Assalammu'alaikum Wr,Wb
Tidak ada yang bisa saya katakan selain BETAPA TULUS IKHLASNYA  CINTA seorang  
EKO PRATOMO SUYATNO , kepada istrinya . , dibuktikannya dengan tidak 
meninggalkan istri yang sedang sakit ,  ada juga  yang seperti Pak Eko ini yang 
saya temui,  kalau boleh jujur  jarang sekali ada laki-laki  yang demikian 
setianya menunggui istri yang sedang sakit.Saya sangat terharu sekali membaca 
kisah kehidupan Pak Eko ini , anak2nya pasti sangat bangga dengan ayahnya 
.Namun demikian sangat banyak laki2 yang setia kepada komitmen rumah tangganya 
, dengan cara yang berbeda menunjukkan cinta kasihnya. seperti ayah saya 
sendiri B.BASTIAN TAFAL  SH.  atau  , Dr K  SUHEMI dan yang lain2 bapak2 di 
rantau net ini , termasuk suami saya, ALHAMDULILLAH.
Wassalam
Dewi Mutiara ,suku Sikumbang.

--- On Mon, 3/1/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Suamiii
To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>
Date: Monday, March 1, 2010, 12:25 PM

 SUAMI BERHATI MALAIKATAnak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini 
hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan 
adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan 
kalian.. (sejenak kerongkongannya tersekat)kalian yang selalu kurindukan hadir 
di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan 
apapun.." (Eko Pratomo Suyatno)Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal 
lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku 
investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri 
reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan 
investasi reksadana besar di negeri ini.Dalam posisinya seperti sekarang ini, 
boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang 
jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau 
sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang
 luar biasa!!!!Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang 
sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat 
merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. 
Dikaruniai 4 orang anak.Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya 
melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa 
digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh 
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak 
bisa digerakkan lagi.Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian 
memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat 
tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. 
Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah 
tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga 
siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya
 makan siang.Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan 
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa 
saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat 
tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan 
terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas 
ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia 
merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang 
anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.Pada suatu 
hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah 
anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak 
Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan 
hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.Dengan kalimat yang cukup 
hati-hati, anak yang sulung
 berkata:“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak 
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak 
tidak izinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.“Sudah 
keempat kalinya kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan 
mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti 
ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu 
sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan 
permohonannya.”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya 
untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu 
kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan 
kalian….(sejenak kerongkongannya tersekat… kalian yang selalu kurindukan hadir 
di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan 
apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan
 keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin 
bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian 
menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, 
bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama 
sekali tidak diduga anak-anaknyaSejenak meledaklah tangis anak-anak Pak 
Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu 
Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya 
itu……Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta 
untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak 
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak 
bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio 
kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.Disitulah Pak Suyatno 
bercerita : “Jika manusia di dunia ini
 mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, 
tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya 
menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar 
merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan 
dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu.. Sekarang saat dia sakit karena 
berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah 
saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum 
tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis” Setiap 
malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di 
atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan 
dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN 
SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.  

Berulang kali saya baca emal kriman sahaabat saya sumadi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke