*Alaikumsalam sanak sado alahe,*
**
*Iyo bana dek Rita tu.*
**
*Kok kami nan alah gahat gahat ko. Indak ado lai nan ka dikakok.*
*Kok anak alah manateh sadonyo. Untuak hari tua adolo tabungan sangenek.*
*Harapan nan masih dihadang, indak ado lai, kecuali sisa waktu nan*
*alah Asharko masih bisa bermanfaat bagi masyarakat dan nan mudo mudo.*
*Itupun kalau pengalaman hiduik jo pengetahuan sajumpuik nan ado*
*masih bisa baguno. Kalau indak didanga alias dicuek-in kato urang Betawi,*
*pun indak baa, nan penting uweh uweh alah disampaikan. Ijan pulo kalau*
*kami agak nyinyiak, lantas kami dimusuhi, dibilang sok pintar, sok
menggurui.*
*Masuakkan sajo talingi kiri, kaluakan baliak ditalingo kanan. Dikaluakan*
*dibawahpun indak baa pulo. Kalau harimau dihati, kambiang juo nan*
*ditampilkan. Basuo kami dilabuah, sapo juolah kami. Kok sasek kami*
*dirumah adik jo nakan, agiah juolah sagaleh aia dingin.*
**
*Wassalam

*
2010/4/1 Rita Desfitri Lukman <[email protected]>

> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Dulu....
> Ketika kami kecil dulu...
> Dengan semua fasilitas yang serba minim dan tak menentu...
> Almarhum Bapak saya suka menasehati kami agar tak menggerutu...
>
> Ketika usia kami masih remaja dini
> Di kala jatah makan masih dibagi
> Ke sekolah di dekat pasar Maninjau juga hanya berjalan kaki
> Jarak 8 kilometer untuk pulang dan pergi itu ditempuh setiap hari
> Sepatu lusuh pun membuat lecet di kaki
> Ketika hujan datang menjenguk hari
> Tak jarang kami memakai daun pelepah pisang untuk payung pengganti
>
> Tapi almarhum Bapak saya dengan bijak akan tetap membesarkan hati kami
>
> Satu wasiat beliau yang sederhana dan selalu teringat sampai kini adalah;
> Bahwa rumput yang tumbuh ditanah yang bebatuan, daya tahannya akan jauh
> lebih kuat dari rumput di taman yang dipupuk dan tanahnya digemburkan setiap
> saat. Rumput yang tumbuh di tanah-tanah berbatu, genggaman akarnya jauh
> lebih hebat, sehingga untuk mencabutnya akan membutuhkan tenaga yang juga
> ekstra. Rumput ini tahu betul, bahwa untuk dapat hidup dia harus berusaha
> keras menjalarkan akarnya disela-sela bebatuan, dan siap dengan krisis air
> ataupun makanan setiap saat. Karena itu rumput dibebatuan bukanlah rumput
> yang cengeng yang langsung layu jika tidak ada orang yang datang menyiramkan
> air.
>
> Barangkali itulah sebabnya, orang-orang yang hidupnya ibarat rumput yang
> tumbuh dibebatuan ini, umumnya mereka akan menjelma menjadi pekerja keras,
> dan akan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Mereka juga akan
> lebih bijak dalam mendalami makna kehidupan. Dan ketika mereka menggapai
> kesuksesan, mereka cenderung tetap sederhana dan rendah hati karena tahu
> bahwa sesuatu itu tidak didapat dengan mudah, dan diperoleh hanya dengan
> izin Allah.
>
> Nilai-nilai inilah yang saya pelajari dari mamak-mamak, kakak-kakak,
> ibu-ibu di palanta, yang patut untuk ditiru. Walaupun beliau-beliau sudah
> mencapai kesuksesan diatas rata-rata orang kebanyakan, tetapi mereka tetap
> membumi dan merendahkan diri. Mak Ngah, Pak Emi, Bang Zul, Mamak Duta,
> adalah segelintir contoh dari ratusan contoh yang bisa disebutkan di
> balerong ini.
>
> Dan di balerong inilah, kami yang muda-muda bisa belajar dari mereka
> semua... Semoga...
>
> Sayup-sayup, serasa terdengar kembali petuah almarhum Bapak dari alam
> sana...
>
> Di kabek baru di kisai
> Isuak indak ka ladang lai
> Urang batanam si bungo lado
> Dari ketek iduik marasai
> Isuak indak ka gamang lai
> Tantangan hiduik nan dihadangnyo....
>
> Wassalam,
>
> Rita Lukman
>
> ----------------------
>
>
> Pada 1 April 2010 01:58, ajo duta <[email protected]> menulis:
>
>  Dinda Zul,
>>
>> Ajo sangka kehidupan ajo saja yang penuh rona duka. Ternyata dinda lebih
>> lagi.
>> Disamping hasilnya juga lebih pula. Bedanya dinda bisa menuliskan semua
>> "Perang si Padang" itu dengan baik dan kronologis. Sedang ajo tak pandai
>> menulis seperti
>> seperti yang dinda lakukan. Dinda Muljadi menyarankan ajo membaca tulisan
>> memoar pribadi dinda di Cimbuak. Ajo membacanya tak berkedip, sampai telat
>> makan.
>> Sungguh memberi motivasi bagi yang memulai hidup.
>>
>> Salam sukses. Insya Allah kita basuo di bumi Amerika. Lucu memang kita
>> sama
>> tinggal di tanah paman Sam. Tapi kita bertemu di RM Sederhana di Pulo Mas
>> Jakarta.
>> Terima kasih sudah memenuhi undangan Ajo. Salam untuk sang putri (ajo lupo
>> namonyo)
>>
>> Bagi sanak nan alun mambaco "Perang si Padang" monggo dicalik
>> http://www.cimbuak.net/content/view/1398/5/
>>
>> Wassalam
>>
>>
>>
>>
>> 2010/3/30 Zulkarnain Kahar <[email protected]>
>>
>>   Tahun  2000 aku datang kemari mengikuti training pertama keluar negeri
>>> terjauh. Selama dua minggu habis kukelilingi kota melbourne ini dengan jalan
>>> kaki. Hari hari sore menjelang malam aku  menikmati gemerlapan kota. Kembali
>>> kehotel biasanya sudah pukul 1 atau 2 pagi.
>>>
>>> Mejelang pulang ke Jakarta mataku ku buka lebar lebar seakan melihat kota
>>> untuk yang terakhir kalinya.. Aku memang seorang realistis. Kalau menurut
>>> akal sehat tak akan pernah lagi aku kembali kesini. Ternyata hidup  bukan
>>> hitungan matematika. Setahun kemudian 2001, Aku kembali lagi lagi kemari
>>> mengikuti training. Kembali aku yang percaya dengan akal sehat. Ini adalah
>>> kesempatan terkahir kemari. Tanpa berfikir macam macam aku sewa mobil
>>> seharga 60 dollar AUS dan kujelajahi jala raya melbourne - Sidney dengan
>>> waktu tempuh 12 Jam di jalan raya. dan kembali lagi ke Melbourne keesokan
>>> harinya otimatis aku tidak tidur dua hari dua malam...
>>> Selamat Tinggal Melbourne...
>>>
>>> Hari ini 31 March 2010,aku mendarat lagi disini setelah menempuh
>>> pernerbangan terpanjang non-stop dari Los Angeles.. dan kali ini aku  datang
>>> memberi training ...
>>>
>>> *What a Wonderful Life *
>>>
>>> Zulkarnain Kahar
>>>
>>>
>>
>>   --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>



-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, USA.
sekarang Sterling, Virginia-USA

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke