Ha...ha...sato maota ciek
Seandainya ado nan pendukung Si A nan agak ditonjolkan di survey ko
pasti mandukuang bana hasil survey ko, tapi kalau ado pandukuang Si B
nan maraso dirugikan dek survey ko pasti manantang bana hasil survey ko
kok ka ba a carono.....
tapi itulah....kalau ka bacarito batua indak data ko, a yo panjang
citonyo, nan metode sampling nyo lah, nan tingkat kepercayaannya nyo
lah, alun beko urang statistik batanyo iko standard deviasi samo process
capabilitnyo bara?a ntun batanyo lo urang psikolog, iko pas ditanyoan
inyo baru jago, sadang duduak di lapau, sadang manggendong anak atau
dikumpuan ciek kampuang sadoalahe?a ntun batanyo lo urang IT, iko data e
diolah pakai software apo, a tu batanyo lo inyiak-inyiak wak di kampuang
sadang duduak di karusi goyang "iko apo carito e ko?".....
tambah paniang inyiak jo one wak nan di kampuang.....
-------------------------------------------------------------
maaf kok ado kato nan tasialia.....
wassalam,
HK
Rikola Fedri wrote:
Sato komentar saketek,
Kalo menuruik ambo, untuk survei popularitas dan elektabilitas ado
beberapa yang perlu dicermati:
Pertamo, metodologi pengambilan sample, yang umum dipakai adalah
metodologi multistage random sampling, pendekatan ini akan lebih baik
dibandingkan menggunakan simple random sampling seperti yang digunakan
dalam survei SCDev Universitas Andalas ini.
Karena pengambilan responden dalam multistage random sampling adalah
secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dimasing-masing
Kabupaten/Kota. Jumlah responden yang diambil lebih banyak untuk
Kab/Kota yang pemilihnya juga lebih besar.
Kedua, jumlah responden yang standar adalah 400 responden dengan
perkiraan margin of error sekitar 5% pada selang kepercayaan 95%.
Tentunya semakin banyak responden akan semakin memperkecil error.
Jadi kalau dengan 400-500 responden sudah bisa mewakili kenapa harus
10.000 responden, karena kaitannya nanti dengan dana yang harus
dikeluarkan.
Kiro-kiro itu tambahan, maaf kalo ado yang indak berkenan.
Tarimo kasih,
Rikola Fedri
(25, Jkt)
------------------------------------------------------------------------
*Dari:* Indra Jaya Piliang <[email protected]>
*Kepada:* [email protected]
*Cc:* [email protected]
*Terkirim:* Sel, 30 Maret, 2010 10:56:27
*Judul:* [...@ntau-net] Bagi Penggerak Survei....
Sy ikut sedih dengan survei "ical-icak" ini. Apalagi dengan
mengatasnamakan Unand. Memalukan. Bgmn bisa sample diambil 10.000?
Survei nasional saja jumlah samplenya hanya 2.000 sampai 3000 org.
Bagaimana ini, Uda Andrinof? Miftah Sabri? Hasan Nasbi?
Menurut saya ini kejahatan akademis. Lebih berbahaya dari kejahatan
manapun.
IJP
Selasa, 30 March 2010
Endang Terunggul
Fauzi Populer, Marlis RAHMAN Paling Diterima
PADANG - Singgalang
Hasil survei terbaru terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur
Sumbar, sudah keluar. Dirut PT Semen Padang Endang Irzal, unggul untuk
kandidat calon gubernur. Walikota Padang Fauzi Bahar, berada di posisi
runner up, padahal ia dalam survei, justru paling terkenal.
Posisi ketiga, calon incumbent, Gubernur Sumbar Marlis Rahman. Sedang
posisi calon wakil gubernur, Bupati Agam Aristo Munandar yang melambung.
Survei ini berakhir dengan sebuah kesimpulan, Endang, Fauzi dan
Marlis, kini ibarat motocross, star boleh sama, tapi yang sampai ke
garis finis, ditentukan oleh kemahiran membawa motor. Medan akan
semakin berat, peluang bisa sama, tapi nasib akan berbeda.
Survei itu dilakukan lembaga SCDev Universitas Andalas. Mengambil
sampel dari populasi masyarakat yang telah memiliki hak pilih (17
tahun ke atas atau sudah/pernah menikah). Jumlah keseluruhan sampel
10.000 responden berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Penelitian
ini dilakukan dari 19-26 Maret 2010. Metode yang digunakan adalah
probalita sampling dengan teknik simple random sampling terhadap
responden. “Tingkat signifikansi 98 persen dan sampling error 2
persen,” sebut Ketua Tim Peneliti SCDev Unand, Drs. Alfan Miko, M.Si.,
dalam hasil penelitian yang dikirim ke Singgalang, Senin (29/3).
Survei dilakukan terhadap 19 orang bakal calon Gubernur Sumbar
2010-2015. Disebutkan, Endang Irzal memiliki tingkat elektabilitas
(keterpilihan) paling tinggi. Yakni mencapai 17,3 persen dari pilihan
responden. Fauzi Bahar berada sekitar empat poin di bawah itu, yakni
13,5 persen pilihan responden. Posisi ke tiga, Marlis Rahman dengan
7,3 persen pilihan responden.
Calon lain, di bawah itu. Bupati Agam Aristo Munandar hanya dipilih
5,7 persen responden. Jeffrie Geovanie, 5,2 persen. Sedangkan Muslim
Kasim, 2,6 persen responden.
Popularitas
Uniknya, untuk tingkat popularitas calon justru Fauzi Bahar yang
tertinggi, yakni mencapai 69,5 persen responden. Namun sayangnya,
angka itu nyaris berbanding lurus dengan tingkat resistansi/penolakan
responden, Fauzi untuk kategori ini juga berada di posisi teratas. Dia
menjadi calon yang paling ditolak responden, persentasenya mencapai
9,7 persen responden.
Endang Irzal hanya ditolak oleh 4,4 persen responden. Sementara
Gubernur Sumbar Marlis Rahman menjadi calon yang tingkat penolakan
responden paling kecil, 2,5 persen.
Nama Bupati Agam Aristo Munandar, memang tidak masuk dalam jajaran
atas kandidat calon gubernur dalam survei itu. Tapi untuk posisi
kandidat calon wakil gubernur, nama Aristo melambung.
Ia dipilih 14,4 persen responden. Demikian juga dengan nama Bupati
Padang Pariaman Muslim Kasim, meraih cukup tinggi dukungan responden,
8,9 persen responden.
Kian alot
Sementara perdebatan terkait bakal calon yang akan ke gelanggang
pilkada, semakin alot di tubuh partai-partai pengusung.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang melakukan rapat pimpinan
(rapim) Senin (29/3), akhirnya memutuskan mengirim dua pasang nama
cagub-cawagub ke DPP PPP. Yakni Fauzi Bahar-Muslim Kasim dan
Ediwarman-Husni Hadi.
“Hasil itu sudah langsung dibawa ke DPP PPP oleh pengurus DPP PPP
Emron Pangkapi yang juga hadir dalam rapim,” kata Sekretaris DPW PPP
Sumbar Petrizal kepada Singgalang. Keputusannya, akan diperoleh
sebelum pendaftaran calon ke KPU Sumbar, 2 April 2010.
Di Golkar, nama Marlis Rahman semakin berkibar dalam rapim Golkar yang
berlangsung di Jakarta. Menurut Korwil Sumbar DPP Golkar Indra J
Piliang, nama Marlis hampir bisa dipastikan akan diusung Golkar,
pasangannya yang mendampinginya, kemungkinan besar adalah Aristo
Munandar, bersaing ketat dengan Ketua DPD Partai Golkar Sumbar, Hendra
Irwan Rahim.
Di PAN, rapat sengit yang berlangsung semenjak Senin pagi (29/3) di
Pangeran Beach Hotel, hingga berita ini diturunkan masih belum ada
keputusan. Perdebatan antar peserta, berkisar pada tiga nama paling
top. Namun sepertinya bola bakal mengarah pada nama Fauzi Bahar dan
Muslim Kasim. Apalagi Fauzi adalah kader PAN. Jika keduanya dipadukan,
akan semakin klop. (308/101)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan
ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email
lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe from this group, send email to
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the
words "REMOVE ME" as the subject.
------------------------------------------------------------------------
Pemanasan global? Apa sih itu?
<http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AjO3kFB4MH9t8_Wg.IsJRzLtRgx.;_ylv=3?qid=20080916002637AALjeQI>
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! --
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan
ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email
lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe from this group, send email to
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the
words "REMOVE ME" as the subject.
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or
reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.