*Alaikumsalam sanak sado alahe,* ** *Iyo bana dek Rita tu.* ** *Kok kami nan alah gahat gahat ko. Indak ado lai nan ka dikakok.* *Kok anak alah manateh sadonyo. Untuak hari tua adolo tabungan sangenek.* *Harapan nan masih dihadang, indak ado lai, kecuali sisa waktu nan* *alah Asharko masih bisa bermanfaat bagi masyarakat dan nan mudo mudo.* *Itupun kalau pengalaman hiduik jo pengetahuan sajumpuik nan ado* *masih bisa baguno. Kalau indak didanga alias dicuek-in kato urang Betawi,* *pun indak baa, nan penting uweh uweh alah disampaikan. Ijan pulo kalau* *kami agak nyinyiak, lantas kami dimusuhi, dibilang sok pintar, sok menggurui.* *Masuakkan sajo talingi kiri, kaluakan baliak ditalingo kanan. Dikaluakan* *dibawahpun indak baa pulo. Kalau harimau dihati, kambiang juo nan* *ditampilkan. Basuo kami dilabuah, sapo juolah kami. Kok sasek kami* *dirumah adik jo nakan, agiah juolah sagaleh aia dingin.* ** *Wassalam
* 2010/4/1 Rita Desfitri Lukman <[email protected]> > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Dulu.... > Ketika kami kecil dulu... > Dengan semua fasilitas yang serba minim dan tak menentu... > Almarhum Bapak saya suka menasehati kami agar tak menggerutu... > > Ketika usia kami masih remaja dini > Di kala jatah makan masih dibagi > Ke sekolah di dekat pasar Maninjau juga hanya berjalan kaki > Jarak 8 kilometer untuk pulang dan pergi itu ditempuh setiap hari > Sepatu lusuh pun membuat lecet di kaki > Ketika hujan datang menjenguk hari > Tak jarang kami memakai daun pelepah pisang untuk payung pengganti > > Tapi almarhum Bapak saya dengan bijak akan tetap membesarkan hati kami > > Satu wasiat beliau yang sederhana dan selalu teringat sampai kini adalah; > Bahwa rumput yang tumbuh ditanah yang bebatuan, daya tahannya akan jauh > lebih kuat dari rumput di taman yang dipupuk dan tanahnya digemburkan setiap > saat. Rumput yang tumbuh di tanah-tanah berbatu, genggaman akarnya jauh > lebih hebat, sehingga untuk mencabutnya akan membutuhkan tenaga yang juga > ekstra. Rumput ini tahu betul, bahwa untuk dapat hidup dia harus berusaha > keras menjalarkan akarnya disela-sela bebatuan, dan siap dengan krisis air > ataupun makanan setiap saat. Karena itu rumput dibebatuan bukanlah rumput > yang cengeng yang langsung layu jika tidak ada orang yang datang menyiramkan > air. > > Barangkali itulah sebabnya, orang-orang yang hidupnya ibarat rumput yang > tumbuh dibebatuan ini, umumnya mereka akan menjelma menjadi pekerja keras, > dan akan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Mereka juga akan > lebih bijak dalam mendalami makna kehidupan. Dan ketika mereka menggapai > kesuksesan, mereka cenderung tetap sederhana dan rendah hati karena tahu > bahwa sesuatu itu tidak didapat dengan mudah, dan diperoleh hanya dengan > izin Allah. > > Nilai-nilai inilah yang saya pelajari dari mamak-mamak, kakak-kakak, > ibu-ibu di palanta, yang patut untuk ditiru. Walaupun beliau-beliau sudah > mencapai kesuksesan diatas rata-rata orang kebanyakan, tetapi mereka tetap > membumi dan merendahkan diri. Mak Ngah, Pak Emi, Bang Zul, Mamak Duta, > adalah segelintir contoh dari ratusan contoh yang bisa disebutkan di > balerong ini. > > Dan di balerong inilah, kami yang muda-muda bisa belajar dari mereka > semua... Semoga... > > Sayup-sayup, serasa terdengar kembali petuah almarhum Bapak dari alam > sana... > > Di kabek baru di kisai > Isuak indak ka ladang lai > Urang batanam si bungo lado > Dari ketek iduik marasai > Isuak indak ka gamang lai > Tantangan hiduik nan dihadangnyo.... > > Wassalam, > > Rita Lukman > > ---------------------- > > > Pada 1 April 2010 01:58, ajo duta <[email protected]> menulis: > > Dinda Zul, >> >> Ajo sangka kehidupan ajo saja yang penuh rona duka. Ternyata dinda lebih >> lagi. >> Disamping hasilnya juga lebih pula. Bedanya dinda bisa menuliskan semua >> "Perang si Padang" itu dengan baik dan kronologis. Sedang ajo tak pandai >> menulis seperti >> seperti yang dinda lakukan. Dinda Muljadi menyarankan ajo membaca tulisan >> memoar pribadi dinda di Cimbuak. Ajo membacanya tak berkedip, sampai telat >> makan. >> Sungguh memberi motivasi bagi yang memulai hidup. >> >> Salam sukses. Insya Allah kita basuo di bumi Amerika. Lucu memang kita >> sama >> tinggal di tanah paman Sam. Tapi kita bertemu di RM Sederhana di Pulo Mas >> Jakarta. >> Terima kasih sudah memenuhi undangan Ajo. Salam untuk sang putri (ajo lupo >> namonyo) >> >> Bagi sanak nan alun mambaco "Perang si Padang" monggo dicalik >> http://www.cimbuak.net/content/view/1398/5/ >> >> Wassalam >> >> >> >> >> 2010/3/30 Zulkarnain Kahar <[email protected]> >> >> Tahun 2000 aku datang kemari mengikuti training pertama keluar negeri >>> terjauh. Selama dua minggu habis kukelilingi kota melbourne ini dengan jalan >>> kaki. Hari hari sore menjelang malam aku menikmati gemerlapan kota. Kembali >>> kehotel biasanya sudah pukul 1 atau 2 pagi. >>> >>> Mejelang pulang ke Jakarta mataku ku buka lebar lebar seakan melihat kota >>> untuk yang terakhir kalinya.. Aku memang seorang realistis. Kalau menurut >>> akal sehat tak akan pernah lagi aku kembali kesini. Ternyata hidup bukan >>> hitungan matematika. Setahun kemudian 2001, Aku kembali lagi lagi kemari >>> mengikuti training. Kembali aku yang percaya dengan akal sehat. Ini adalah >>> kesempatan terkahir kemari. Tanpa berfikir macam macam aku sewa mobil >>> seharga 60 dollar AUS dan kujelajahi jala raya melbourne - Sidney dengan >>> waktu tempuh 12 Jam di jalan raya. dan kembali lagi ke Melbourne keesokan >>> harinya otimatis aku tidak tidur dua hari dua malam... >>> Selamat Tinggal Melbourne... >>> >>> Hari ini 31 March 2010,aku mendarat lagi disini setelah menempuh >>> pernerbangan terpanjang non-stop dari Los Angeles.. dan kali ini aku datang >>> memberi training ... >>> >>> *What a Wonderful Life * >>> >>> Zulkarnain Kahar >>> >>> >> >> -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, USA. sekarang Sterling, Virginia-USA -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
