Pak Jacky,
Sebuah tema yang "berani", tapi bagus sekali Riri Bekasi, l, 47 From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Jacky Mardono Tjokrodiredjo Sent: Sunday, February 21, 2010 9:29 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [...@ntau-net] Kuda dan pengucap janji. "Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tidak Bisa Menariknya Kembali" Benar sekali! Hanya untuk melupakan apa yang sudah dijanjikan, tidak perlu ada kuda yang menariknya! GONG XI FA CAI. ============================================= Politisi Diminta Penuhi Janji Presiden dan Wapres Hadiri Perayaan Imlek 2561 Minggu, 21 Februari 2010 | 03:39 WIB Jakarta, Kompas - Hiruk pikuk agenda politik sepanjang 2009, dari pemilihan umum, pemilihan presiden, hingga pemilihan kepala daerah, yang berlanjut tahun ini membuat penganut Konghucu mengingatkan politisi untuk memenuhi janji-janji mereka yang diumbar pada masa kampanye. Hal itulah yang membuat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia memilih tema "Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tidak Bisa Menariknya Kembali" dalam Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 yang diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta, Sabtu (20/2). Perayaan Imlek itu dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono. Ketua Panitia Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Js Henny Loho mengatakan, tema perayaan Imlek nasional 2561 tersebut dipilih karena dipandang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Para tokoh politik mudah berjanji, tapi kerap berperilaku tidak konsisten dengan apa yang mereka janjikan. Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Ws Budi S Tanuwibowo menambahkan, ketidakkonsistenan kerap tecermin pada perilaku politisi dalam pemilihan umum untuk anggota legislatif, pemilihan presiden, hingga pemilihan kepala daerah. "Komitmen masyarakat saat ini sangat longgar dan gampang melupakan janji," ujarnya. Pada perayaan itu, Henny dan Budi mengingatkan bahwa Imlek yang tahun ini sudah dirayakan untuk ke-11 kalinya di Indonesia dapat diselenggarakan atas jasa dan komitmen Presiden RI yang keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Namun, 53 hari lalu beliau telah dipanggil pulang menghadap sang Maha Pencipta sehingga tidak bisa menghadiri perayaan ini," ujar Henny. Budi menegaskan, perayaan Imlek nasional untuk pertama kalinya di Indonesia pada 17 Februari 2000 telah membuka jalan bagi umat Konghucu di Indonesia memperoleh hak-hak sipil mereka. Doa khusus untuk mendiang Gus Dur juga dipanjatkan dalam Doa Imlek 2561 pada perayaan tahun ini. Semua berjanji. Berkaitan dengan tema "Sekali Janji Terucap, Empat Ekor Kuda Tak Bisa Menariknya Kembali", Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa pesan itu bukan hanya berlaku bagi umat Konghucu dan etnis Tionghoa, tetapi juga berlaku bagi semua orang, termasuk Presiden sendiri. "Oleh karena itu, marilah kita semua senantiasa menjaga sikap dan tutur kata kita, termasuk ketika harus berjanji. Marilah kita tegakkan dan jalankan sesanti 'Satunya Kata dalam Perbuatan'," ujarnya. Presiden juga mengingatkan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pascapenyelenggaraan Pemilihan Umum 2009 dan sejumlah pilkada, sudah tiba saatnya bagi para pejabat yang menerima mandat dan amanat dari rakyat untuk bekerja keras dan mewujudkan apa yang telah dijanjikan dalam kampanye. "Kita semua telah berjanji, apakah waktu itu para calon anggota DPR, DPD, dan DPRD, para calon presiden dan wakil presiden, calon gubernur, bupati, dan wali kota, maupun partai-partai politik peserta pemilu. Karena itu, kita berkewajiban mewujudkannya demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat kita meskipun situasinya tidak selalu mudah, tapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak terus berupaya dan bekerja keras," kata Presiden. Seperti pada sambutannya dalam Perayaan Imlek Nasional tahun 2009, Presiden juga kembali meminta kepada Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta semua pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hak-hak sipil bagi umat Konghucu dan etnis Tionghoa. (DAY) _____ -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
