Minang' 
? Jelas tidak. Maksudnya hanya sekedar menuliskan secara lebih lugas, 
sistematis, dan komprehensif seluruh materi yang selama ini menjadi wacana 
tentang ABS SBK, khususnya yang dibahas di Rantau sejak tahun 2003, baik 
berwujud seminar maupun dalam bentuk wacana di milis RantauNet.Kok orang Rantau 
yang mengambil prakarsa ? Hal ini juga wajar saja, oleh karena ada gejala 
generasi kedua perantau Minang dan sesudahnya tak
 berminat lagi kepada ABS SBK, dan sedihnya, di antara generasi pertama 
perantau, hanya sedikit saja yang benar-benar 'concern' dengan rumusan ABS SBK 
yang lebih jernih ini. Istilahnya bisa sama, tapi penjelasannya berlain-lain. 
Cukup membingungkan.Rangkaian FGD yang telah, sedang dan akan diadakan 
bermaksud untuk menampung masukan dari segala fihak, dengan jadwal sampai akhir 
Maret/awal April, sewaktu Kerangka Acuan dan berbagai draft 
keputusan/mufakat/kesepakatan akan difinalkan dan dikirimkan kepada para 
peserta dan undangan. Saya akan sangat berterima kasih jika pak Wisran Hadi -- 
yang tulisan-tulisan beliau sangat saya gemari -- berkesempatan hadir pada 
tanggal 3 Februari tersebut. Namun saya tak melihat beliau di antara para 
hadirin. Mungkin beliau berhalangan. Tetapi baiklah, masih akan ada rangkaian 
FGD lagi, baik di Ranah maupun di Rantau. FGD yang akan diadakan lagi di Ranah 
antara lain akan membahas masalah peran perempuan, hubungan adat dan
 agama; pembentukan badan pemasaran produk nagari; dan pariwisata. Selain itu, 
dalam ToR telah dicantumkan tentang adanya keinginan agar ada kesepakatan kita 
bersama tentang pemanfaatan potensi maritim; pembangunan nagari, dan 
penanggulangan bencana.Yang sangat saya syukuri datri FGD di FS Unand tersebut 
adalah kesimpulan bahwa Kongres Kebudayaan Minangkabau [Kelima] ini disetujui, 
dengan memperbaiki kerangka acuan serta draft keputusan/mufakat/kesepakatan. 
Hal itu sudah mulai saya kerjakan dan telah saya kirimkan kembali sebagai 
lamporan. Lebih dari itu dapat saya sampaikan bahwa Purek I Unand dan Dekan FS 
Prof Herwandi memberi tahu bahwa dalam tahun ini akan didirikan sebuah Pusat 
Kajian Kebudayaan Minangkabau. Syukur Alhamdulillah. Semoga pusat kajian 
tersebut bukan saja akan menampung demikian banyak masalah kebudayaan yang 
menjadi perhatian kita, tetpi juga akan memfasilitasi wacana pembahasannya, 
sehingga Gebu Minang tidak usah lagi mengacarakan
 wacana yang penting ini, walau tentunya tetap akan berpeduli terhadap masalah 
ekonomi dan budaya Minangkabau, sesuai dengan namanya.Terlebih terkurang mohon 
maaf.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Sat, 2/6/10, iqbal rahman <[email protected]> wrote:

From: iqbal rahman <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] Dari harian singgalang ttg kongres budaya
To: [email protected]
Date: Saturday, February 6, 2010, 12:01 PM

Apo ndak salah tu akan mambuek lembaga baru , nan paralu kini baa mambaliak an 
MTKAM bantuak dulu baliak  yang indenpenden  jauah dari pangaruah  politik dan 
keinginan penjabat sesaat ,  pengurusnyo dipiliah dek  KAN  sa Minangkabau  
karajonyo iyo hanyo mamikiakan dan manjawek persoalan   adat nan 4 sajo.  

manuruik ambo nan paralu adolah  ma ilangkan atau mambubarkan  LKAAM baiak 
ditingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten Kota karano pembentukan LKAAM  
labiah banyak  untuak kepentingan politik ( PRRI indak ado lai - Urang minang 
indak Apatis lai do ).
kalau Syarak  ala ado MUI  jo a kadi ganti  ? 
batanyo ambo ciek . Parik Paga Nagari tu lembaga adat apo tu alun tau ambo do ? 

jadi pernyataan  dan konsep rancangan dibawahko paralu ditinjau baliak
 yakni  

( " Terutama dalam rancangan keputusan yang sudah
dibuat, bahwa dari kongres itu diharapkan akan lahir sebuah lembaga
baru (adat dan syara) yang akan ‘membawahi’ semua organisasi atau
lembaga adat yang sudah ada seperti LKAAM, KAN, MTKAM, Bundo Kanduang,
Parik Paga Nagari dan lain sebagainya " 

Salam ,

Iqbal Rahman 



--- On Sat, 6/2/10, Fitr Tanjuang <[email protected]> wrote:

From: Fitr Tanjuang <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Dari harian singgalang ttg kongres budaya
To: [email protected]
Date: Saturday, 6 February, 2010, 11:27 AM

AslmWrWb

Ambo no comment se lah...

Wassalam
fitr tanjuang
lk/35/albany NY
-------
Sabtu, 06 February 2010

Pilkada dan Kongres
 Kebudayaan Minangkabau

WISRAN HADI

Kongres Kebudayaan Minangkabau yang difasilitasi oleh Gebu Minang
Jakarta, persiapannya sudah memasuki tahap pensosialisasian, mulai
dari berbagai proposal dan tanggapan mengenai latar belakang,
gagasan-gagasan, konsideran-konsideran, bahkan juga penentuan
siapa-siapa saja yang berhak sebagai peserta kongres.

Semua itu disebar melalui mailing list dan e-mail orang-perorang
secara berbalasan, mengadakan diskusi khusus (FGD) di Fakultas Sastra
Unand, wawancara dan siaran pers untuk media massa yang ada di Sumatra
Barat.

Dari apa yang dapat dibaca melalui internet dan mass-media, tampaknya
orang Minang terutama yang bermukim di rantau seakan sudah
kalimpasiangan dengan keminangkabauan orang Minang. Artinya lagi,
orang Minangkabau yang ada sekarang diragukan keMinangannya, walau
kabaunya tidak. Tak tahulah, hal ini sebagai dalih atau ada sesuatu
maksud yang
 lain.

Dalam konteks ini, maka usaha besar yang akan dilakukan para pencinta
Minangkabau itu dengan mengadakan Kongres Kebudayaan Minangkabau boleh
jadi cukup relevan. Terutama dalam rancangan keputusan yang sudah
dibuat, bahwa dari kongres itu diharapkan akan lahir sebuah lembaga
baru (adat dan syara) yang akan ‘membawahi’ semua organisasi atau
lembaga adat yang sudah ada seperti LKAAM, KAN, MTKAM, Bundo Kanduang,
Parik Paga Nagari dan lain sebagainya.

Artinya di sini, lembaga baru itu diusahakan untuk menjadi induak
samang dari organisasi atau institusi yang sudah ada jauh sebelum ini.
Organisasi itulah nanti yang akan ‘memobilisasi’ orang Minang untuk
me-Minangkan orang Minangkabau masa depan.

Hal semacam ini tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan. Seperti
pertanyaan yang pernah diajukan Muchtar Naim (sebagai pakar yang
diundang) kepada Panitia Kongres Kebudayaan yang difasilitasi
 oleh
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan beberapa tahun lalu. Pertanyaan yang
diajukannya adalah; apa maunya Kongres ini?

Dengan disertai oleh sebuah ungkapan kecurigaan; “tentu ada sesuatu di
balik kongres ini”.

Sekarang  pertanyaan dan kecurigaan yang sama tentu dapat pula
diajukan kembali kepada beliau, karena beliau adalah salah seorang
inisiator/konseptor dari kongres kebuduayaan yang akan diadakan
pertengahan tahun ini. Mau apa Kongres Kebudayaan ini? Ada apa di
balik kongres ini?

Pertanyaan ini menjadi sangat relevan, karena kongres tersebut akan
diadakan pada pertengahan tahun ini juga, bersamaan pula dengan
persiapan (kampanye dllnya) Pilkada Sumatra Barat. Tokoh-tokoh Minang
tertentu yang merasa lai lanteh angan sudah mulai melakukan
kampanye-kampanye terselubung.

Perkenalan diri, memberi bantuan dan sumbangan, peduli ini, peduli
itu, pertemuan ini, diskusi itu, dlsbnya.
 Bantuan dan kepedulian serta
berbagai kegiatan tersebut harus dipajang pula sepenuh halaman surat
kabar agar masyarakat tahu, yang ujung-ujungnya “pilihlah aku”.
Kongres Kebudayaan Minangkabau yang akan diadakan itu digelar di
Istana Bung Hatta Bukittinggi pada pertengahan tahun ini, dan waktunya
sangatlah beriringan dengan Pilkada Sumatra Barat.

Seandainya dugaan di atas benar; bahwa Kongres Kebudayaan Minangkabau
yang akan diadakan itu, yang juga akan melahirkan sebuah organisasi
baru untuk ‘memobilisasi’ lembaga-lembaga dan institusi adat yang ada,
tentulah untuk kepentingan Pilkada sangat besar sekali artinya. Betapa
banyak suara yang dapat diraup dari kalangan ninik mamak, alim ulama
dan cadiak pandai.

Segala anak kemenakan tentu akan memberi dukungan pada figur utama
dari pucuk pimpinan organisasi itu yang nanti akan dipilih dalam
kongres. Bukan tidak mustahil, kongres kebudayaan demikian
 seumpama
penyampaian visi dan misi dari salah seorang calon yang akan
bertarung.
Saya percaya, andaian seperti ini pasti akan disanggah dan akan
dianggap salah oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan berbagai
alasan. Namun yang tidak dapat disanggah adalah; bahwa Kongres
Kebudayaan Minangkabau 2010 adalah sebuah usaha untuk membentuk
tatanan sosial yang baru. Boleh jadi akan muncul lagi ‘tiga haji’
sebagaimana dulu bermulanya Perang Paderi.

“Kita harus meninggalkan sesuatu yang monumental,” begitu ucapan salah
seorang tokoh Kongres itu yang dilansir sebuah mass-media.

Agak-agak hati awak begini sajalah; agar Kongres Kebudayaan
Minangkabau itu tidak ‘dianggap’ sebagai bentuk baru penyampaian visi
misi dari seorang calon gubernur, sebaiknya kongres itu diadakan
sesudah Pilkada Sumbar, sesudah gubernur Sumbar terpilih. Supaya
kongres yang hebat dan menggetarkan jagad dan alam Minangkabau
 ini
bersih dari muatan-muatan politik dan interest-interest perorangan.
Sebab, yang perlu diyakini adalah; Pilkada Sumbar untuk memilih
gubernur Sumbar, bukan gubernur Minangkabau. (*)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


        Get your new Email address!  

Grab the Email name you've always wanted before someone else does!



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke