Ndak tau maa nan bana jo nan salah. Nan jaleh ko dampak dari otonomi
daerah. Munculnyo rajo rajo ketek ditiok tiok daerah, nan kadang alun
kapable untuak jadi rajo..makonyo batea-tea jadinyo.

Mandanga kaba, alokasi anggaran kini sebagaianbesar untuk
balanjopegawai, sebagian ketek ajo untuak pembangunan nan berhubungan
langsuang jo masyarakat.

 

Anggaran yo dibagi bagi jadi tunjangan tunjangan nan banyak macamnyo,
korupsi kah????wakaranae....

 

Ambo yo sabana MUAK jo oknum pejabat kini, MUAKKKKKKKKKKKKKKKK

 

 

Maaf ko ado dilistko nan pejabat pemerintahan, tapi nan ambo kecekean
oknum, semoga nan urang awak lai ndak takah iko do...

Minta ampun gayanyo, minta disambah sambah...antah apo outputnyo untuak
masyarakat.....

 

 

Aslim

pembayar pajak nan taat.

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Muzirman --
Sent: Wednesday, March 17, 2010 8:15 AM
To: [email protected]; rantaunet
Subject: [...@ntau-net] Soal guru demo, Bupati angkat bicara.

 

Bisa saja Bupati mengata kan dmk, tp apakah para guru bisa percaya?
disinilah perluknya tranparansi pengalkokasian dana pembangunan,
pengaudit an oleh lembaga independen,.,. dan melibat kan semua elemen
terkait disamping DPRD saja. Wass. MT

Senin, 15 March 2010


Amri Darwis Angkat Bicara


Soal Tunjada dilaporkan ke kpk

Limapuluh Kota, Singgalang
Katakan yang benar walau terasa pahit. Mungkin kosa kata itu yang tengah
ada di dalam jiwa Bupati Limapuluh Kota Amri Darwis saat ini.

Pasalnya selepas guru-guru melaporkan kasus Tunjangan Daerah (Tujanda)
ke KPK dan Indonesian Coruption Watch (ICW) beberapa waktu lampau, Amri
malah buka-bukaan lebih dalam lagi.
"Jangankan KPK, pengadilan yang lebih tinggi pun kita turuti kok. Kalau
bisa guru-guru berpikir rasional sedikit lah. Soalnya guru itu kan
pendidik harus berapa kali saya katakan kalau anggaran kita saat ini
defisit. Dibayar pakai apa," kata Amri Darwis pada Singgalang, Sabtu
(13/3) bertegas-tegas.
Dengan lantang Amri Darwis juga mengatakan, selama ini dirinya sudah
menyuruh guru untuk mem-PTUN-kan, namun suruhan itu bak anjing
menggonggong khafilah berlalu saja. "Kita sudah carikan solusi, namun
tidak pernah didengarkan. Kalau PTUN itu kan jelas. Bisa atau tidak
pasti kita bayarkan, kalau dibayarkan sekarang itu mustahil saja,"
tukuknya.
Ditambahkan, dirinya hanya ingin para guru-guru tersebut sedikit
bersyukur dibanding masyarakat biasa yang siang bermandi peluh malam
bermandi penat mencarai sesuap nasi di sawah dan diladang. Bahkan ia
mengaku juga sering dapat telepon dari orangtua murid yang ketakutan UN
anaknya terbirit-birit.
"Banyak orangtua yang ngadu pada saya, pasca guru-guru melakukan
demonstrasi dan menuntut tunjangan dulu orangtua malah cemas. Mereka
takut anaknya tidak naik kelas atau tidak konsentrasi dalam proses
belajar," papar Amri Darwis.
Pantauan Singgalang di lapangan, memang ada benarnya ungkapan Amri
tersebut. Para orangtua dan masyarakat Limapuluh Kota, merasa para
guru-guru sedikit berlebihan dan kurang bersyukur. "Aneh ya guru ini,
sudah jelas bupati dan DPRD bilang kalau tidak ada anggaran, eh malah
demo-demoan. Kan kurang etis pendidik tidak bisa memberi contoh terbaik
alias keras kepala," kata seorang iIbu di areal kantor Bupati Sarilamak
pasca demo beberapa waktu lalu.
Di seputaran kantor dinas pendidikan, kata-kata itu tidak berbeda jauh.
Bahkan masyarakat merasa kalau guru sudah berlebihan. "Demo urang demo
awak, antah apo nan bademoan. Kalau ka demo mungkin kami ko lah patuik
mah. Alah hiduik susah anak banyak pulo. Harusnyo guru tu basyukur lah
stek (demo orang demo juga kita, entah apa yang didemokan. Kalau mau
demo mungkin kami sudah pantas sekali. Sudahlah hidup susah anak banyak
pula)," kata pedagang lontong di depan dinas pendidikan.
Terlepas dari kurenyah tersebut, tentu kita harus iqrak. Kita baca yang
tersirat dari yang tersurat. Semoga tuntutan guru tidak berunsur
politik. Kalau bisa ikhlaskan saja, ujar tokoh masyarakat Sarilamak yang
namanya enggan dituliskan. (Bayu)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke