> Pak Darwin yth, mohon maaf sy forward tulisan bapak ke > Palanta (dan sy tidak tahu apakah bapak sudah menjadi member > di palanta ini) > >
Tidak ada yang perlu dimaafkan, karena saya tahu hal itu dilakukan dengan niat baik. Bahwa kemudian timbul pertanyaan, kritik, cemeehan bahkan tertawaan bagi saya wajar-wajar saja. Tentang pertanyaan---misalnya bagaimana kelompok yang dilabeli “ingkarussunnah” melaksanakan ibadah-ibadah mahdah, saya tidak dalam kapasitas untuk menjawabnya. Di Surau ada dua orang. Yang satu Wan Kassim sedangkan yang satunya Hendri, anak muda Minang yang santun, dan jauh dari kesan “yang indak cadiek” yang dapat menjawabnya. So, perlu datang ke Surau dan langsung bertanya kepada yang bersangkutan.. Concern saya---seperti tersurat dalam tulisan saya, adalah tentang “labelisasi” yang IMHO sering merupakan awal bencana berkepanjangan di kalangan Umat Islam, seperti bunuh-bunuhan antara kelompok Suni dan Syiah di Pakistan dan Irak. Ada kandungan yang sangat berbahaya pada labelisasi ini, yaitu monopoli tafsir dan kebenaran, yang berujung kepada penghalalan darah dan nyawa, harta benda, bahkan masjid pihak yang berbeda . Malah tahun lalu konflik tersebut nyaris membumihanguskan Masjid Imam Ali di Kuffah yang menurut sebuah artikel yang pernah saya baca, tersimpan Mushaf Al-Quran tulisan tangan Ali bin Abi Thalib r.a., yang menurut riwayat beliau tulis ketika para sahabat lain berbantah-bantahan tentang siapa yang patut menggantikan Nabi sebagai Amirul Mukminin, sebuah warisan sejarah Islam---yang sekaligus menunjukkan otensitas Kitab Suci Umat Islam itu---yang tidak ternilai harganya. Padahal kalau ditarik ke hulu, Tuhan sama, Nabi sama dan kitab suciya juga sama. Perihal kritik, cemeehan dan tertawaan terhadap tulisan tersebut, akan saya terima dengan tangan terbuka, untuk saya jadikan kaca untuk berbenah diri, agar terjauh dari sifat yang selalu merasa diri paling benar. “Ketika kita merasa (paling) 'benar'”, tulis Mia seorang netter di milis Wanita Muslimah,“pada saat itu juga setan yuwaswisu fi sudurin nas” Sebuah pendapat, yang menurut saya yang “yang indak cadiek” ini, sukar dibantah kebenarannya. Ya, apalah awak ini. Wassalam, HDB SBK (67-) > > Salam.. smm > > ________________________________ ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
