Wa'alaikumussalam, Ah itu cuma tontonan gratis bagi kita rakyat badarai. Ada yang terhibur dan ada pula kesal. Suruh mereka mundur? Apa mereka mau? Cuma kita perlu hitung-hitung apakah negara kita dalam keadaan maju atau mundur lagi? Kalau kita salah memilih tunggu akibatnya. Hampo padi awak 5 tahun. China dan India maju terus. Majulah Indonesia. Anggap saja yang tadi hiburan gratis. Wassalam, Muchlis Hamid Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: Dewi Mutiara <[email protected]> Date: Tue, 2 Mar 2010 01:31:43 To: <[email protected]> Subject: RE: [...@ntau-net] PINPINAN DEWAN - CENTURI Assalammu'alaikum Wr,Wb. Pimpinan yang ada di DPR beserta para wakil Rakyat yang lain , harus kembali kesekolah lagi dan belajar ETIKA ,Menjadi seorang pimpinan itu bukan hal yang gampang, Dulu untuk menjadi anggota Dewan bagaimana mereka semua memberikan data diri dengan baik untuk dipilih ,kalau pikiran setiap anggota Dewan itu pada waktu ingin menjadi anggota Dewan hanya berapa SAYA DAPAT , maka kejadiaannya seperti sekarang ini , tidak dapat bersikap DEWASA dan belum bisa MENGUASAI DIRI.CONTOH yang bagus sekali mereka pertontonkan didepan layar kaca dimana seluruh rakyat Indonesia melihatnya , bagaimana anak2 sekolah bisa berhenti tauran ,kalau Bapaknya mencontohkan yang demikian........ SUBHANNALLAH.Lebih baik Bapak2 Yang Terhormat itu minta mundur saja ,dengan MEMINTA MAAF kepada SELURUH MASYARAKAT INDONESIA. Wassalam Dewi Mutiara,suku Sikumbang. --- On Tue, 3/2/10, rinapermadi <[email protected]> wrote: From: rinapermadi <[email protected]> Subject: RE: [...@ntau-net] PINPINAN DEWAN . To: [email protected] Date: Tuesday, March 2, 2010, 7:47 AM Just sharing….. Memimpin itu kayaknya harus pake seni Seni memimpin itu bisa kita lihat dari seorang tokoh yang memimpin Contohnya Baginda Rasulullah dan bisa juga yang di kehidupan nyata kita Seperti Papa kita, guru kita, atau pimpinan Organisasi Jika tidak lekat di badan pemimpin itu seni memimpin Bisa2 persoalan sederhana saja bisa jadi rumit dan ruwet Begitulah sebaliknya Saya pernah mengalami rapat senat mahasiswa yang semua peserta ceweknya berjilbab dan cowoknya bercelana panjang dan bahkan ada yang berpeci. Tapi sayangnya rapat itu berjalan dengan lemparan kursi ke tengah ruangan sehingga banyak kursi yang patah-patah. Barangkali itulah sedikit gambaran di masa perkuliahan dahulu kala. Kalo saya hitung-hitung sekarang ini mereka yang dulunya “begitu” sekarang sudah ada yang berada di ruang sidang DPRD kota. Apakah seni memimpinnya masih seperti sedia kala?? Antahlah..Wallahu’alam. Bagusnya ada yang introspeksi dengan proses pembelajaran seni memimpin di negeri ini. Wassalam Rina -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
