”Sekali Janji Terucap, 
Empat Ekor Kuda Tidak Bisa Menariknya Kembali”
 
Benar sekali!
Hanya untuk melupakan apa yang sudah dijanjikan,
tidak perlu ada kuda yang menariknya!
 
GONG XI FA CAI.
 
=============================================
 
Politisi Diminta Penuhi Janji
Presiden dan Wapres Hadiri Perayaan Imlek 2561
Minggu, 21 Februari 2010 | 03:39 WIB

Jakarta, Kompas - Hiruk pikuk agenda politik sepanjang 2009, dari pemilihan 
umum, pemilihan presiden, hingga pemilihan kepala daerah, yang berlanjut tahun 
ini membuat penganut Konghucu mengingatkan politisi untuk memenuhi janji-janji 
mereka yang diumbar pada masa kampanye.

Hal itulah yang membuat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia memilih tema 
”Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tidak Bisa Menariknya Kembali” dalam 
Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 yang diselenggarakan di Balai Sidang 
Jakarta, Sabtu (20/2).

Perayaan Imlek itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ny 
Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono.

Ketua Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 Majelis Tinggi Agama 
Konghucu Indonesia Js Henny Loho mengatakan, tema perayaan Imlek nasional 2561 
tersebut dipilih karena dipandang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. 
Para tokoh politik mudah berjanji, tapi kerap berperilaku tidak konsisten 
dengan apa yang mereka janjikan.

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Ws Budi S Tanuwibowo 
menambahkan, ketidakkonsistenan kerap tecermin pada perilaku politisi dalam 
pemilihan umum untuk anggota legislatif, pemilihan presiden, hingga pemilihan 
kepala daerah. ”Komitmen masyarakat saat ini sangat longgar dan gampang 
melupakan janji,” ujarnya.

Pada perayaan itu, Henny dan Budi mengingatkan bahwa Imlek yang tahun ini sudah 
dirayakan untuk ke-11 kalinya di Indonesia dapat diselenggarakan atas jasa dan 
komitmen Presiden RI yang keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ”Namun, 53 hari 
lalu beliau telah dipanggil pulang menghadap sang Maha Pencipta sehingga tidak 
bisa menghadiri perayaan ini,” ujar Henny.

Budi menegaskan, perayaan Imlek nasional untuk pertama kalinya di Indonesia 
pada 17 Februari 2000 telah membuka jalan bagi umat Konghucu di Indonesia 
memperoleh hak-hak sipil mereka.

Doa khusus untuk mendiang Gus Dur juga dipanjatkan dalam Doa Imlek 2561 pada 
perayaan tahun ini.

Semua berjanji.

Berkaitan dengan tema ”Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tak Bisa 
Menariknya Kembali”, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa pesan itu bukan hanya 
berlaku bagi umat Konghucu dan etnis Tionghoa, tetapi juga berlaku bagi semua 
orang, termasuk Presiden sendiri.

”Oleh karena itu, marilah kita semua senantiasa menjaga sikap dan tutur kata 
kita, termasuk ketika harus berjanji. Marilah kita tegakkan dan jalankan 
sesanti ’Satunya Kata dalam Perbuatan’,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, 
pascapenyelenggaraan Pemilihan Umum 2009 dan sejumlah pilkada, sudah tiba 
saatnya bagi para pejabat yang menerima mandat dan amanat dari rakyat untuk 
bekerja keras dan mewujudkan apa yang telah dijanjikan dalam kampanye.

”Kita semua telah berjanji, apakah waktu itu para calon anggota DPR, DPD, dan 
DPRD, para calon presiden dan wakil presiden, calon gubernur, bupati, dan wali 
kota, maupun partai-partai politik peserta pemilu. Karena itu, kita 
berkewajiban mewujudkannya demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat kita meskipun 
situasinya tidak selalu mudah, tapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak 
terus berupaya dan bekerja keras,” kata Presiden.

Seperti pada sambutannya dalam Perayaan Imlek Nasional tahun 2009, Presiden 
juga kembali meminta kepada Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri 
Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta semua pihak terkait untuk terus meningkatkan 
kualitas pelayanan hak-hak sipil bagi umat Konghucu dan etnis Tionghoa. (DAY)




      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke