Pernah kah kita menemui seseorang yg berpenampilan terbaik? Jangan terkecoh 
oleh penampilannya,Jangan terkecoh oleh topeng yang dipakai. Sering kata2 
tersebut kita dengar, apalagi pada orang yg baru kita kenal , Ya..dia memakai 
topeng, dia memakai seribu topeng, topeng yang takut dia lepaskan, yang tidak 
satupun diantara topeng itu adalah dirinya yang sebenarnya. Pura-pura adalah 
seni yang menjadi sifat keduanya Untuk itu, jangan terkecoh oleh penampilannya.

Atau seperti ini,

Dia memberikan kesan bahwa dirinya tentram, bahwa semuanya beres, baik didalam 
batin maupun kehidupannya. Kepercayaan diri adalah ciri-cirinya dan sikap 
tenang adalah kebiasaannya. Wajah yang tenang dan menunjukkan bahwa dialah yang 
memegang kendali serta dia tidak membutuhkan siapapun itu yang ia tunjukkan. 
Tetapi jangan terkecoh oleh wajahnya…

Dan seperti ini,

Dia ngobrol santai denganmu dengan nada basa-basi. Dia katakan segalanya yang 
sebenarnya hal-hal yang tidak ada artinya, yang sama sekali lain dari pada 
seruan hatinya. Jadi, jika dia sedang berceloteh, jangan terkecoh oleh apa yang 
dia ucapkan. Mengapa? Demi keselamatannya Karena dia memendam sesuatu yang 
harus dia ucapkan namun tidak bisa.
Sejujurnya, dia tidak suka bersembunyi. Dia tidak suka permainan basa-basi yang 
dia mainkan ini.

Sebenarnya dia ingin tulus, spontan, dan menjadi dirinya sendiri; tetapi kita 
harus menolong dia Kita harus menolong dia dengan mengulurkan tangan sekalipun 
kelihatannya dia tidak menginginkannya atau membutuhkannya.
Setiap kali kita bersikap baik serta lembut dan memberikan dorongan kepadanya, 
setiap kali kita berusaha mengerti karena kita sungguh-sungguh peduli, hatinta 
bersayap. Sayap kecil sih… tapi bersayap. Dengan kepekaan kita dan simpati kita 
serta daya pengertian kita dia bisa menanggung semuanya. Dengan cara itu kita 
menghembuskan nafas kehidupan ke dalam dirinya

Pasti itu tidak mudah bagi kita, Keyakinan dia akan ketidakberhargaan yang 
sudah lama telah membangun sebuah dinding kuat. Tetapi kasih lebih kuat dari 
pada dinding itu dan disanalah letak pengharapannya. Tolong usahakan untuk 
merobohkan dinding itu dengan tangan-tangan yang kokoh, namun lembut, karena 
seorang anak itu peka, Siapa sih dia? Mungkin kita bertanya-tanya. Karena dia 
adalah setiap pria, setiap wanita, setiap anak-anak… dan setiap orang yang kita 
jumpai setiap hari.

Kita mungkin tidak pernah mendengar teman, saudara, ataupun orang-orang yang 
kita kasihi mengatakan hal diatas. Namun itu adalah seruan hati mereka. kita 
harus mendengarkan seruan hati mereka yang tidak terdengar oleh telinga jasmani 
ini. Dengarkanlah dengan hati kita karena mereka membutuhkan uluran kasih kita

Disamping mendengarkan tidak salah kita memberikan sedikit pujian atas apa yg 
dia lakukan Artinya, memberi pujian dari hati kita akan menyenangkan hati dia 
dan diri kita sendiri, karena ketika ketika kita memuji, pujian secara otomatis 
kembali kepada kita Hal ini mengingatkan kita pada cara hukum energi fisika 
bekerja. Tidak satupun molekul di dunia ini pernah musnah, yang terkecil 
sekalipun hanya dapat berubah bentuk. Begitu pula energi yang dipancarkan 
melalui pujian, akan berubah bentuk menjadi energi yang mengangkat hati dia, 
memotivasi semangat dia. Sehingga hati dia akan memancarkan kecantikan batiniah 
dan dunia menjadi indah karenanya tentu hal ini akan membuat kita seperti yang 
dia rasakan…

Begitupun pujian atau doa diaturkan kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta dari 
hati yang tulus. Ya Allah atas “KeagunganMu, ya Allah, Kemurahan hatiMu, 
Kemuliaan HadiratMu, membuatku tenggelam dalam haru dan syukur. Engkau yang 
terbaik dalam hidupku Tuhan, hanya Engkau yang mengerti jiwaku. Tiada yang lain 
di hatiku selain Engkau. 

Kita yakin Allah akan mendengar doa2 kita ,dan ini akan menyenangkan hati kita 
dan memancarkan kecantikan batiniah kita.
Namun, dari segala pujia2an yg diterima oleh kita tetaplah melihat diri sendiri 
dengan rendah hati dan tidak sombong. 

Cobalah renungkan pertanyaan ini, “What others say comes naturally to you?” 
Apakah seseorang pernah mengatakan ke kita terampil menata ruang, penuh 
inspirasi, senang berbagi, berotak cemerlang, mudah iba, cepat dan taktis, 
lembut hati atau berpikir logis? Cobalah kenali sisi diri kita lebih dalam, dan 
temukan di situasi bagaimana kekuatan potensi ini menonjol.

Dengan tersingkapnya sedikit demi sedikit kekuatan dan potensi yang terkandung 
di dalam diri kita , kita akan mengenal diri kita lebih baik hari demi hari. 
Kita akan menyadari bahwa hanya Tuhan yang dapat menciptakan kita demikian 
sempurna. Dan mulut kita akan dipenuhi dengan pujian kepada Sang Pemberi 
Potensi. Hati kita akan meluap dengan rasa syukur dan kita akan berjalan dengan 
mantap dalam kehidupan. Menyadari bahwa di dalam diri kita memiliki kualitas, 
ketrampilan, kemampuan, talenta dan rancangan hidup yang sempurna dari Sang 
Perancang Kehidupan.. 


Dan segala pujian yang kita terima tidak berhenti di diri kita sendiri, karena 
menjadi persembahan kita yang harum kepada Sang Pencipta. Mempersembahkan 
pujian juga membuat kita terlihat cantik (praise looks good on you). Sehingga 
pujian tidak lagi membuat kita merasa tidak layak atau tersipu malu. Tetapi 
semakin meneguhkan hati kita bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang berharga, 
mulia dan dikasihi.

Jadilah cantik karna pujian,tapi jangan sombong apalagi tinggi hati karna 
pujian, 


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke