Jadi provinsi dan kementrianpun ndak bisa manga2 jo cafe tu? Kalau begitu, bagaimana kalau kita minta dunsanak2 nan di koran maangkek isu ko ka halaman muko koran di sumbar?
Riri Bekasi, l, 47 On 06/02/2010, deni risman <[email protected]> wrote: > Assalamualaikum ww. > Pak Sa, setahu ambo pemerintah propinsi samo kementrian lai punyo perhatian. > buktinyo sudah 2 tahun dana pengerukan dianggarkan. Tapi ndak bisa > terlaksana, Penyebabnya, karano ado bangunan cafe AW yang menjorok ka tangah > sungai. Mestinyo bangunan ko ndak dibuliahkan berdiri, tapi kareno > kewenangan (atas seizin) Fauzi Bahar, bangunan ko berdiri dan sampai kini > ndak bisa dibongka. Akibatnyo pengerukan, ndak bisa dilakukan, an pitih > baliak ka pusat. Untuk tahun ko, ambo dapek informasi, dana pengerukan > dianggarkan baliak. Tapi, kalau Wlikota tetap melindungi cafe ko, antahlah, > mungkin Pelabuhan ko akan menjadi kenangan sajo lai. > > Wassalam > > H. Denni Risman > kini tingga di Pekanbaru > > --- Pada Sab, 6/2/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis: > > Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > Judul: [...@ntau-net] Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati. > Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]> > Tanggal: Sabtu, 6 Februari, 2010, 3:20 PM > > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,Dengan tidak kita sadari, satu > demi satu 'asset' daerah Sumatera Barat merosot dalam kualitas, bukan saja > oleh karena tak ada yang mengelola, tetapi juga --kelihatannya oleh karena > tak ada yang memperhatikan. > Kali ini diberitakan tentang pelabuhan Muaro di Padang yang nyaris mati, > oleh karena pendangkalan, yang jelas berdampak pada merosotnya kehidupan > ekonomi lokal. Saya bertanya dalam hati: kok kementerian perhubungan dan > pemda Sumbar tidak memberikan reaksi ? > Wassalam, > Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) > > PERHUBUNGAN > Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati > > Kompas, Sabtu, 6 Februari 2010 | 03:24 WIB > > Padang, Kompas - Pelabuhan Muaro Padang nyaris mati tanpa aktivitas. Kapal > layar motor tidak masuk ke dermaga karena Sungai (Batang) Arau mengalami > pendangkalan. Kapal hanya bisa masuk saat pasang pada malam hari dengan > muatan terbatas. > > Selama ini Pelabuhan Muaro Padang menjadi tumpuan masyarakat kepulauan barat > Sumatera. Dari pelabuhan inilah mobilisasi barang dan manusia berlangsung > bertahun-tahun. Pendangkalan sungai menuju pelabuhan mengganggu kelancaran > distribusi kebutuhan pokok masyarakat kepulauan. > > ”Pelabuhan ini mulai sepi tiga tahun belakangan. Kapal hanya bisa masuk > mulai pukul enam sampai delapan malam. Bahkan, sekarang KLM (kapal layar > motor) hanya bisa masuk ke sini sebulan sekali,” tutur Kepala Regu Kerja > Pelabuhan Muaro Padang Sofyan (70) saat ditemui di dermaga, Jumat (5/2). > > Sepinya Pelabuhan Muaro Padang membuat aktivitas ekonomi hampir mati. Mereka > yang mulai kehilangan pekerjaan, antara lain, adalah penarik becak, sopir > pengangkut barang, buruh angkut, dan penjual nasi di sekitar dermaga. > > Tidak jauh dari pelabuhan, sejumlah kapal ikan masih bisa masuk. Kapal milik > nelayan setempat ini tertambat di tengah sungai. Sementara kapal yang kandas > di lumpur tepi dermaga yang tampak jelas oleh mata. > > Pelabuhan ini biasanya melayani kapal dari Gunungsitoli (Sumatera Utara), > Teluk Dalam > (Sumatera Utara), Pulau Telo (Sumatera Utara), Kepulauan Mentawai (Sumatera > Barat), dan Tapak Tuan (Nanggroe Aceh Darussalam). Pemilik kapal lebih > memilih Pelabuhan Muaro Padang karena letaknya dekat dengan pusat kota. > > Kini kapal-kapal dari daerah itu mengalihkan sandarnya di Pelabuhan Teluk > Bayur dan Pelabuhan Bungus. Pelabuhan Teluk Bayur terletak sekitar 7 > kilometer dari pusat Kota Padang, sedangkan Pelabuhan Bungus terletak 20 > kilometer dari pusat Kota Padang. Kondisi ini membuat pengguna jasa > pelabuhan harus menempuh jarak lebih jauh. > > Ermansyah (50), sopir pengangkut barang, kini tidak banyak bekerja. > Kapal-kapal tidak lagi bersandar di Pelabuhan Muaro Padang. Pendapatannya > turun tajam sejak pelabuhan tersebut menjadi sepi. > > Administratur Pelabuhan Kelas I Teluk Bayur Capt Purnama S Meliala > mengatakan, persoalan ini terjadi karena pendangkalan Batang Arau. (NDY) > > > > > > > > -- > > . > > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > > =========================================================== > > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > > - DILARANG: > > 1. Email besar dari 200KB; > > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > > =========================================================== > > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > > > > Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya > sekarang! http://id.mail.yahoo.com > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- Riri Chaidir Bekasi, L, 47 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
