*Eva menulis:*
*Yang kedua, di tengah maraknya "penggadaian" integritas demi
kebanggaan semu pada selembar kertas, dia bergeming dengan prinsipnya*
**
Ambo ingin batanyo ka ahli atau pengamat bahasa Indonesia di palantako soal
kata *bergeming*. Setahu ambo *bergeming* dari kata *geming* yang artinya *
gerak*
*sedikit* (CMIIW). Ambo alun cek KBBI.

Artinya kalimat dinda Eva itu seharusnya "*dia tak bergeming dengan
prinsipnya*"
Banyak ambo menemui salah pemakaian kata bergeming dalam berbagai tulisan.

Mohon ambo diberi pencerahan.
*


*
2010/4/15 eva y. nukman <[email protected]>

> salam,
> anak-anak SMA jo SMP alah salasai ujian akhir.
> sabanta lai heboh lo jo urusan NEM sarato masuak ka jenjang pendidikan
> berikutnya.
> takana dek ambo kejadian ampia sataun lalu. ambo share di siko, semoga
> ado ibrah nan dapek samo-samo wak ambiak.
>
> ========
>
> SEBUAH INTEGRITAS
> http://vayenukman.multiply.com/journal/item/87/1_Sebuah_Integritas
>
> Minggu pagi, terdengar bunyi pintu diketuk. Terheran kudapati seorang
> remaja berdiri di sana dengan raut wajah gundah.  "Bu, maaf. Ibu punya
> waktu sebentar?" ujar gadis itu setelah berucap salam.
>
> Maya (bukan nama sebenarnya) pun bercerita, tentang namanya yang
> terdepak dari daftar nama siswa baru yang akan diterima di SMA negeri
> pilihannya. Angka NEM-nya bukan pas-pasan, rata-ratanya 9,25 lebih.
> Tetapi nilai 9 ternyata tak lagi istimewa, begitu banyaknya siswa lain
> memiliki nilai yang dulu dianggap luar biasa ini. Artinya, ada 234
> calon siswa yang nilai rata-ratanya di atas 9,3 pada satu sekolah itu
> saja! (Tetapi bukan itu yang ingin kubicarakan.)
>
> Maka Maya (dan orangtuanya) terpikir untuk mempertimbangkan SMA swasta
> yang bagus, daripada masuk ke SMA Negeri yang tidak favorit. Itulah
> alasannya mendatangiku, menanyakan sekolah swasta mana yang bagus
> menurutku.
>
> Maya juga menuturkan betapa dia bertahan dari godaan kunci soal yang
> kasak-kusuk dibicarakan (dan disalin) teman-temannya. Aku tahu, kalau
> harus membayar pun, orangtuanya mampu untuk itu. Tetapi tidak, bagi
> Maya nilai yang didapat bukan dari hasil kerja kerasnya sendiri adalah
> suatu kebohongan. "Orangtua mana yang tidak senang kalau anaknya lulus
> dengan nilai tinggi, tetapi saya tidak mau membohongi orangtua saya."
> Dengan getir Maya menambahkan, "Yah, memang ada harga yang harus
> dibayar untuk sebuah kejujuran."
>
> Wow!
>
> Di luar saran-saran yang bisa kuberikan sejauh yang kumampu, di luar
> "ketakjubanku" akan "cerdasnya" anak-anak sekarang sehingga sebaran
> nilai ujiannya tidak mengikuti kaidah statistik normal, aku angkat
> topi untuk anak ini.
>
> Pertama, Maya datang sendiri menemuiku. Dia tidak ditemani
> orangtuanya, tidak pula si orangtua yang datang mewakili anaknya
> sebagaimana yang lazim terjadi. Maya punya keberanian, punya sikap,
> punya kemauan untuk menentukan masa depannya sendiri. Apalagi kalau
> mengingat latar belakang dia tumbuh, aku semakin terkesan.
>
> Yang kedua, di tengah maraknya "penggadaian" integritas demi
> kebanggaan semu pada selembar kertas, dia bergeming dengan prinsipnya.
> Aku percaya masih ada Maya-Maya lain yang teguh mengedepankan
> nilai-nilai yang lebih hakiki. Mungkin saat ini mereka dapat
> tersisihkan oleh orang-orang yang mendewakan nilai angka di atas
> kertas padahal bukan merupakan cerminan pencapaian pribadi, tetapi
> akan ada masanya nanti mereka berjaya karena pada merekalah
> bibit-bibit manusia seutuhnya (insan kamil) itu bersemi.
>
> Saat meninggalkan rumah kami, kegundahan itu sudah menghilang dari
> wajahnya. Kini  sorot matanya memancarkan tekad.[va]
>
> eva y. nukman
> cimahi coret, 6 juli 09
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>
> To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
>



-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang
Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi
sebatang lidi"

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke