Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
Sekedar maangek-angekkan saluang manjalang KKMP bulan Agustus nanti,nan titik 
pusat paratiannyo adolah pado pangukuhan ABS SBK,  rasonyo ado manfaatnyo kito 
inok-inokkan tulisan K.H. Tolkhah Hasan dari NU di bawah iko, tantang 
Manaladani Nabi Muhammad s.a.w.
Kan Nabi Muhammad s.a.w nan malatakkan dasar syarak agamo Islam nan kito anuik  
dan jadi salah satu rujukan dari ABS SBK ? Sampai bara jauah kito -- sebagai 
umat Muhammad saw -- sudah manaladani beliau ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


 


Meneladani Nabi Muhammad


Kompas, Kamis, 25 Februari 2010 | 03:39 WIB
Oleh KH Tholhah Hasan 
Setiap tanggal 12 Rabiulawal, umat Islam di seantero dunia memperingati maulid 
(hari lahir) Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad diakui para pengikutnya, lawan-lawannya, dan para pengamat 
kehidupannya adalah manusia luar biasa. Manusia yang punya pengaruh sangat 
besar terhadap perjalanan hidup umat manusia dan peradabannya di dunia, baik 
ketika masih hidup maupun setelah meninggal, bahkan sampai kini.
Tidak heran, Michael H Hart, dalam buku The 100, a Ranking of the Most 
Influential Persons in History, menempatkan Nabi Muhammad pada urutan pertama 
di antara 100 tokoh besar yang dipilihnya, dengan alasan: ”Muhammad adalah 
satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar 
biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi; Muhammad 
yang berasal-usul dari keluarga sederhana telah menegakkan dan menyebarkan 
salah satu dari agama terbesar di dunia, yakni Islam. Pada saat yang bersamaan, 
ia tampil sebagai pemimpin yang tangguh, tulen, dan efektif. Kini, 13 abad 
sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat, mendalam, dan berakar. Dari 
segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama 
dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya 
menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia paling berpengaruh dalam 
sejarah umat manusia.”
Sejarah memberi kesaksian, Muhammad figur yang menarik perhatian sejak usia 
muda. Di samping talenta kepemimpinan menonjol, ia sejak muda dikenal moralis 
sehingga ia lebih dikenal sebagai ”al-Amin” (orang yang jujur dan bertanggung 
jawab). Ia sudah terlibat gerakan moral ”HilfulFudlul” (sumpah keutamaan) yang 
membela keadilan dan kebenaran kepada siapa pun ketika masih sangat belia.
Ia juga tampil sebagai tokoh yang berkarakter demokratis dan suka perdamaian. 
Karakter itu jadi menarik ketika ia dipercaya kaumnya untuk meletakkan ”Hajar 
Aswad” di tempat semula saat Kabah baru selesai direnovasi. Kabilah-kabilah di 
Mekkah dan sekitar bersaing memperebutkan kehormatan sebagai pembawa Hajar 
Aswad sehingga nyaris menyulut perang saudara.
Dengan kearifannya, ia mengangkat Hajar Aswad di atas selembar kain segi empat, 
kemudian mengajak empat wakil suku yang berebut untuk bersama mengangkat hajar 
aswad dengan memegang ujung-ujung kain. Baru kemudian, setelah sampai di dekat 
Kabah, Muhammad mengangkat Hajar Aswad dan meletakkan di tempatnya. Mereka yang 
menyaksikan bersorak dan bertepuk tangan dengan rasa puas dan kagum.
Puncak karakter Muhammad sebagai pemimpin tangguh, yang visioner, efektif, 
adalah setelah memasuki Madinah dan hidup di tengah-tengah masyarakat baru yang 
mencintainya dan mendukungnya habis-habisan, kebalikan dari masyarakat Mekkah 
yang memusuhi dan membencinya setelah ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul 
meskipun sebelumnya mereka juga sangat menghormati dan mengaguminya.
Reaksi berlebihan penduduk Mekkah terhadap Muhammad bukan sebatas karena dakwah 
Islam yang dibawanya mengubah paradigma teologis yang mereka anut, yakni 
teologi paganisme, jadi teologi monotheis (tauhid), tetapi perubahan yang 
dibawa juga menyentuh sistem sosial, yang menggusur paradigma feodalisme jadi 
egaliter dan demokratis.
Muhammad berhasil hijrah ke Madinah dan memperoleh sambutan luar biasa dari 
penduduk Madinah, termasuk komunitas non-Muslim dan kaum intelektualnya, 
seperti yang diceritakan Abdullah bin Salam, seorang intelektual Yahudi yang 
disegani.
”Ketika tersebar berita Muhammad akan datang di Madinah, penduduk kota setiap 
hari menunggu kehadirannya dan ramai-ramai menjemput di kawasan Quba. Saya dan 
teman-teman saya dari komunitas Yahudi juga ikut ke sana, saya ingin melihat 
sendiri wajah Muhammad yang menjadi buah bibir mereka dengan penuh kecintaan 
dan kekaguman. Setelah saya melihat sendiri wajah Muhammad, hati saya langsung 
jatuh simpati dan saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri bahwa saya telah 
ikut mengagumi orang ini.” Hari itu juga ia menemui Muhammad dan menyatakan 
masuk Islam.
Momentum seperti ini, menurut Prof Muhammad al-Ghozali, dimanfaatkan dengan 
efektif oleh Muhammad dengan meluncurkan program-program strategis untuk 
mewujudkan tugas risalahnya, berupa: 1) membangun hubungan kuat antara umat dan 
Tuhan; 2) membangun hubungan harmonis antarsesama umat seiman, dan 3) membangun 
hubungan baik dan adil dengan umat lain. Perubahan dan pembaruan yang selalu 
diperjuangkan Nabi Muhammad adalah untuk mewujudkan masyarakat mukmin yang 
berbudaya sebagai masyarakat yang religious-etis, damai dan demokratis, 
sejahtera lahir batin, dan berkeadilan.
Perlu diteladani
Untuk mewujudkan tugas-tugas risalahnya dalam rangka membangun masyarakat yang 
diidealkan, Nabi Muhammad meletakkan dasar-dasar kebijakan yang secara 
konsisten dilaksanakan bersama-sama pengikutnya selama lebih kurang sepuluh 
tahun. Perubahan-perubahan yang dihasilkan pun sangat mengagumkan. Pokok-pokok 
kebijakan tersebut adalah: pertama, ”membangun masjid” sebagai pusat komunikasi 
spiritual antara manusia dan Tuhannya serta pusat interaksi antara sesama 
mukmin atas dasar kebersamaan dan saling menghormati. Suatu hari, Abu Darda’ 
berselisih dengan seorang sahabat berkulit hitam dan melecehkannya karena warna 
kulitnya, ia tersinggung dan melapor ke Muhammad. Abu Darda’ dipanggil Muhammad 
dan diperingatkan, ”Sikapmu itu merupakan sisa-sisa jahiliyah.” Diskriminasi 
dan arogansi sosial seperti ini telah dihapus oleh Nabi Muhammad.
Usamah bin Zaid (putra Zaid bin Haritsah), pemuda yang disayang Muhammad, suatu 
hari menghadap Muhammad di masjid, menyampaikan ada suku Arab terhormat meminta 
tolong agar salah seorang anggota suku yang melakukan tindak kriminal dapat 
dibebaskan dari tindakan hukum. Muhammad menjawab: ”Usamah, cara-cara begini 
ini yang menyebabkan orang-orang sebelum kita dulu menjadi rusak. Kalau ada 
orang dari rakyat rendahan melakukan pelanggaran selalu ditindak tegas, tetapi 
kalau yang melakukan pelanggaran itu dari golongan yang terhormat akan 
dibebaskan dari hukuman. Saya tak mau melakukan seperti itu, cara itu tidak 
adil.”
Kedua, mempersaudarakan antara sahabat Ansor dan sahabat Muhajirin yang 
mengalami kesulitan ekonomi karena asetnya banyak ditinggal di Mekkah atau 
dirampas orang kafir Quraisy. Kesetiakawanan dibangun atas dasar ”ukhuwah 
Islamiyah”. Kesetiakawanan dan semangat berbagi ini mendapatkan legitimasinya 
setelah diperintahkan oleh wahyu berupa hukum waris, perintah zakat, wakaf, 
sedekah dan lain-lain. Ketiga, beberapa saat setelah berada di Madinah, 
Muhammad menggagas perlunya mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya, yang 
terdiri atas beberapa suku dan pemeluk agama, agar bahu-membahu menjaga 
keamanan kota Madinah dan sekitarnya dari gangguan dan ancaman. Juga 
kesepakatan menjaga kebebasan beragama dan menjalankan ibadah. Kesepakatan 
tertuang dalam ”Piagam Madinah” sebagai kontrak sosial-politik yang dilahirkan 
secara demokratis dan terdokumentasi. Piagam ini dinilai para pakar sebagai 
cikal bakal berdirinya ”Negara Islam Madinah” dengan
 penduduk/masyarakat pluralis.
KH Tholhah Hasan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke