Pak Abraham, Gejala saling menjaga nagari mungkin akibat sistem kekerabatan dalam adat kita. Untuk ini kita serahkan kepada para ahli menelitinya.
Sungguh tragis akhir hidup Pak Wali Muluk dari nagari Tanjung.. Sedangkan Wali Muaro Paneh yang kebetulan bernama sama yaitu Abdul Muluk glr Rajo Medan adalah tipe orang cepat mengambil keputusan. Oktober 1965, beliau langsung bangkit "wakden bukan urang PKI, tapi urang Muhammadiyah". Dia langsung memimpin gerakan masa untuk menciduk orang-orang PKI dan ex OPR, bahkan ada seorang Masyumi yang ketiban sial ikut diciduk karena ada bukti kuat pernah membantu PKI. Tokoh-tokoh masyarakat senang saja melihat kejadian ini, tak ada yang protes. Mungkin karena peranan beliau ini tak ada orang PKI yang terbunuh di Muaro Paneh pasca G-30S. Yang kena tangan sih banyak, tergantung keganasannya selama memakai baju OPR. Mereka diinternir di Simpang Rumbio, dekat kota Solok selama 12 tahun. Siang boleh pulang, malam kembali ke surau. Sayang selama perang saudara banyak orang yang tidak bersalah menemui ajalnya. Salam, Muchlis Hamid, 64, Jkt. ________________________________ From: Abraham Ilyas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, February 13, 2010 8:17:15 AM Subject: Re: [...@ntau-net] Perjuangan Menyelamatkan Negara Pak Muchlis Hamid yth. Sarupo kajadian di Muaro Paneh, mako kejadiaan nan sarupo itu tajadi pulo di nagari ambo. Nagari kami lai indak dibaka dek tantara Soekarno karano ado wali Muluk dan indak banyak urang kampuang kami nan ditangkok/dipanjaro, sayang beliau menjadi korban kutiko peristiwa G30S/PKI, dibunuah. Ambo mandapek curito dari nagari nagari lainnyo, kajadiaannyo sarupo itu pulo. Ambo indak tahu apokoh alah ado ahli sejarah kito meneliti setentangan penyelamatan nagari iko di dalam suasana nan sulit tsb. Ikolah hikmahnya nan ambo raso paralu dijelaskan ka nan mudo mudo, iduik ba nagari bukan hanyo ba ideologi. Nagari bisa selamat, meskipun korban lainnyo indak bisa dihindarkan dalam setiap peperangan. Untuak catatan satantangan iko ambo curitokan dalam: X. Tentara Pusat menduduki nagari Tanjung Supaya perang tidak mulus Jalan ke Pato tak boleh tembus Titian di Tanjung harus diputus Kenderaan militer tak bisa terus Bulan Desember tahun enam puluh Pusat datang laksana guruh Dengan konvoi berisi penuh Pertahanan Marapalam telah jatuh 1 Pato dimasuki di sisi belakang Dari Lintau musuh datang Lalu turun ke Tanjung Sungayang Di batang Selo konvoi terhalang Di tepi batang Kalano konvoi terhenti Membuat jembatan untuk meniti Kerambil ditebang tak diganti rugi Pohon dipotong lalu digergaji Untuk menyeberang Selo Tongah Jalan terhalang lapau Mak Angah Tentara mengambil jalan yang mudah Kedai dibakar sampai musnah Pemilik memohon bibir bergetar Agar kedainya tidak dibakar Tapi tentara tak mau dengar Akhirnya Mak Angah kena tampar Ini pesan Soekarno cs Kalau tak ingin bernasib apes Rakyat jangan lakukan protes Harus diam seperti bola kempes Ke dalam rimba PRRI menyuruk Lalu OPR segera dibentuk Wali nagari langsung ditunjuk Dia bernama Abdul Muluk Abdul Muluk aktivis partai Sehari hari jualan di kedai Dia termasuk orang yang pandai Dengan penduduk Muluk berdamai Kepada partai Muluk patuh Memerangi PRRI sampai luluh Dia tidak sembarang tuduh Hanya sedikit korban yang jatuh OPR akronim dari kalimat Organisasi Perlawanan Rakyat Anggotanya preman dibayar Pusat Menerima upah setiap Jum at Dalam nagari di kecamatan Sungayang OPR didaftarkan 30 orang Diberi seragam dan senapang Lalu dilatih pagi dan petang Karena politik dijadikan pengulu Dipakai kebijaksanaan belah bambu Rakyat disiapkan untuk diadu OPR dipilih dari partai tertentu1 Puncak Marapalam atau Puncak Pato, konon di sinilah adagium ABS SBK disepakati antara kaum Adat dengan kaum Padri. Jalan dari Tanjung ke Pato sangat strategis untuk pertahanan terhadap serangan musuh yang menuju Lintau. Salam Abraham Ilyas 64 th. www.nagari.org -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
