Sanak2 sebalairung, Apakah AW Cafe menghalangi pengerukkan aliran Muaro? Dan AW Cafe di kabarkan di dukung elite Kota Padang, . saya lihat Forum Warga KOta serinmg mern demo Walikota. bgmn kalau kita dekati FWK utk mempertanyakannya ke yg terkait atau mengusung maslah ini kembali?
Saya rasa multiplier effect dgn banyak kapal 2 barang antar pulau dan pelabuahan menengah di pantai barat Sumtra akan lbh banayk efek positif nya terhadap pertumbuhan ekonomi ota Padang di banding dgn keberadaan AW Cafe tsb. Memang sedikit di perlukan survey sederhana utk menunjang pembongkaran Cafe tsb, di tambah lagi utk memperlancar pengaliran air sungai seandainya hujan yg lebat bbrp hari, sehingga sungai Muaro itu harus di keruk. Malasahnya bgmn masyarakat aliran Batang Arau utk memobilisir warga utk mendesak spy pengerukkan nya di lanjutkan lagi. Saya mohon bautan sanak seandainya memiliki alamat email FWK,. Sekda Kota Padang, saya tlh coba browsing websit KotaPadang tapi ngak ketemu, atas bantuan sanak saya aturkan ribuan terimakasih. Wass. Muzirman Tanjung ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Padang | Kamis, 04/02/2010 08:13 WIB Masalah AW Café Kepala Bapedalda Tantang Pemprov DiskusiRahmi Amalia - Padang Ekspres <http://www.padangekspres.co.id/> <http://www.padang-today.com/foto/berita/thumb_indang-dewata.jpg> Menanggapi polemik seputar keberadaan AW Café di pinggir pelabuhan Muaro, kepala Bapedalda Kota Padang enggan berkomentar banyak. Namun, dia malah "menantang" Pemerintah Provinsi untuk memanggil Pemko Padang, agar masalah AW Café tuntas. Seperti diberitakan sebelumnya, masalah keberadaan AW Café di pinggir pelabuhan Muaro mencuat kembali, setelah adanya keinginan Administrasi Pelayaran untuk melakukan pengerukan sedimen sebanyak 150.000 kubik di kawasan Muaro, dan meminta agar AW Café membongkar bangunannya yang menjorok ke tengah pelabuhan. Hal ini juga didukung oleh DPRD Kota Padang, sebab disebutkan bahwa pengerukan sediment itu sudah gagal sekitar tiga kali, dengan asumsi Pemko Padang sudah rugi hingga Rp10,5 miliar, karena biaya pengerukan ditarik kembali ke pemerintah pusat. Bahkan terakhir sempat mengapung, DPRD Kota Padang siap mengusung hak angket untuk memuluskan pembongkaran Aw Café yang dinilai mengganggu. Namun, Pemko Padang melalui Dinas TRTB mengatakan tak AW Café tak perlu di bongkar, karena izinnya sudah diterbitkan, sama halnya dengan pengelola AW Café yang menyebutkan bahwa dari perizinan yang dimilikinya sudah lengkap. Ketika ditanyakan kepada Kepala Bapedalda Kota Padang Indang Dewata, perihal pengkajian keberadaan AW Café dari segi lingkungan, dia enggan menjawab. Indang mengaku tak mau terus-menerus berpolemik tanpa solusi yang jelas. Menurut Indang, jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut bukannya ada penyelesaian. Namun, akan merugikan. Salah satunya adalah akan berdampak pada iklim investasi Kota Padang, dan molornya kembali pengerukan. "Lebih baik pihak Provinsi memanggil Pemko dan membicarakan masalah ini, agar ada solusinya, tidak lantas "berteriak"di media dengan argument masing-masing, termasuk DPRD," katanya. Indang mengaku siap jika Pemerintah Provinsi mengagendakan konsultasi antara Pemerintah Provinsi, Pemko Padang, Pelindo, dan DPRD, agar jelas masalah sebenarnya, dan jelas pula langkah antisipasi dan penyelesaiannya. "Kami siap membeberkan apa saja informasi yang dibutuhkan, tapi memang komit untuk melakukan koordinasi untuk hasil terbaik. Bukan lagi mengedepankan argument sendiri-sendiri, sebab ini masalah masa depan Kota Padang juga dan citra Kota Padang," pungkasnya. [*] -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
