Assalamualaikum dunsanak di palanta,
Sangajo ambo indak karek postiangan di bawah karano ado saketek komentar 
mengenai kato "kaum adat" nan dipakai dalam surek tu (lihat nan dimerahi). Kok 
manuruik ambo nan daif, rancak kato tu dihindari pemakaiannyo. Ambo kuatir beko 
memori kito baliak ka zaman lampau: ado KAUM ADAT, ado KAUM AGAMO. Walaupun 
Ulando indak ado lai di nagari kito, namun bisa sajo beko kito takotak2 pulo 
baliak dek istiah iko.
 
Sakitu sajo dari ambo. Mohon maaf ateh canda bodoh ambo.
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Ming, 7/3/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis:


Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Surat Pengurus Gebu Minang kepada pengurus LKAAM Sumbar
Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>
Cc: "Mas'oed ABIDIN" <[email protected]>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" 
<[email protected]>
Tanggal: Minggu, 7 Maret, 2010, 5:03 PM







Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
Suatu masalah yang belum memperoleh kesepakatan dalam FGD hari Sabtu tanggal 6 
Maret 2010 di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, adalah tentang 
'Syarak Mangato, Adat Mamakai'. Ada sebagian hadirin yang belum dapat menerima 
hal ini.

Untuk memperolah klarifikasi kepada LKAAM Sumbar -- oleh karena frasa ini 
dikutip dari Ketatapan Mubes LKAAM tahun 2005 -- di bawah ini saya kirimkan 
draft surat pengurus Gebu Minang kepada pengurus LKAAM Sumbar.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 





GEBU MINANG
                                                                                
                                
Jakarta, .. Maret 2009.
      :                                                                         
                      
Kepada Yth Ketua Umum
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
di
Padang.


Perihal    “ Syarak Mangato Adat Mamakai”                                       
                                                                                
                  
                 Assalamualaikum w.w.
Salah satu kesepakatan terpenting yang ingin dihasilkan dalam Kongres 
Kebudayaan Minangkabau 2010 yang insya Allah akan diadakan di Bukit Tinggi 
tanggal 7-8 Agustus mendatang adalah mengukuhkan dan menuntaskan ABS SBK dan 
seiring dengan itu juga membentuk  “Majelis Adat dan Syarak” sebagai . lembaga 
untuk menindak-lanjuti ABS SBK tersebut. 
Untuk memudahkan pembahasan dalam kongres tersebut, telah disiapkan sebuah 
draft 10 – yang berkembang terus menerus sesuai dengan masukan yang diterima – 
dengan judul “ Ajaran dan Pengamalan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi 
Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru, untuk 
Seluruh Keluarga Besar Minangkabau, di Ranah Minang dan di Rantau, dalam 
Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia”  Copy terlampir.
Inti judul tersebut kami kutip dari dictum Pasal Kedua dari Ketetapan Mubes 
LKAAM Nomor TAP-10/MUBES IX LKAAM/SB/VI/2005 Tanggal 5 Juni 2005 tentang 
Aplikasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,  yang berbunyi: 
“Mengusulkan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Sumatera Barat  untuk menetapkan 
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai, 
Alam Takambang Jadi Guru, dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung 
hukum di Sumatera Barat”.
Dalam diskusi yang diselenggarakan Gebu Minang pada hari Sabtu tanggal 6 Maret 
2010 di Jakarta, telah diterima keberatan dari sebagian penghulu di Jakarta 
terhadap anak kalimat ‘Syarak Mangato Adat Mamakai’. 
Untuk mencegah kebingungan masyarakat awam Minangkabau – baik di Ranah maupun 
di Rantau -- oleh karena adanya dua faham kaum adat mengenai hal ini, apalagi 
oleh karena materi ini akan dicantumkan dalam kesepakatan Kongres, mohon 
kiranya diadakan penjelasan yang mendasar tentang sikap kaum adat terhadap 
konsep ini. 
Oleh karena materinya juga menyangkut syarak, kami berpendapat bahwa LKAAM 
perlu mendengarkan pandangan para alim ulama, antara lain yang tergabung dalam 
Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat.
Semakin cepat masalah ini dijernihkan akan semakin baik.
Atas perhatian Ketua kami ucapkan terima kasih banyak.
DEWAN EKSEKUTIF GEBU MINANG
 
Tembusan:
1.       Gubernur Provinsi Sumatera Barat.
2.       Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat.
3.       SC Kongres Kebudayaan Minangkabau.
4.       Ketua LAKM Jakarta.
 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke