Istana Raja Pagaruyung Habis Terbakar

Minggu, 21/03/2010 09:49 WIB


padangmedia.com - BATUSANGKAR - Musibah datang lagi melanda Ranah Minang,
dini hari tadi Istano Silinduang Bulan, tempat kedudukan Raja Pagaruyung di
Batusangkar habis terbakar. Berbagai benda-benda kerajaan terutama yang
berupa tekstil ludes. 

Kejadian memilukan itu diketahui sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi.
"Saya dibangunkan keluarga lima belas menit setelah api membesar," kata Puti
Reno Raudha Taib, salah seorang anggota keluarga kerajaan, adik dari Raja
Pagaruyung St. Muhammad Taufiq Thaib. 

Kepada wartawan Padangmedia.com, Puti Raudha Thaib menyebutkan belum
mengetahui dari mana asal muasal api yang menghanguskan lambang kerajaan
Minangkabau itu. Menurut Raudha, mengutip keterangan beberapa saksi mata di
situ, api berasal dari bagian belakang istano yang diresmikan pada 1985 itu.


Tapi untunglah kebakaran besar itu tidak sampai menghanguskan pusaka-pusaka
utama dari kerjaaan Minangkabau. Pusaka-pusaka utama seluruhnya disimpan di
satu tempat di luar Istano Silinduang Bulan. 

Raudha belum bisa memastikan berapa total kerugian akibat kebakaran ini.
Yang jelas ia bersama St. Muhammad Tufiq Thaib sudah memberi tahu semua
anggota kerajaan termasuk ke seluruh trah Pagaruyung yang disatukan dalam
apa yang disebut dengan 'Basa Ampek Balai, Tuan Gadang Batipuah, Tampuak
Tangkai Alam di Pariangan, Gajah Gadang Patah Gadiang di Limo Kaum, Simarajo
Nan Sambilan, Langgam Nan Tujuah, Lubuak Nan Tigo, Tanjuang Nan Ampek,
Sapiah Balahan Kuduang Karatan, Kapak Radai dan Timbang Pacahan' 

Puti Raudha Thaib mengatakan bahwa Istano ini harus dibangun kembali,
bagaimanapun caranya. Hal itu juga sudah diberitahunya kepada karib kerabat
keluarga kerajaan yang tersebar di seantero nusantara. 

Istano Silinduang bulan pernah terbakar pada tahun 1961. Sejak itu selama
beberapa waktu lamanya Istano belum dibangun. Baru pada 1987 Istano
Silinduang Bulan dibangun kembali atas prakarsa Sutan Oesman Yang Dipertuan
Tuanku Tuo, Tan Sri Raja Khalid, Raja Syahmenan bin Raja Harun, Aminuzal
Amin Dt Rajo Batuah dan segenap anggota keluarga kerajaan. Dalam sebuah
perhelatan kolosal, Istano ini diresmikan pada tahun 1989 dengan dihadiri
berbagai tokoh dan petinggi negara, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
(nit/eko)

 

http://www.padangmedia.com/?mod=berita
<http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=60448> &id=60448

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke