Dua puluh tahun lalu, kalau melintas dari Padang menuju Painan, Pesisir Selatan, di pinggir jalan di sekitar Sibingke - Baruang Balantai, sering terlihat rombingan bekantan (monyet balando) yang berhidung mancung. Malahan, pernah ada yang tertabrak kendaraan setelah monyet balando ini terjatuh dari atas pohon karena berebutan berlari. Agak ke arah Tarusan, di bukit-bukit di sekitar itu orang juga sering menemukan kuaw, burung besar yang mirip ayam merak. Mengapa hewan-hewan ini kini tidak pernah lagi terlihat? Salam,
Andrinof A Chaniago -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
