Assalamualaikum w.w. Sanak Bot Piliang, Saya belum pernah ke Sungai Pinang-Carocok Mandeh, tetapi gagasan adanya wilayah konservasi bahari ini saya dukung. Apalagi jika kita kaitkan dengan sejarah maritim pantai barat Sumatera, yang ditulis demikian menarik oleh Prof.Dr Gusti Asnan dari FS Unand. Selain itu juga perlu dipertimbangkan kawasan Muaro, Padang, sebagai kawasan bahari yang bukan saja perlu dikonservasi tetapi juga perlu dipelihara sebagai bagian dari 'heritage' Sumatera Barat. Pendayagunaan potensi maritim Sumatera Barat termasuk salah satu topik dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau, yang selama ini terasa terlalu berorientasi darat. Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
--- On Sun, 4/11/10, Bot S Piliang <[email protected]> wrote: From: Bot S Piliang <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Jadikan Sungai Pisang - Carocok Mandeh Wilayah KOnservasi Bahari Minangkabau To: [email protected] Date: Sunday, April 11, 2010, 10:38 AM Ninik Mamak, Bundo jo Dunsanak di Palanta... Akhir Maret lalu, saya berkesempatan mengunjungi kepulauan Karimun Jawa. Kepulauan yang terdiri atas 27 pulau ini berada di utara Semarang dan secara administrative tergabung dalam Kabupaten Jepara. Yang menarik dari kepulauan ini adalah terumbu karang yang relative terjaga dan kesadaran penduduknya untuk ikut serta memelihara pantai sangat tinggi. Sepanjang jalan di pulau karimun Besar sangat rapi, saya jarangs ekali menemukan sampah. Bahkan di dermaga juga bersih. Sampah yang ada malah di tengah laut yang merupakan kiriman dari Semarang dan Jepara. Ternyata Kepulauan Karimun Jawa adalah wilayah konservasi dan ditetapkan sebagai taman laut (mohon koreksi apabila saya salah, informasi ini saya dapat dari pak Camat kepulauan Karimun Jawa yang kebetulan satu kapal dengan rombonghan saya). Saya teringat kekayaan bahari ranah Minang yang tak kalah indahnya, yaitu Kawasan Carocok mandeh, yang berada di perbatasan Padang dan Pesisir Selatan. Boleh dikatakan, itulah satu-satunya kawasan wisata bahari minangkabau yang bisa kita banggakan (maaf, saya tidak memasukkan mentawai karena secara budaya Mentawai tidak termasuk dalam bentang alam minangkabau). Apabila surge bahari terakhir dna satu-satunya ini salah urus, maka hilanglah kebanggaan Sumbar dan berdosa lah kita pada anak kemenakan di Ranah Minang nantinya. Pengelolaan karimun jawa bisa dijadikan salah satu contoh. Menurut saya, kawasan Carocok Mandeh, yang terbentang dari kawasan Sungai Pisang sampai ke Tanah Genting di dekat tarusan harus dijadikan kawasan konservasi bahari. Artinya, tidak boleh melakukan eksploitasi bahari besar2an di lokasi tersebut, pelarangan pengambilan terumbu karang atau penangkapan kan dalam jumlah besar2an. Meskipun pemandangan pulau dan alam di Sekitar SIkuai, Cubadak dan Pagang sangat indah, tapi jauh berbeda dengan pemandangan bawah lautnya yang boleh dikatakan rusak parah. Menjadi daerah konservasi bukan berarti menghilangkan nilai ekonomis dari daerah tersebut, banyak hal yang bisa dilakukan yang sejalan dengan konservasi. Pariwisata adalah salah satunya, penduduk sungai Pisang dan kampung2 terdekat bisa dididik untuk menjadi operator selam atau olah raga air lainnya, kemudian menyewakan rumah2nya untuk wisatawan, kapal2 nelayan bisa digunakan. Bahkan, seperti yang dilakukan di Pantai Lovina-Singaraja, Bali, para nelayan menternakkan ikan hias di kawasan pantai lovina, dan menjadi sentra produksi ikan hias terbesar di Indonesia. Tentu penduduk disekitar kawasan tersebut bisa mendapat untung, tentu dengan edukasi yang tak putus-putus dari pemerintah dan LSM terkait. Dari informasi yang saya dapat, beberapa pulau memang telah di jadikan pulau konservasi, seperti konservasi Penyu, KOnservasi Siamang di Pulau Marak, mungkin di Pulau Sirandah nantinya bisa dijadikan wilayah konservasi kijang Sumatera, atau Pulau Cubadak dijadikan konservasi elang laut dsb. Dengan demikian, surga Bahari Minangkabau tetap terjaga, tidak habis di patok-patok oleh pengusaha luar, dan penduduk local hanyajadi penonton atau babu di tanah sendiri. Salam Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
