BP, Bundo @sanak Yth,
Wah bertambah lagi promosi gratis restourant Padang, dimana Gayus di
perogoki Satgas, nasi padang juga yg di cari di Singapore.
Tp saya bertanya, apakah kalau kita mengatakan "Restaurant Pdg dan
Tapakuak",krn tak dicantumkan harga sebelumnya....merupakan "kritikan
awaksamo awak" atau akan menambah miring nya  image keberadaan restaurant
Padang. Menurut saya kalau anda merasa tapakauak, knp ngak dari awak di
tanya berapa harga nya satu persatu? Jadi lamak carito nyo.
Kalau lansung meng vonis " aden tapakauak' di restauranat Padang, tanpa
keterangan lbh jelas,.. dan disebarkan di milis ini namanya,... pencemaran
nama baik",.. I wanna sue U , kata UU ITE.
Wass. Muzirman Tanjung.
----------------------------------------------


Dilema Gayus di Kedai Padang Lucky Plaza

Kamis, 1 April 2010 | 03:10 WIB

*FX Laksana Agung Saputra*

Sejak 24 Maret lalu, Gayus HP Tambunan, pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Kementerian Keuangan, bersama istrinya, Milana Anggraeni, dan tiga anaknya
”tinggal” di Singapura. Mereka menginap di Hotel Meritus Mandarin di kawasan
Orchad Road, Singapura, kamar 2105.

Harga kamar di hotel itu per malamnya mulai 320 dollar Singapura untuk
deluxe room sampai dengan 1.440 dollar Singapura untuk presidential suite.
Jika dialihkan ke rupiah, lebih kurang Rp 2,1 juta-Rp 9,5 juta per kamar.

Di hotel itu, Gayus, yang menjadi buron Polri terkait makelar kasus,
bersembunyi selama ini.

Selasa (30/3) sekitar pukul 20.00, ia keluar hotel sendirian mencari makan
malam untuk keluarganya. Tujuannya Lucky Plaza, dua blok dari Meritus
Mandarin. Pakaiannya santai. Kaus oblong dipadu celana pendek tiga perempat.
Sebuah tas merek berkelas diselempangkannya di bahu.

Setiba di Lucky Plaza, ia ke lantai dasar, tempat gerai makanan (food
court). Ia memilih gerai yang menjual ayam goreng dan nasi. Lokasinya di
sudut.

Saat membayar, tiba-tiba sebuah suara memanggil namanya dari belakang. Itu
suara Denny Indrayana, Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.
”Gayus menoleh dan menyambut kami,” kata Denny.

Denny bersama Mas Achmad Santosa, anggota Satgas. Mereka di Singapura memang
untuk mencari, menemukan, dan membujuk Gayus agar menyerahkan diri. Mereka
tentu bekerja sama dengan tim Mabes Polri serta Kedutaan Besar Republik
Indonesia di Singapura.

Namun, pertemuan di gerai makanan itu, kata Denny, adalah kebetulan.
”Sungguh suatu kebetulan,” katanya.

Denny dan Santosa menginap di Hotel JW Marriott, sekitar 100 meter dari
Lucky Plaza. Mereka mencari makan malam.

Gayus diajak duduk di kedai masakan Padang, tak jauh dari gerai ayam goreng.
Denny pada saat yang sama memberi tahu tim Mabes Polri untuk segera merapat.
Pendekatan berlangsung sekitar dua jam, sambil makan nasi padang, yang
rasanya hambar, seperti dikatakan Denny, karena situasi.

Tak mudah bagi Gayus untuk pasrah meski posisinya sangat sulit. Pembicaraan
tidak banyak menyangkut soal hukum, tetapi soal perasaan. ”Kami tak banyak
ngomong soal hukum kepada Gayus, tetapi lebih banyak encouragement. Saya
mengatakan padanya, forget the past, start a new life,” kata Santosa.

Kedua anggota Satgas itu berusaha meyakinkan, menyerahkan diri adalah
pilihan terbaik. Apabila tak menyerahkan diri, Gayus akan dihantui perasaan
sebagai buron seumur hidup. Gayus juga terancam ditahan polisi Singapura
karena paspornya dicabut akibat status pekerjaannya dipalsukan dari yang
semestinya pegawai negeri sipil ditulis pegawai swasta. Kalau permasalahan
ini diteruskan, pasti kian runyam.

”Kami membujuknya untuk menyerahkan diri. Ia tampak bingung dan takut,
terutama dengan nasib istri dan anaknya, yang masih enam tahun, empat tahun,
dan satu tahun. Berulang kali, ia mengusap dahinya,” kata Denny.

Akhirnya, saat sebagian besar gerai telah tutup, nada-nada mau menyerahkan
diri tampak pada diri Gayus. Namun, perasaan bingung dan takut masih
berkecamuk di pikirannya. Maka, ia minta waktu untuk berbicara dengan
istrinya di hotel. Jam menunjuk pukul 22.30.

Denny, Santosa, dan tim Mabes Polri mengantarkan Gayus kembali ke Hotel
Meritus Mandarin. Sekitar 45 menit, Gayus berbicara dengan istrinya dalam
kamar.

Setelah menetapkan hati, Gayus keluar kamar. Didampingi Denny, Santosa, dan
tim Mabes Polri, mereka menuju lobi Hotel Marriott. Di sana, Kepala Bagian
Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi, staf KBRI di
Singapura, dan pejabat Kepolisian Singapura telah menunggu.

Di tempat itu dibicarakan persiapan dokumen imigrasi agar Gayus bisa kembali
ke Tanah Air. Disepakati, Gayus pulang dengan surat perjalanan laksana
paspor sebagai pengganti paspornya yang dicabut. Pembicaraan selesai pukul
02.00.

Rabu, Gayus menetapkan langkahnya menuju pesawat Garuda Indonesia bernomor
penerbangan GA 829 tujuan Jakarta. Di Jakarta, Gayus berketetapan hati
mengungkap segalanya meski rasa takut masih berkecamuk.

*Lebih gemuk*

Jadwal kedatangan GA 829 dari Singapura terpampang di layar monitor. Pesawat
dijadwalkan mendarat pukul 15.35. Ratusan orang memadati ruang kedatangan di
Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Wartawan tersebar di tiga titik
pintu keluar karena tidak jelas dari mana Gayus akan keluar.

Gayus keluar dari terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul
16.00. Ia diapit aparat Polri berpakaian preman. Ratusan wartawan pun
langsung mengerumuni Gayus yang berkepala plontos itu. Gayus dibawa ke mobil
Toyota Land Cruiser warna hitam bernomor polisi B 2676 TL.

Saat keluar, Gayus tanpa ekspresi. Tubuh dan wajahnya tampak lebih gemuk
daripada foto yang selama ini beredar di internet dan media massa. Rombongan
yang membawanya tak mampir ke bagian imigrasi.

Sempat terjadi kericuhan kecil saat Gayus datang, tetapi itu tak
menghambatnya dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa. (pin/fer/ong/tri)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke