Aslmkm Mamak, Uda-Uni jo dunsanak di palanta..

numpang batanyo ambo ciek, apokah E.S. Ito ko nan manulis buku tentang negara 
ketiga (yang di dalamnyo maambiak setting PRRI)? nak duo tanyo bairiang, apo 
kah lai uda E.S ito ko bagabuang di palanta ko? soalnyo, kok iyo baliau ko E.S. 
Ito nan ambo maksud, sawaktu kami badiskusi di Unpad satantang minangkabau 
babarapo bulan nan lalu, baliau ko lumayan banyak meneliti dan mengamati 
tentang sejarah dan tambo Minangkabau nan sadang angek didiskusikan di palanta 
kito kiniko. Mungkin bisa juo baliau ko diajak badiskusi di palanta awak ko. 
Sakian tarimo kasih.



Noveri-22-Korea




________________________________
Dari: Miftah Sabri St Mangkudun <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 10 Maret, 2010 23:23:15
Judul: [...@ntau-net] E.S Ito: Teroris Memahami Rezim ; Catatan Tidak Lazim



Teroris Memahami Rezim ; Catatan Tidak Lazim
by e.s. ito ~ March 10th, 2010 http://www.esito.web.id


Mati,
tertangkap, dieksekusi sudah seringkali terjadi. Itu tidak akan pernah
membuat kita berhenti, sebab bukankah itu yang selama ini kita cari?
Kebebasan kita tidak ditentukan oleh udara segar yang dihirup tetapi
oleh wangi kesturi. Barangkali dalam hal-hal seperti itu kita tidak
perlu berdebat lagi. Kita adalah hantu bagi kehidupan, tamu suci bagi
yang telah mati. Semua kebencian yang terarah pada kita adalah
kemuliaan yang tidak pernah berusaha mereka baca. Masalah itu juga,
jauh-jauh hari kita sudah sepakati. Tetapi kita mesti berhenti sejenak,
ada perhitungan yang terlewatkan. Terkadang dalam ukuran duniawi,
beberapa nyawa telah terenggut dengan sia-sia. Itu sebabnya saya
menuliskan catatan tidak lazim ini dalam rangka membaca sebuah rezim.

Kita telah bertahan di tengah gelombang kematian. Bukan saja karena
kita terlatih dan bersiap diri. Tetapi mungkin karena mereka tidak
sungguh-sungguh mencari. Ada ruang yang senantiasa tersisa untuk kita
lari dan bersembunyi. Mungkin saya salah, tetapi rasa-rasanya
keberadaan kita juga penting bagi mereka. Kita terpelihara oleh
kepentingan. Kita mendayung di antara dua karang, antara idealisme kita
dan pragmatisme mereka. Bila kita tiada, kerja mereka tidak akan menuai
jasa. Bila kita habis, maka mereka akan mudah terkikis. Ini adalah
permainan kematian yang menimbulkan candu tersendiri. Kita harus
berhitung dengan hati-hati, bukan karena kita takut mati. Tetapi karena
seringkali kita terlalu nyaman dalam persembunyian dan cenderung merasa
aman dalam berhubungan. Tiba-tiba kita dikejutkan dengan berita
penyerbuan layaknya panen dari kebun yang mereka lupakan. Mereka tidak
hendak memburu kita pada saat yang kita takutkan, tetapi mereka memburu
pada saat dibutuhkan. Siapa yang membutuhkan? Tentu mereka yang
senantiasa lari dan menghindar menunggangi isu.

Saatnya kita memasang rambu, karena kita sudah bisa membaca isu.
Bila suhu politik memanas, seseorang akan tersudutkan. Dia tidak akan
menyelesaikan masalah tetapi mencari masalah baru yang akan meniadakan
tudingan. Kenyamanan kita dalam bergerak ternyata tidak semata-mata
tercipta dari ramuan kita yang canggih tetapi juga dari suhu politik
yang menentukan kematangan. Bila suhunya dingin, bahkan kita tidak
perlu bersembunyi untuk bergerak. Bila suhu politik memanas, kita sudah
bersembunyi di ujung bumi pun akan mereka cari. Mereka akan datangkan
pasukan lengkap dengan senjata dan pena. Senjata untuk mengakhiri kita,
pena untuk mengabarkannya. Sehingga masalah-masalah menghimpit yang
menyudutkan bisa diatasi tanpa perlu diselesaikan. Karena kita
mengancam kita bisa dijual. Karena kita menakutkan, maka masalah lain
terasa ringan dan pantas dilupakan. Kita telah mengalaminya
berulangkali, seharusnya kita belajar membaca situasi.

Bisnis kematian memang menggiurkan. Teror sebagaimana tindakan yang
dialamatkan kepada kita, penting untuk memelihara ketergantungan
manusia terhadap penguasa. Kita harus sadar diri, gerak dan tindakan
kita mungkin sering ditunggangi. Bila sudah begini, semakin panjang
jalan bagi kita untuk mencium wangi kesturi. Kita bisa memutuskan untuk
berhenti sama sekali atau pindah ke lain negeri. Sebab disini ternyata
mereka lebih canggih menghadapi. Ketimbang memadamkan kita dengan
senjata, mereka memelihara kita di dalam kesempatan-kesempatan yang
mereka ciptakan sendiri. Kita merencanakan peledakan, mereka bebas
menentukan penyerbuan. Bila sudah begini, bukannya lebih baik bila kita
berhenti sama sekali. Negeri ini bukan lagi tempat yang nyaman untuk
mengembangkan karier dan reputasi. Setiap ketakutan yang kita munculkan
hanya dijadikan alasan untuk menimba keuntungan. Keberadaan kita
terpelihara sebab sewaktu-waktu berguna bagi mereka untuk menciptakan
suasana.

Setelah saya membaca rezim, saya mendapatkan kesimpulan yang tidak
lazim. Bahwa ternyata kita tidak lagi berkuasa dalam tindakan dan
cita-cita. Sebab pada saat mereka bebas menentukan maka ketakutan tidak
akan pernah lagi menjadi teror. Daripada menjadi teroris banci lebih
baik kita tinggalkan negeri ini


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke