urun rembuk, jika memang peraturan tidak memungkinkan membangun didaerah tsb, 
lebih baik di pindahkan atau bongkar, mulai dari saat ini ditertibkan demi 
kebaikan dimasa mendatang. siapa pemiliknya apakah orang minang atau pendatang. 
jika orang minang mohon dengan hormat mentaati aturannya. jika pendatang juga 
harus menghormatinya sambil menjaga lingkungan yang indah bersama. demikian 
kita harus sepakat demi memajukan ranah minang. 
wassalam

Eri Baheram (1960)

Artistvägen 6

12135 Johanneshov

Stockholm-Sweden

hp. +46-73-7449990

--- On Sun, 2/7/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati.
To: [email protected]
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "gebuminang pusat" 
<[email protected]>
Date: Sunday, February 7, 2010, 12:00 AM

Tarimo kasih Riri dan Sanak Deni Risman,O baitu duduaknyo pakaro ? Sia diantaro 
kito nan punyo jalur ka bung Fauzi Bahar ko ? Apo sabab baliau membela cafe nan 
mahambek program perbaikan palabuhan Muaro tu ?
Ambo cubo mandalaminyo nanti dalam rencana Gebu Minang untuak mandorong potensi 
martim Sumatera Barat, tamasuak untuak mandanga apo alasan Walikota Padang ko 
[kalau bisa].
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Sat, 2/6/10, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:

From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati.
To: [email protected]
Date: Saturday, February 6, 2010, 4:23 PM

Jadi provinsi dan kementrianpun ndak bisa manga2 jo cafe tu?

Kalau begitu,
 bagaimana kalau kita minta dunsanak2 nan di koran
maangkek isu ko ka halaman muko koran di sumbar?

Riri
Bekasi, l, 47

On 06/02/2010, deni risman <[email protected]> wrote:
> Assalamualaikum ww.
> Pak Sa, setahu ambo pemerintah propinsi samo kementrian lai punyo perhatian.
> buktinyo sudah 2 tahun dana pengerukan dianggarkan. Tapi ndak bisa
> terlaksana, Penyebabnya, karano ado bangunan cafe AW yang menjorok ka tangah
> sungai. Mestinyo bangunan ko ndak dibuliahkan berdiri, tapi kareno
> kewenangan (atas seizin) Fauzi Bahar, bangunan ko berdiri dan sampai kini
> ndak bisa dibongka. Akibatnyo pengerukan, ndak bisa dilakukan, an pitih
> baliak ka pusat. Untuk tahun ko, ambo dapek informasi, dana pengerukan
> dianggarkan baliak. Tapi, kalau Wlikota tetap melindungi cafe ko,
 antahlah,
> mungkin Pelabuhan ko akan menjadi kenangan sajo lai.
>
> Wassalam
>
> H. Denni Risman
> kini tingga di Pekanbaru
>
> --- Pada Sab, 6/2/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis:
>
> Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
> Judul: [...@ntau-net] Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati.
> Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>
> Tanggal: Sabtu, 6 Februari, 2010, 3:20 PM
>
> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,Dengan tidak kita sadari, satu
> demi satu 'asset' daerah Sumatera Barat merosot dalam kualitas, bukan
 saja
> oleh karena tak ada yang mengelola, tetapi juga --kelihatannya oleh karena
> tak ada yang memperhatikan.
> Kali ini diberitakan tentang pelabuhan Muaro di Padang yang nyaris mati,
> oleh karena pendangkalan, yang jelas berdampak pada merosotnya kehidupan
> ekonomi lokal. Saya bertanya dalam hati: kok kementerian perhubungan dan
> pemda Sumbar tidak memberikan reaksi ?
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
>
> PERHUBUNGAN
> Pelabuhan Muaro Padang Nyaris Mati
>
> Kompas, Sabtu, 6 Februari 2010 | 03:24 WIB
>
> Padang, Kompas - Pelabuhan Muaro Padang nyaris mati tanpa aktivitas. Kapal
> layar motor tidak masuk ke dermaga karena Sungai (Batang) Arau mengalami
> pendangkalan. Kapal hanya bisa masuk saat pasang pada malam hari dengan
> muatan terbatas.oup/RantauNet/subscribe



      



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke