Phi, harusnya kalau untuak Padang, ini bukan "tamparan" dalam arti keras,
tapi "cambuk" untuk bisa seperti Jembrana, atau malah lebih maju (kan
mantarinyo urang awak)

Titik awalnya kan sama, ada SIN/ NIK yang dibuat Dep/Kem dagri, diujicobakan
di 6 Kabupaten/ Kota, termasuk Padang dan Jembrana. Oleh Jembrana ini
dimanfaatkan lebih lanjut untuk e-voting.

Harusnya investasi untuk ini tidak terlalu mahal karena sebagian "sudah
ditanggung oleh Depdagri", seperti struktur database, software architecture
keseluruhan, dan juga ini kan merupakan bagian dari uji coba.

Jadi yang mereka perlukan tinggal dari mulai "membaca KTP" dan "membaca
pilihan" melalui touch screen. (*Phi, KTP nya sudah menggunakan RIFD, jadi
pakai chips; bukan bar code*)*.*

Nah, kalau Padang minat, harusnya ga susah kok. Ephi dan kawan2 pasti siap
dari sisi teknologi. Pitihnyo? Lho kan ini sekalian uji coba proyeknya
Kemdagri, masa pak Menteri ndak amuah menyediakan dana, kan dulu awak
mendukung bana ado Menteri dari kampuang awak.

Tentang kekhawatiran uni atas security dari e-vote di Jembrana ini memang
perlu mendapat perhatian.

Teknologi ini e-vote biasanya kan pakai Diebold system yang katanya memiliki
kelemahan. Tapi "katanya" lagi, mereka bisa mengatasi kelemahan ini.
Sejauhmana ini bisa diatasi, dan apakah termasuk ada pengujian dari pihak
independen, ini yang belum kedengaran disebut2. (ngomong2 diebold system
jadi ingat rame2 pembobolan atm)

Jadi ba'a Phi, ba a kalau Pemkot Padang (bahkan Pemprov Sumbar) "diangek2-i"
untuak mengoptimalkan proyek SIAK/ SIN nya Kemdagri ko?

Riri
Bekasi, l, 47



Riri
Bekasi, l, 47












2010/2/14 Ephi Lintau <[email protected]>

> dari milis sebelah :
> e-voting, sebuah tamparan dari Bali
>
> Melihat e-voting di Jembrana Bali dan kesederhanaan
> penuturna dari Bupati Bali dan staf IT yang telihat,
> terbayang bagaimana kesajahaan itu membuahkan
> hasil yang ternilai.
>
> Bayangkan, lompatan tak terhingga, sebuha quantum leap
> bagi masyarakat pedesaan yang bahwakan pegang compi
> saja belum pernah namun didisain sebuah sistem yang
> memungkinkan siapa saja bisa melakukan proses voting
> secara elektronik secara sederhana. Bahkan dilakukan oleh
> orang-orang tua yang belum tentu bisa membaca dan
> menulis.
>
> Proses e-voting sederhana sekali, yaitu hanya terjadi dua
> tahap, yaitu verifikasi data dan voting dengan touch screen
> pada foto yang dipilih.
>
> Di verifikasi data, ini smartnya, KTP tinggal diletakkan diatas
> scanner da kemudian layar akan menjelaskan foto dan nama
> pemilih. Proses verifikasi ini saya yakin juga didata buka hanya
> untuk mengetahui keabsahan calon pemilih, juga untuk mendeteksi
> pengguinaan KTP yang tidak dikeluarkan atau dididsain oleh
> Kabupaten Jembrana untuk tujuan e-voting dengan menggunakan
> mungkin bar-code.
>
> Ini tentu saja bukan hanya akan membuat perkembangan bisa
> diikuti secara real time, tetapi juga verifikasi pemilih yang berhak.
> Hal ini dimungkinkan oleh wireless comunication system antara
> pusat-pusat informasi diseluruh kabupaten Jembrana untuk
> berkomunikasi data. Disain program saya yakin telah
> meperhitungkan satu KTP satu suara sehingga kehawatiran KTP
> atau pemilh double pasti tidak dimungkinkan tanpa proses yang
> sulit karena tidak mungkin seorang pemilih yang telah memilih
> di sebua tempat kemudian pergi ke tampat lain untuk memilih lagi.
> Petugas yang mengawasi dari jauh proses verifikasi yang dilakukan
> sendiri oleh pemilih pasti tahu atau system pasti sudah di disain untuk
> memberi tahu.
>
> Disain touch screen sungguh sebuah inovasi techno-sosial yang luar
> biasa. Sangat efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah
> IT devide bagi masyarakat Jembrana yang sebagian lanjut usia,
> tidak berpendidikan, sudah lanjut usia, namun berhak atas pemilihan.
>
> Teknologi touch screen dengan foto dan KTP scanner sungguh sebuah
> disain system yang pantas diacungi jempol. Apalagi, pemilu kemarin
> kita baru saja disuguhi tontonan tidak mutu dengan amburadulnya
> DPT dan DPS. Bahkan , berita menyesakkan dada, pilkada di Jatim
> pun, yang pemilu lalu bermasalah dengan DPT hingga Kapoldanya
> dipanggil ke Mabes seperti penjelasan Deni Indrayana staf khusus
> Presiden dalam acara debat di TV One, masih bermasalah dengan
> DPS. Seakan tidak berkaca kepada pengalaman masa lalau dan
> tidak ada proses pembelajaran kepada pengalaman.
>
> Kabupaten Jembrana dengan segala kesederhaan dan kerendahan
> hatinya, termasuk keterbatasan anggarannya, mampu membuat
> sebuah terobosan luar biasa bagi kemajuan negeri yang layak
> diangkat di tingkat dunia. Seakan menyindir pemilu yang
> menghabiskan dana puluhan trilyun namun IT nya tampak segan
> untuk unjuk diri.
>
> Apa yang terjadi dengan kabupaten Jembrana seakan menampar
> realita bernegara. e-voting tidak diakui karena peraturan mengatur
> pemilu yang sah adalah di coblos atau di conrtreng.......; gedubraaakak !!!
>
> Indonesiana !!! segala hal bisa terjadi
>
> Maka, jangan pernah berpikir atau melihat daerah hanya dari Jakarta.
> Lihatlah pula kiprah para BUPATI BUKAN BIASA di Kick Andy dan
> bandingkan dengan keangkuhan serta kejumawaaan para penguasa
> negeri seakan merekalh yang paling ............ hingga sebuah kemajuan
> peradaban pun tidak diakui dan harus melalui Judicial Review.
>
> --
> =========== Salam Hormat ==========
> Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau
> e-Learning | e-Literacy | e-Business
> www.ephi.web.id
> www.web1juta.com
> www.sukses-bersama.com
> www.pengusaha-online.com
> www.e-investasi.com
> e-Mail : [email protected]
> Handphone  : 08126777956
> ================================
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>



-- 
Riri Chaidir
Bekasi, L, 47

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke