Berkuda di kebun teh Oleh K Suheimi Pagi ini berrsama anak cucu irham, Irdhan, Reno, Jeje dan mika kami sampai di PTPN VIII Gunung Mas di Puncak
Biasanya enak berjalan kaki di jalan setapak di dalam kerimbunan daun teh. Dihari libur ini, saya saksikan banyak rombongan dari jakarta dan banyak keluarga membawa anak cucu. Alam dan suasananya menjanjikan banyak kegiatan termasuk banyak makanan dan banyak permaian dan kegiatan olah raga. Flying fox, berdayung , berkuda dan banyak ragam permainan yang memikat anak-anak. Biasanya sesudah menikmati makanan khas Soto-mi kami melakukan Tea-walk Tapi kerna kemarin kelelahan kembali dari cibodas, maka kali ini saya naik kuda. Kuda yang tidak muda dan juga tukang kudanyapun sudah tua dan uzur. Pak didin yang berusia 67 tahun tertatih-tatih mengiringi kudanya ketika menanjaki jalan setapak yang bebatuan Sepatu kuda dari besi itu dengan keras bergerincing memijak bebatuan dengan keras. Debupun membubung ketika kaki kuda ini terhunjam ka pasir berdebu. "Mungkin karena tiap hari berjalan di udara bersih, merawat kuda2 badan saya jadi sehat" ungkap pak didin Bagaikan cowboy, Saya racak kudo hitam itu. Kami keliling kebun teh, sambil pak didin menuntun kuda, dia berceritra banyak. Betapa tak mudahnya mendayung hidup, semakin tua beban semakin banyak, dan sainganpun bertambah terus. Justru banyak yang muda dan memeliki kuda yang lebih besar dan cantik. Pak Didin yang telah dimakan usia harus sabar dan mengakui ke unggulan pesaing. Namun hidup ini harus dijalani. "Dulu" kata pak Didin mengenang, "belum banyak kuda disini, dan ongkosnyapun lumaya ". "Kini orang bisa memilih" Saya kasihan dg paka Didin, di kedinginan hawa di puncak, di ketuan umur, beliau masih mengayuh hidup ini. Memang semakin tua dan di usia pensiun, seharusnya bisa istirahat; bagi pak didin ini tak berlaku. Justru semakin tua, anak dan cucu makin bertambah, kebutuhan hidupun makin tinggi, sedangkan badan semakin ringkih. Di tuntunnya juga kuda kesayangan yang memberi dia kehidupan. Bersama kudanya itu di kumpulkannya rupiah demi rupiah. Ditampungnya tahi kuda dengan kantong dari karet, kerna kudanya sambil berjalan juga berak dijalan. Ketika berbalik arah di ganjalkannya badannya, dituntunnya agar kita yang diatas kuda tetap bisa meracak kuda dengan nyaman. Saya sempatkan berfoto diatas kuda di ke hijauan daun teh ini. Cukup bagus hasilnya. Saya hirup udara segar ini sedalam-_dalamnya. "Tidak kurang 3 jam dalam sehari saya berjalan menuntun kuda di kebun teh ini" ciloteh pak Didin. "Tak jarang dalam gerimispun saya tetap bertugas" kata pak didin sambil menarik retsleiting jeketnya yang nampak kumal. Saya kenang pak Didin dengan kudanya dan dengan segala kegiatan dan keramahannya Telah diarunginya hidup sampai ke usia senja. Disyukurinya tiap rupiah yang diperolehnya. Seulas senyum mengembang dipipinya ketika saya selipkan uang ke sakunya Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an surat AL Adiyaat ayat 1 sp 5 Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, Puncak pas 11 April 2010 Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
