Sebagian tulisan ini mengutip hasil
pemikiran-pemikiran Bapak Prof. Dr. Taufik Abdullah yang dipublikasikan dalam
buku “ Tantangan Sumatra Barat” (Mengembalikan keunggulan Sumatra barat
Berbasis Budaya Minangkabau) yang disusun berdasarkan hasil seminar /workshop.
2001. Penerbit Citra Pendidikan . Editor : Gusnawirta Taib 

Apa yang dipaparkan menarik
sebagai bahan kajian/renungan  bagi kita
terutama bagaimana pesatnya perubahan budaya yang terjadi pada masyarakat
Minangkabau, seperti pepaTAH MENGATAKAN “ SAKALI AIA GADANG SAKALI TAPIAN
BERUBAH” khususnya mengenai peranan SURAU dalam pembentukan karakter anak
Minang. Kenapa Surau mengalami kemerosotan yang sedemikian hebat, dan kenapa
pula pasantren di Jawa kok makin hebat. Konon katanya menurut laporan Belanda
abad 19, surau-surau di Minangkabau itu jauh lebih hebat dari pesantren di
jawa. Walaupun penduduk di Jawa dari dulu sudah lebih banyak dari Sumatra Barat,
tetapi murid yang ada di Surau Minangkabau jauh lebih banyak dibanding pasantren
di jawa kala itu.

Salah satu surau yang terbesar
abad ke 19 tsb adalah di Silungkang, atau di beberapa daerah di Minangkabau,
sampai mempunyai murid 1000 orang, pada saat itu belum ada santri pasantren 
sampai
sebanyak itu. Tapi sekarang di Jawa ada pasantren yang jumlahnya santrinya dua
ribu, 3000 sementara di Minangkabau sekarang ini pasantrennya kebanyakn
lengang-lengang saja.

Kenapa kehidupan “Kesurauan” di
Minangkabau merosot drastis seperti yang ditulis oleh  Bapak (alm) A.A. NAVIS  
yaitu“ ROBOHNYA SURAU KAMI” . Apa yang
menyebabkan merosotnya pendidikan Surau bahkan akhirnya hilang sama sekali. 

Apakah hal ini disebabkan karena
adanya Reformasi Islam yang membawa keharusan pada modernisasi sistem pendidikan
agama. Pada saat di Jawa belum apa-apa, di Minangkabau di awal tahun 1900-an
sudah mulai modernisasi. Tahun 1906 sudah bergerak, tahun 1915 salah satu Surau
terbesar di Minangkabau sudah menjadi seklah Thawalib, Diniyah dimana traidisi 
Kesurauan
 tidak dilanjutkan, termasuk juga yang
dilakukan oleh Muhamadiyah merobah surau-surau menjadi madrasah yang punya 
sistem
kelas,   kemudian  menjadi sekolah menengah Islam akhirnya
menjadi Sekolah Sekuler Biasa, jadi terjadilah apa yang disebut “Culture
Transformation”  yaitu transformasi
budaya dari yang bersifat tradisional 
menjadi sebuah sekolah yang 50 rasio pelajaran umum, 50 pelajaran agama,
sehingga akhirnya Agama tinggal 25% dan maka terjadilah fenomena apabila ada
kematian tidak ada yang tahu memandikan, hari Jumat tidak ada yang bisa jadi
khatib seperti yang banyak terjadai dewasa ini di Minangkabau.

Sementara di Jawa terjadi
sebaliknya, walaupun lambat tetapi terjadi “Culture Enrichment”, pengayaan
cultural. Ketika gerakan Modernisasi muncul orang Jawa mempertahankan yang lama
dan menambah saja sedikit yang baru, sehingga pasantren-pasantren di Jawa
banyak yang mempunyai Universitas di dalamnya, Jadi pasantren di Jawa itu “BISA
MENGHADAPI KEBELAKANG TIDAK KAKU, MENGHADAPI KE DEPAN TIDAK GENTAR”. Sementara 
Di
Minangkabau mau maju ke depan,,,eh…orang banyak yang pintar, ke belakang sudah
kehilangan akar, jadi disimpulkan bahwa Sumatra barat mengalami krisis yang
serius, sibuk mencari-cari identitas diri sendiri. Hal ini di cerminkan dengan 
adanya
perubahan budaya misalnya : Nama-nama anak Minangkabau dewasa ini banyak yang 
aneh-aneh……..jarang
anak sekarang namanya khas Minang spt Asril, Syamsir, Jasril, Achmad, Abdul
berganti menjadi Stephan, Kevin, Jack, Kennedy, Natasha dll, 

Di bidang Seni Musik juga terjadi
perubahan hal ini bisa diperhatikan dari lagu-lagu Minang Popular yang di jual
dalam bentuk CD yang gambar-gambarnya tidak mencerminkan budaya Minangkabau.

Salam,
Ramadhanil Pitopang,
Palu 45 tahun


--- Pada Ming, 21/2/10, [email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] SURAU TUAKU
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 21 Februari, 2010, 6:27 PM

SURAU TUAKU
Oleh: Dasriel

Surauku itu tersembunyi dibalik rimbun rumpun betung yang memagarinya dengan 
kuat kokoh
Dingin angin malam berhembus menyelinap di kulit tipis kering kerontang guru 
ngajiku
Ia siang hari bergelut dengan lumpur kelabu ditemani oleh cangkul tua seumur 
dengannya

Ia yang malam hari duduk diatas sajadah yang lusuh dimakan waktu
Ia yang membacakan surah Al Ma'un yang merasuk hatiku
Surau itu menjadi saksi bisu nan mengajarkan hikmah kehidupan nan sebenar hidup

Janganlah engkau hardik anak yatim
Engkau harus sayangi orang miskin
Engkau jangan menjadi pendusta ad diin
Engkau jangan melalaikan tugasmu
Tuk menyembah-Nya
Engkau janganlah hidup berfoya-foya dan penuh ria dan sombong

Surau tua dan guru ngajiku yang juga sudah tua
Mak Labai kami menyebutnya, dan ia yang mengajarkan hikmah
Muridnya yang dulu kini telah kaya dan hidup di kota
Dan Mak Labai tua kini telah tiada
Pusaranya ditumbuhi rumput dan puding kuning tua
Terbujur di rumpun bambu di bekas tanah sepetak tempat dulu kami mengaji kitab 
yang juga berwarna kuning tua

Surau itu kini telah tiada
Mak Labai juga telah tiada
Tapi kami muridnya masih ada
Masih membaca Al Ma'un seperti pesannya

Balikpapan 21 Feb 2010
Habis pawai di sepanjang jalan Kota Minyak
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke