Dunsanak di lapau yth.
Manuruik pandapek ambo nan daif, kalau kito inok manuangkan bana, Sumpah Sati 
Bukik Marapalam itu kan semacam solusi tentatif wakatu tu untuk mengakhiri 
konflik berdarah yang sudah parah di antara sesama orang Minangkabau 
sendiri. Ambo kiro hal itu jaleh terefleksi dalam Naskah Tuanku Imam Bonjol 
(yang sudah disigi dengan cukup teliti oleh Jeffrey Hadler 2008; terjemahan 
Indonesianya akan segera terbit). Jadi, konsep ABS-SBK itu adolah semacam 
"garis demarkasi" nan dibuek dek kaduo balah pihak (kaum adat dan kaum agama) 
untuk mengakhiri perang sasamo awak, sebab kudian baru sadar bahaso lah mintak 
angok ka lua badan (Ulando), lah lupo jo pepatah sendiri: kusuik bulu, pa(r)uah 
nan manyalasaikan. Refleksi "garis demarkasi"itu jelas, misalnya, dalam soal 
pewarisan: harato pancarian diwariskan menurut hukum Islam; harato pusako 
menurut hukum adat. Contoh ko tantu bisa dipabanyak. Aratinyo...indak ado nan 
kalah dan  indak ado nan manang. Podo main ko.
 Yang satu tak boleh merasa lebih tinggi dari yang lain. Nah, kalau dicibo asak 
"garis demarkasi" itu, tentu goyang barang tu. 
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sel, 9/3/10, Mochtar Naim <[email protected]> menulis:


Dari: Mochtar Naim <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] POLEMIK KEBUDAYAAN MINANGKABAU: ABS-SBK SINTETIS ATAU 
SINKRETIS?
Kepada: [email protected], [email protected], "azmi dt bgd abu" 
<[email protected]>, "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, 
[email protected], "Mas'oed ABIDIN" <[email protected]>, 
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>, [email protected], 
[email protected], "asmun syueib" <[email protected]>, "Prof.Dr 
Emil SALIM" <[email protected]>, "Sutan Sinaro" <[email protected]>, 
"Harlizon MBAu" <[email protected]>, [email protected], "Hifni H Nizhamul 
Putera Limeks" <[email protected]>, "firdaus hasan basri" <[email protected]>
Cc: "Mochtar Naim" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 9 Maret, 2010, 5:17 AM


Polemik Kebudayaan Minangkabau:

(1)
ABS-SBK:
Sintetis atau Sinkretis?

(2)
Pola Kepemimpinan Minangkabau: 
Tunggal, Tiga Serangkai
Atau Majemuk?

Mochtar Naim

Tanggapan terhadap Tanggapan Pak Amir MS
Menanggapi Tema Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010

Jakarta, 5 Maret 2010


D
ALAM tanggapan tertulis Pak Amir MS Dt Mangguang Nan Sati tentang Kongres 
Kebudayaan Minangkabau yang ditujukan kepada SC KKM2010 melalui Sekum LAKM, 
Azmi Dt. Bagindo, 16 Feb 2010, dan ditembuskan juga kpd saya selaku Wk Ketua SC 
KKM2010, a.l. juga disambilkan mengajukan sanggahan beliau dengan kata2 sbb:
“...  Dalam masalah penyesuian aturan adat Minangkabau dengan aturan syarak 
dalam Islam, saya memilih pola Sinkronisasi (Sinkretis) dan tidak dapat 
menerima pola pikir engku Dr Mochtar Naim yang mengingini pola persenyawaan 
SINTETIS, di mana syarak Islamlah yang dijadikan Adat Minangkabau.
    Pola pikir Sintesis engku DR Mochtar Naim inilah agaknya yang akan 
dilegalisasikan dengan menambah ikrar Bukit Marapalam dengan pepatah yang sudah 
ada yaitu SYARAK MANGATO ADAT MEMAKAI.
    Dengan adanya ide membentuk Majelis Adat dan Syarak (MAS) maka akan 
berakhirlah kekuasaan ninik mamak dalam kepemimpinan masyarakat adat 
Minangkabau dan akan digantikan oleh pimpinan DWITUNGGAL Penghulu Pucuk adat 
dengan ULAMA. Dengan adanya lembaga adat baru ini dengan tidak membubarkan 
lembaga adat lama ini seperti KAN, maka akan timbul dua lembaga adat di satu 
Nagari yang dapat menjadi sumber konflik horizontal baru di Nagari antara 
pengikut KAN lama dengan Pengikut MAS baru...”

*


      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke