Just sharing...

 

Memimpin itu kayaknya harus pake seni

Seni memimpin itu bisa kita lihat dari seorang tokoh yang memimpin

Contohnya Baginda Rasulullah dan bisa juga yang di kehidupan nyata kita

Seperti Papa kita, guru kita, atau pimpinan Organisasi

 

Jika tidak lekat di badan pemimpin itu seni memimpin

Bisa2 persoalan sederhana saja bisa jadi rumit dan ruwet

Begitulah sebaliknya

 

Saya pernah mengalami rapat senat mahasiswa yang semua peserta ceweknya
berjilbab dan cowoknya bercelana panjang dan bahkan ada yang berpeci. Tapi
sayangnya rapat itu berjalan dengan lemparan kursi ke tengah ruangan
sehingga banyak kursi yang patah-patah. Barangkali itulah sedikit gambaran
di masa perkuliahan dahulu kala. Kalo saya hitung-hitung sekarang ini mereka
yang dulunya "begitu" sekarang sudah ada yang berada di ruang sidang DPRD
kota. Apakah seni memimpinnya masih seperti sedia kala??
Antahlah..Wallahu'alam.

 

Bagusnya ada yang introspeksi dengan proses pembelajaran seni memimpin di
negeri ini.

 

Wassalam

Rina 

 

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke