Mak Ngah yth. Ambo mangusulkan kapado beliau untuk mengajak mahasiswanyo pertamo tamo mangumpuakan email nan topiknyo curito PRRI dari palanta rantaunet Sasudah itu dicari pulo curito/bahan langsuang ka pelaku di nagari nagari. Permintaan Mak Ngah, akan ambo sampaikan ka beliau.
Jadi tentunya hasilnya nanti indak marupokan karya sejarah resmi, karano curito mungkin subjektif, bahkan bantuak penulisannya bisa sarupo sastra lisan nan sudah dikenal salamo iko di kampuang awak. Aspek kemanusiannyo nan diharapkan bisa manjadi pelajaran untuak anak cucu kito nanti. Sebagai contoh curito kesedihan seorang ibu di salah nagari yang keduo anak kembarnyo si Hasan dan si Husen tewas sebagai pejuang di pihak yang berlawanan yang sama sama membela Merah Putih, atau sarupo kisah: *Penantian seorang Ibu* *Di dalam laporan tercatat resmi Ketika perang telah terjadi 6743 orang hilang dan mati Mereka korban pembela demokrasi * *Sudah takdir Allah berkehendak Banyak yang mati kena ditembak Jauh dari ibu, jauh dari bapak Mayat terbujur di dalam semak * *Bukannya diri yang meminta Tapi ketetapan Tuhan yang Esa Jasad dikubur di tengah rimba Tak ada petunjuk, tiada penanda * *Inilah derita yang sangat panjang Saat si Buyung tak kunjung pulang Mungkin si anak telah hilang Tidak kembali setelah perang * *Ketika damai sesudah pergolakan Buyung tak kembali ke kampung halaman Bunda menunggu berbulan bulan Hati sedih tak bisa dikatakan * *Terasa badan tidak di bumi Ibu menangis sepanjang hari Mengenang si Buyung belahan diri Entah ke mana akan dicari * *Kepada kawan diminta informasi Tapi tiada jawaban pasti Buyung terpisah lama sekali Saat bergerilya seorang diri * *Buyung dicari ke semua tempat Di mana terjadi pertempuran hebat Antara TP dengan tentara Pusat Mungkinkah ananda ikut terlibat * *Kalau boleh ibu berharap Semoga Buyung hanya tertangkap Kini di tahanan sedang lelap Menunggu vonis hukuman tetap * *Seandainya Buyung telah gugur Temuilah Bunda di mimpi tidur Nisan pusara dijadikan penghibur Walau jasad telah hancur * *Beginilah nasib Bunda terima Tiada kabar, tiada berita Meskipun dicari ke mana mana Buyung raib tak tentu rimba* Salam Abraham Ilyas Lk. >64th www.nagari.org -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
