Pak Kozok yth
Wah menarik sekali penyampaian dari Pak Uli Kozok. Masuk akal juga apa yg bapak sampaikan, terutama ttg umur Adityawarman. Kalau tahun2 kejadian itu emang benar begitu adanya tentu rasanya memang kurang masuk akal kl di umur 53 Adityawarman baru naik tahta. Jadi siapa sebenarnya utusan yg pernah dikirim 2 kali ke Tiongkok itu? Dan tolong bapak tambahkan penjelasan bapak tentang siapa dan bagaimana riwayat hidup Adityawarman itu. Apakah Adityawarman sezaman dengan Gajah Mada? Kalau boleh, di-sharing-lah pak Kozok, hasil penelitian bapak itu ke kita/saya. Makasih Wassalam syafroni ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli Kozok Sent: Thursday, April 01, 2010 1:48 PM To: Syafroni (Engineering) Subject: Re: [...@ntau-net] Gajah Mada prajurit Melayu pengawal Dara Petak ke Tanah Jawa Pak Syafroni dan anggota Rantaunet, Alasan maka Adityawarman dianggap anak Dara Jingga karena dalam Pararaton disebut bahwa anak Dara Jingga menjadi "ratu ring Malayu". Adiknya Dara Jingga, Dara Petak, melahirkan anak pertamanya pada tahun 1294 - dua tahun setelah perkawinanya dilangsungkan. Masuk akal. Kapan Adityawarman dilahirkan? Kita tidak tahu, tetapi kita tidak salah kalau kita anggap bahwa tahun kelahirannya sekitar 1294 juga. Tahun 1347 Adityawarman menjadi maharajadhiraja di Dharmasraya. Kalau begitu usianya sudah 53 tahun! Nah, hal ini tidak masuk akal. Dalam pararaton hanya dikatakan bahwa anak DJ menjadi "ratu ring Mlayu" dengan nama Aji Mantrolot alias Marmadewa. Unsur Marma barangkali "warma" yang dipakai oleh setiap raja Melayu, bukan AdutyaWARMAN saja tetapi juga pendahulunya AkarendraWARMAN yang tahun 1316 sudah menjadi maharajaDHIRAJA di Tanah Datar. Artinya pada tahun 1316 Malayu sudah tidak takluk pada Majapahit. Pada hal selama ini ada anggapan bahwa Adityawarmanlah yang memisahkan diri dari Majapahit. Bagaimana kalau Akarendrawarman anak DJ? Kalau ia lahir 1294 ia berusia 22 tahun ketika menjadi maharaja di Tanah Datar. Masuk akal. Lalu siapakah Adityawarman? Jelas bukan anaknya tetapi kemungkinan kemenakannya - sesuai dengan garis keturunan adat Minangkabau. Dengan demikian Adityawarman lahir sekitar tahun 1320 dan menjadi maharajadhiraha ketika berusia sekitar 25 tahun. Ini baru masuk akal! Teori ini bertolak belakang dengan "kenyataan" bahwa Adityawarman menjadi duta Majapahit di Tiongkok. Saya sudah periksa sumber aslinya dan apa yang dikatakan Selamat Mulana tidak benar. Memang ada duta Majapahit ke Tiongkok. Nama Tiongkoknya dapat diartikan sebagai Sang Arya (gelar yang sangat umum di Jawa)! Tiada apa pun yang merujuk pada Adityawarman. Ini yang saya tulis dalam bahasa Inggris: Slamet Muljana's source, the Yuan Shi, composed in 1370 by the official Bureau of History of the Ming Dynasty, indeed reports two Majapahit missions to China, one in 1325/26 and a second in 1332/33: In the second month of the second year of the Tai-ding reign (1325-26), the minister Xi-la Seng jia-li-ye who had been sent by the country of Java brought a memorial and local products and came to offer tribute at the court. (1332/33) The envoy Seng-jia-la and others, totalling 83 persons, who had been sent by the country of Java brought a memorial inscribed in gold as well as local products and came to offer tribute at the Court. In the first reference, "Seng jia-li-ye" and in the second reference "Seng-jia-la" both appear to represent the title Sang Arya (Geoff Wade, personal communication) or, according to Ferrand, cited in Krom {%Krom, 1926, #19...@387 Note 1}, as Sang Gala or Sang Kala, but there is absolutely no reference to any Adityawarman. Lalu kata Selamat Muljana Adityawarman's name is mentioned on two inscriptions issued by Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani, namely in the Blitar inscription of 1330 and in the undated OJO LXXXXIV (D 38) inscription. In the Blitar inscription his name is given as Arya Dewaraja Pu Aditya. The OJO LXXXIV inscription mentions clearly Pu Aditya as bearing the title of a wreddha mantri or minister. Sekali lagi Selamat Muljana meleset. Dalam prasasti Blitar tidak ada nama Adityawarman sama sekali! Kalau tidak percaya baca sendiri prasasti di halaman 82 Damais, Louis-Charles. "Etudes d'epigraphie Indonesienne. IV. Discussions de la date des inscription." Bulletin de l'Ecole française d'Extrême-Orient 47.1 (1955): 7-290. Hasil penelitian saya yang lebih lengkap akan saya terbitkan barangkali pada awal tahun depan, mudah-mudahan juga dalam bahasa Indonesia. Sekian dan salam, Dr. Uli Kozok -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
