Pak Kozok yth

 

Terimakasih atas jawabannya. Sebenarnya saya cukup kaget dengan
penjelasan Pak Kozok bhw ia bukan anak Dara Jingga dan tidak pernah
diutus ke Tiongkok.

Bisa dibabarkan bagaimana biografi yang sebenarnya dari Adityawarman ini
dari berbagai literature dan referensi yang bapak punya? 

 

Mana tahu suatu saat nanti ada sutradara/produser film nasional atau
international yang berminat memfilmkan kisah "Adityawarman" ini yg
merupakan seorang tokoh besar yg sering disebut2 namanya dlm khazanah
Budaya Malayu dan Minangkabau, mgkn termasuk juga di Nusantara.

 

Kalau tak salah di Tambo ia dijuluki sebagai "Rusa yang tanduknya
bercabang tiga" dan "Enggang yang datang dari laut" ditembak dengan
bedil oleh Datuk yang berdua (Datuk Parapatiah Nan Sabatang dan Datuk
Katumangguangan). Satu "detak", dua dentumannya.

 

Makasih

 

Wassalam

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli
Kozok
Sent: Thursday, April 01, 2010 11:19 AM
To: Syafroni (Engineering)
Cc: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Gajah Mada prajurit Melayu pengawal Dara Petak
ke Tanah Jawa

 

Pak Syafroni,

 

Silakan diposting ke ranatunet:

 

Ada satu hal yang lupa saya sebutkan:

 

Di milis ini sudah sekian kali saya baca bahwa Adityawarman lahir di
Majapahit sebagai anak Dara Jingga, putri raja Malayu, dan seorang
pembesar di keraton Majapahit. Saya selalu heran kenapa, terutama dalam
publikasi Indonesia, Adityawarman digambarkan sebagai anak Dara Jingga.
Pada hal sama sekali tidak ada bukti untuk asumsi itu. Bahayanya,
semakin sering diulang, semakin orang percaya pada asumsi yang tidak
dapat dipertahankan itu.

 

Selain itu ada beberapa mitos lain yang selalu muncul dalam hal
Aditaywarman.

 

Katanya nama Aditaywarman ada dalam beberapa prasasti Jawa dari tahun
1320an. Pada hal tidak ada.

Terus, mitos bahwa Adityawarman pernah diutus Majapahit ke Tiongkok.
Juga tidak benar.

 

Saya sudah meneliti sumber-sumbernya semua sehingga saya berani untuk
mengatakan demikian. Ternyata sejarah Minangkabau perlu ditulis ulang.
Terlalu banyak yang dikarang-karang oleh Muhammad Yamin dan Selamat
Mulyono yang tidak tahan uji.

 

Sekian dan salam sejahtera,

 

Uli

 

 

Dr. Uli Kozok
Associate Professor
Indonesian-Malay Language Program
2540 Maile Way, Spalding 255
Honolulu, HI 96822, USA
Tel: +1.808. 956 7574
Fax: +1.808. 956 5978
http://www.hawaii.edu/indolang
http://bahasa.net/online

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke