Trima kasih banyak  Pak Emi , Ayah saya Almarhum ,memang sangat senang menulis 
dalam bidang Hukum , ayah saya juga seorang ahli Hukum Adat ,juga dalam bidang 
Hukum Acara Pidana , sayangnya saya tidak mewarisi bakat ayah saya. Saya memang 
kuliah di fak Hukum tapi tidak menjadi ahli Hukum , begitu tamat disuruh jadi 
Ibu Rumah tangga.. Ayah saya mengatakan menjadi seorang Hakim itu berat sekali 
tugasnya dia menjadi Wakil Tuhan di dunia dalam mengadili. Saya dan adik2 
sangat bangga dengan ayah saya , walau kehidupan beliau sangat sederhana sekali 
tetapi beliau sangat bahagia didalam kehidupannya. Beliau juga seorang suami 
yang sangat-sangat mencintai istrinya sehingga dikantor dulu dijadikan contoh 
oleh pegawai2.
Wassalam
Dewi Mutiara.

--- On Mon, 3/1/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] Suamiii
To: "Rantau" <[email protected]>
Date: Monday, March 1, 2010, 11:08 PM

   Salam hormat saya pada Ayah Dewi Ajo B.BASTIAN TAFAL  SH. Yang sangat 
produktif menuls di harian yg terbiit di Padang
Banyak orang suuka tulisan ayah , smoga Dewii biisa mwwaariiisinya amiin
SalamPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  Dewi Mutiara <[email protected]>
Date: Mon, 1 Mar 2010 07:10:28 -0800 (PST)To: 
<[email protected]>Subject: Re: [...@ntau-net] Suamiii
Assalammu'alaikum Wr,Wb
Tidak ada yang bisa saya katakan selain BETAPA TULUS IKHLASNYA  CINTA seorang  
EKO PRATOMO SUYATNO , kepada istrinya . , dibuktikannya dengan tidak 
meninggalkan istri yang sedang sakit ,  ada juga  yang seperti Pak Eko ini yang 
saya temui,  kalau boleh jujur  jarang sekali ada laki-laki  yang demikian 
setianya menunggui istri yang sedang sakit.Saya sangat terharu sekali membaca 
kisah kehidupan Pak Eko ini , anak2nya pasti sangat bangga dengan ayahnya 
.Namun demikian sangat banyak laki2 yang setia kepada komitmen rumah tangganya 
, dengan cara yang berbeda menunjukkan cinta kasihnya. seperti ayah saya 
sendiri B.BASTIAN TAFAL  SH.  atau  , Dr K  SUHEMI dan yang lain2 bapak2 di 
rantau net ini , termasuk suami saya,
 ALHAMDULILLAH.
Wassalam
Dewi Mutiara ,suku Sikumbang.

--- On Mon, 3/1/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Suamiii
To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>
Date: Monday, March 1, 2010, 12:25 PM

 SUAMI BERHATI MALAIKATAnak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini 
hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan 
adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan 
kalian.. (sejenak kerongkongannya tersekat)kalian yang selalu kurindukan hadir 
di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan 
apapun.." (Eko Pratomo Suyatno)Eko
 Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering 
muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah 
seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang 
pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.Dalam 
posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini 
pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak 
akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi 
kesehariannya yang luar biasa!!!!Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 
tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno 
masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah 
lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, 
saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak 
bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun,
 menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak 
bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.Setiap hari sebelum 
berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, 
menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di 
depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat 
bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno 
tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk 
menyuapi istrinya makan siang.Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, 
mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi 
sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya 
bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah 
cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap 
berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih
 kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil 
membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, 
tinggal si bungsu yg masih kuliah.Pada suatu hari…saat seluruh anaknya 
berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah 
dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah 
yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya 
dapat berhasil’.Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung 
berkata:“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak 
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak 
tidak izinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.“Sudah 
keempat kalinya kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan 
mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti 
ini, kami sudah tidak tega
 melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si 
Sulung melanjutkan permohonannya.”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di 
dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah 
dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah 
melahirkan kalian….(sejenak kerongkongannya tersekat… kalian yang selalu 
kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat 
dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan 
keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak 
bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian 
menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, 
bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama 
sekali tidak diduga anak-anaknyaSejenak meledaklah tangis anak-anak Pak 
Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran
 kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami 
yang sangat dicintainya itu……Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah 
satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan 
pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat 
Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan 
tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan 
haru.Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan 
sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, 
pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi 
pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, 
mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi 
saya 4 anak yang lucu-lucu.. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk 
cinta kami bersama… dan itu merupakan
 ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa 
adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” 
Sambil menangis” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat 
bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya 
percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA 
ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.  

Berulang kali saya baca emal kriman sahaabat saya sumadi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email
 besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe






-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke