Salam hangat dari saya untuk Uda Riri dari sudut kota Kairo, Mesir.

Ambo sangajo indak mencantumkan namo dan daerahnyo tempat kejadianyo (TKP), 
karano agak sensitif menuruik Ambo (jan dek tulisan itu beko memancing 
kelompok2 tertentu sehingga meletus perang dunia ketinga...hehe..). Yang 
mancaritoan kisah nyata tu ka ambo bukan korbannyo langsuang tapi adiak dari 
salah seorang korban yang kebetulan satu universitas samo ambo di Kairo. Memang 
harmonis, masyarakat disitu sudah berinteraksi sekian lama dengar dasar 
kekeluargaan (jauh dari islamphobia), kendatipun mereka berbeda soal keyakinan. 
Kalau dek ambo tetap masuak logika, sebab dai adalah pendatang dari seberang 
dan bukan dai dari daerah TKP (kecuali beberapa orang saja), pakaian hindustan 
yang mereka kenakan semakin membuat keasingan mereka kian kentara. Alhasil 
mereka langsung diteriaki "Jin Masuak Kampuang". Baa kamalawan sementara mereka 
berada di lingkungan yang mayoritas umat masehi, kalau mereka membao kawan2 
(dai) kasitu tentu akan memperluas konflik. Bukankah
 itu sebuah KEPUTUSAN YANG BIJAK dari para dai dan tidak melakukan tindakan 
konfrotansi? Apakah kita ingin selalu melihat darah berceceran di bumi pertiwi, 
saya pikir tidak....

Kejadian itu bukan fiksi tapi non-fiksi, tempat kejadian di berada di Indonesia 
Timur beberapa tahun silam. Termakasih atas komentar Uda2/dunsanaknyo semoga 
dalam kehidupan sehari2 kita dapat lebih bijak dan toleran sehingga hidup kita 
lebih harmonis. 

Salam 
Owen Putra
http://kompasiana.com/owen

--- Pada Kam, 25/3/10, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> 
menulis:

Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Judul: RE: [...@ntau-net] Orang Kristen Teriaki Juru Dakwah "Jin Masuk  Kampung"
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 25 Maret, 2010, 3:45 PM




 
 







Uda Taufiq dan Dunsanak Sadonyo 

   

Kalau di ambo, ado nan agak “lucu” (mungkin labiah
tapek dibandiangkan “aneh”. Di satu sisi dikatakan “kehidupan
harmonis ditengah2 kaum minoritas”, dan “ada beberapa mesjid”,
tapi begitu ada yang memakai pakaian yang diidentikkan dengan Islam,
masayarakat di sana sampai membunyikan kentongan …  Agak2 ndak
manyambuang logika ambo. 

   

Jadinyo, ambo agak bapikia iko kejadian sabananyo atau cerita
fiksi? Kalau kejadian, dima kejadiannya agak surprise ambo kalau memang ado
suatu daerah di Indonesia yang masyarakatnya berani seperti itu.  

   

Nan labiah lucu lo, ba’a dek “korban” (yang
notabena Da’i)  tu diam sajo, sehingga “teman” itu
akhirnya memilih untuak “curhat” ke penulis?  

   

Kalau “katanya” dan “katanya”, ya … 
ambo baok galak sajo lah … 

   

Riri 

Bekasi, l, 47 

   

   

   

   

   



From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[email protected]

Sent: Thursday, March 25, 2010 2:26 PM

To: [email protected]

Subject: Re: [...@ntau-net] Orang Kristen Teriaki Juru Dakwah “Jin
Masuk Kampung” 



   

Saya rasa ini terlalu berlebihan dan ingin memojokkan Islam



Coba perhatikan pakaian para Pastor, mereka juga pakai jubah



Begitu juga para biarawati mereka juga menggunakan gaun panjang dan menutup
kepala mereka



Sebab itu rasanya busana seperti itu bukan sesuatu yang asing bagi mereka



Jadi kita hendaknya jangan ikut-ikut memojokkan kaum kita sendiri



Walaupun kaki celana saya tidak diatas matakaki atau tidak memakai pakaian
Arabic/Hind style, tapi karena mereka melakukan shalat dan puasa seperti yang
saya laksanakan. Saya lebih menghargai mereka, dibanding yang lain yang tidak
melaksanakan shalat dan puasa

sama sekali



Wass

TR 

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT 









From: owen putra <[email protected]>  





Date: Thu, 25 Mar 2010 05:15:12 +0800 (SGT) 





To: <[email protected]> 





Subject: [...@ntau-net] Orang Kristen Teriaki Juru
Dakwah “Ji n Masuk Kampung” 





   




 
  
  
  
   
  Seminggu yang lalu seorang teman
  sempat bercerita kepada saya mengenai insiden yang dialami oleh sekompok da`i
  kampungnya. Adapun niat saya menceritakan peristiwa itu, bukan untuk
  mendeskreditkan atau memprovokasi kelompok tertentu. Saya berharap dengan
  menuangkan kisah nyata itu, semua elemen negeri ini lebih bijak dalam setiap
  tindak-tanduknya. 
  Malam itu, ia berkunjung guna membesuk
  sahabatnya yang tengah sakit di rumah saya. Kebetulan karena teman saya itu
  lagi tidur, saya berinisiatif mengajaknya bercerita dan mengali informasi
  lebih banyak darinya. Soalnya, dia berasal dari sebuah daerah yang cukup jauh
  di Nusantara, dari segi umur ia jauh lebih tua dari saya, tentu banyak
  pengalaman dan ilmunya. Kami pun mulai tenggelam dalam berbagai alur-alur
  cerita dan kisah, dari yang kocak sampai yang menyentak. Akan tetapi, satu 
kisah
  yang sangat membuat saya terkesan, saya pikir ini patut saya tulis. 
  Ia menceritakan kalau keluarganya
  hidup harmonis di tengah masyarakat mayoritas umat Kristiani, bahkan keluarga
  kakak iparnya sendiri adalah orang Kristen. Karena sudah saling hidup 
bertetangga
  puluhan tahun silam, mereka tidak ada gesekan berarti sehingga terus dapat
  menjaga keharmonisan. Hal semacam ini tentu patut diteladani, bukankah di
  zaman Rasulullah ahlu kitab yang hidup di negeri Islam
  mendapatkan jaminan keamanan yang amat sangat dari beliau. (lihat: Sirah) 
   
  Menurutnya kampung itu dihuni oleh
  mayoritas kaum Kristiani, bahkan untuk mendapatkan berbagai busana dan
  pakaian Islam saja lumayan sulit disana. Untung saja, sekarang ini sudah ada
  satu tokok yang menyediakan berbagai busana muslim di kampung itu. Kalau
  masjid katanya, jumlahnya dapat dihitung pakai jari, tapi syukur rumahnya
  dekat dengan masjid sehingga ia dapat melaksanakan shalat lima waktu disana. 
  Suatu ketika, ada sekelompok da`i yang
  datang ke daerah itu. berpakaian ala kaum muslimin India dan Pakistan
  (pakaian hindustan). Mereka pun mencoba dengan bersama-bersama menapaki jalan
  menuju kawasan itu. Betapa terkejutnya mereka, ketika beberapa meter
  menginjak kampung itu, orang-orang pada meneriaki dan mengejar mereka sembari
  menyebut “ada jin masuk kampung”. Katanya, ada
  yang ngejar pakai parang, kayu dan peralatan yang lain. Dari sudut kampung,
  kentungan pun berbunyi sebagai tanda ada marabahaya di kampuang itu. Dengan
  terpaksa, mereka pun lari terbirit-birit menyelamat diri. 
  Anda tentu tahu
  bagaimana perasaan seseorang yang mengalami peristiwa semacam itu. Untung
  saja, kakak kandungnya adalah salah seorang yang dikejar-kejar itu dapat
  kabur dengan selamat. Tentu pengalaman yang cukup mengesankan dalam hidupnya. 
  Hemat saya, melihat
  kisah nyata di atas sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi semua elemen agama
  dan bangsa ini untuk intropeksi diri. Melihat, apa sebenarnya yang salah dan
  tidak tepat sehingga terjadi insiden semacam itu. Barangkali itu salah satu
  potret saja, bisa jadi ribuan insiden seperti itu dan sebaliknya kerap
  terjadi di bumi pertiwi. Apakah yang salah, metode, lingkungan, budaya, gaya
  hidup, atau apa? Mari temukan jawabannya….. 
  
  
  
 


   







Selalu
bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! 

Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!  

-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

1. Email besar dari 200KB;

2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com
or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject. 

-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

1. Email besar dari 200KB;

2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com
or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject. 



 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.




      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke