Lapau alah ba TV jo Parabola, tangah malam baputa supayo kalua siaran Prancis. Nan di rumah alah ado kamar untuak anak bujang laki-laki disampiang kamar kakak atau adiak padusinyo, lengkap jo TV-VCD-PS 2 + HP ba facebook. Nan siaran TV, mode ayia tajun membentuk nilai. Globalisasi alah sampai ka tangah-tangah rumah gadang. Nan filternyo ?, tangguak masih tangguak jarang, jan kan ikan pantau, ikan rayo namuah luluih nyo buek. Urang mangaji di surau-surau lapeh mugarik alah jarang, surau bagembok rancak banamo musholla kini. Batimbo-timbo urang rantau mangirimkan pitih, pambali keramik lantai, pambali permadani persia, pambali sound sistem canggih, namun garin jo guru mangaji alah jarang, karano kabanyakan itu karajo lillahi ta'ala, di akhiraik beo baru dapek, samantaro anaknyo ka basikola tinggi pulo. Ado pulo pesantren, maniru caro jawa, tapi dek inyo balakekkan kato modern, indak tabayia beo dek nan tido.
Baitu situasi nan nampak dek ambo, talabiah takurang mohon maaf. Salam Andiko Sutan mancayo Pada 9 Maret 2010 22:39, Ramadhanil pitopang <[email protected]>menulis: > Sebagian tulisan ini mengutip hasil pemikiran-pemikiran Bapak Prof. Dr. > Taufik Abdullah yang dipublikasikan dalam buku “ Tantangan Sumatra Barat” > (Mengembalikan keunggulan Sumatra barat Berbasis Budaya Minangkabau) yang > disusun berdasarkan hasil seminar /workshop. 2001. Penerbit Citra Pendidikan > . Editor : Gusnawirta Taib > > Apa yang dipaparkan menarik sebagai bahan kajian/renungan bagi kita > terutama bagaimana pesatnya perubahan budaya yang terjadi pada masyarakat > Minangkabau, seperti pepaTAH MENGATAKAN “ SAKALI AIA GADANG SAKALI TAPIAN > BERUBAH” khususnya mengenai peranan SURAU dalam pembentukan karakter anak > Minang. Kenapa Surau mengalami kemerosotan yang sedemikian hebat, dan kenapa > pula pasantren di Jawa kok makin hebat. Konon katanya menurut laporan > Belanda abad 19, surau-surau di Minangkabau itu jauh lebih hebat dari > pesantren di jawa. Walaupun penduduk di Jawa dari dulu sudah lebih banyak > dari Sumatra Barat, tetapi murid yang ada di Surau Minangkabau jauh lebih > banyak dibanding pasantren di jawa kala itu. > > Salah satu surau yang terbesar abad ke 19 tsb adalah di Silungkang, atau di > beberapa daerah di Minangkabau, sampai mempunyai murid 1000 orang, pada saat > itu belum ada santri pasantren sampai sebanyak itu. Tapi sekarang di Jawa > ada pasantren yang jumlahnya santrinya dua ribu, 3000 sementara di > Minangkabau sekarang ini pasantrennya kebanyakn lengang-lengang saja. > > Kenapa kehidupan “Kesurauan” di Minangkabau merosot drastis seperti yang > ditulis oleh Bapak (alm) A.A. NAVIS yaitu“ ROBOHNYA SURAU KAMI” . Apa > yang menyebabkan merosotnya pendidikan Surau bahkan akhirnya hilang sama > sekali. > > Apakah hal ini disebabkan karena adanya Reformasi Islam yang membawa > keharusan pada modernisasi sistem pendidikan agama. Pada saat di Jawa belum > apa-apa, di Minangkabau di awal tahun 1900-an sudah mulai modernisasi. Tahun > 1906 sudah bergerak, tahun 1915 salah satu Surau terbesar di Minangkabau > sudah menjadi seklah Thawalib, Diniyah dimana traidisi Kesurauan tidak > dilanjutkan, termasuk juga yang dilakukan oleh Muhamadiyah merobah > surau-surau menjadi madrasah yang punya sistem kelas, kemudian menjadi > sekolah menengah Islam akhirnya menjadi Sekolah Sekuler Biasa, jadi > terjadilah apa yang disebut “Culture Transformation” yaitu transformasi > budaya dari yang bersifat tradisional menjadi sebuah sekolah yang 50 > rasio pelajaran umum, 50 pelajaran agama, sehingga akhirnya Agama tinggal > 25% dan maka terjadilah fenomena apabila ada kematian tidak ada yang tahu > memandikan, hari Jumat tidak ada yang bisa jadi khatib seperti yang banyak > terjadai dewasa ini di Minangkabau. > > Sementara di Jawa terjadi sebaliknya, walaupun lambat tetapi terjadi > “Culture Enrichment”, pengayaan cultural. Ketika gerakan Modernisasi muncul > orang Jawa mempertahankan yang lama dan menambah saja sedikit yang baru, > sehingga pasantren-pasantren di Jawa banyak yang mempunyai Universitas di > dalamnya, Jadi pasantren di Jawa itu “BISA MENGHADAPI KEBELAKANG TIDAK KAKU, > MENGHADAPI KE DEPAN TIDAK GENTAR”. Sementara Di Minangkabau mau maju ke > depan,,,eh…orang banyak yang pintar, ke belakang sudah kehilangan akar, jadi > disimpulkan bahwa Sumatra barat mengalami krisis yang serius, sibuk > mencari-cari identitas diri sendiri. Hal ini di cerminkan dengan adanya > perubahan budaya misalnya : Nama-nama anak Minangkabau dewasa ini banyak > yang aneh-aneh……..jarang anak sekarang namanya khas Minang spt Asril, > Syamsir, Jasril, Achmad, Abdul berganti menjadi Stephan, Kevin, Jack, > Kennedy, Natasha dll, > > Di bidang Seni Musik juga terjadi perubahan hal ini bisa diperhatikan dari > lagu-lagu Minang Popular yang di jual dalam bentuk CD yang gambar-gambarnya > tidak mencerminkan budaya Minangkabau. > Salam, > Ramadhanil Pitopang, > Palu 45 tahun > > > --- Pada *Ming, 21/2/10, [email protected] > <[email protected]>*menulis: > > > Dari: [email protected] <[email protected]> > Judul: [...@ntau-net] SURAU TUAKU > Kepada: [email protected] > Tanggal: Minggu, 21 Februari, 2010, 6:27 PM > > SURAU TUAKU > Oleh: Dasriel > > Surauku itu tersembunyi dibalik rimbun rumpun betung yang memagarinya > dengan kuat kokoh > Dingin angin malam berhembus menyelinap di kulit tipis kering kerontang > guru ngajiku > Ia siang hari bergelut dengan lumpur kelabu ditemani oleh cangkul tua > seumur dengannya > > Ia yang malam hari duduk diatas sajadah yang lusuh dimakan waktu > Ia yang membacakan surah Al Ma'un yang merasuk hatiku > Surau itu menjadi saksi bisu nan mengajarkan hikmah kehidupan nan sebenar > hidup > > Janganlah engkau hardik anak yatim > Engkau harus sayangi orang miskin > Engkau jangan menjadi pendusta ad diin > Engkau jangan melalaikan tugasmu > Tuk menyembah-Nya > Engkau janganlah hidup berfoya-foya dan penuh ria dan sombong > > Surau tua dan guru ngajiku yang juga sudah tua > Mak Labai kami menyebutnya, dan ia yang mengajarkan hikmah > Muridnya yang dulu kini telah kaya dan hidup di kota > Dan Mak Labai tua kini telah tiada > Pusaranya ditumbuhi rumput dan puding kuning tua > Terbujur di rumpun bambu di bekas tanah sepetak tempat dulu kami mengaji > kitab yang juga berwarna kuning tua > > Surau itu kini telah tiada > Mak Labai juga telah tiada > Tapi kami muridnya masih ada > Masih membaca Al Ma'un seperti pesannya > > Balikpapan 21 Feb 2010 > Habis pawai di sepanjang jalan Kota Minyak > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > > ------------------------------ > Dapatkan alamat Email baru Anda! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
