Batua nan uda tulih itu Di situasi nan antah barantah kini ko, mediasi, negosiasi atau labiah jauah alternatif penyelesaian sengketa memang jalan nan paliang mungkin. Tingga di pataguah sajo hak adat, mode re-negosiasi urang Minangkabau jo hukum agraria nasional, nyo katokan kalau HGU alah salasai, kumbalikan tanah ka pemangku asanyo. Ibaraik main bola, bia bola tangguang nan di umpan, ba sipak juo, kalau ndak ka cegak 100 %, minimal panyakik mulai baransua.
Mungkin ado rasaki ka Pakan dalam waktu dakek ko da Salam Andiko Baru marapek bendi di Palangkaraya Pada 24 April 2010 16:59, <[email protected]> menulis: > Andiko dan sanak Palanta > > Terima kasih atas berbagi Andiko, dari uraiannya Uda dapat merasakan betapa > berat tantangan kerja Andiko dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat tempatan > yang memang telah beurat berakar mempunyai tanah ulayat , kearifan lokal > serta adat budaya > > Semakin berat tantangan tersebut ketika penegakan dan aparat hukum kita > dalam situasi kusut masai dan carut marut > > Tapi Uda yakin dalam kondisi tersebut Andiko bisa melihat sebuah kebenaran > dan meletakannya secara proporsional > > Menurut Uda dalam kondisi seperti judul tulisan Uda itu, mungkin > penyelesaian yang terbaik bukan lagi melihat "kalah menang" (kalah karena > uang dan kekuasaan menangpun begitu) tapi disini "berbagi" jika memang > pengusaha telah merampas tanah2 ulayat masyarakat tempatan seperti telah > menjadi kebun yang telah berumur tahunan (produktif dan telah untung) > > Berbagi disini tentu secara proporsional sehingga tercapai keseimbangan > antara kedua belah pihak muaranya terciptanya situasi yang kondusif hidup > saling berdampingan antara masyarakat tempatan dengan perusahaan dan semakin > meningkatnya pendapatan serta kesejahteraan masyarakat melalui program2 > CD/CSR baik jangka pendek, menengah dan panjang > > Kalau memaksakan diri masuk pada jalur hukum, wahhh itu akan kembali pada > pertanyaan > > "Seberapa banyak uang anda, sudah sanggup nggak membakar seekor kerbau > sampai matang, kalau sudah mari kita "main" > > Aparat Hukum dengan sudut mata yang nakal hanya melirik serta > membayangkan.."Mereka akan menggelontorkan uang lagi pada kami, beres bos > segala sesuatu kita atur" > > *** > > Makan siang tadi masih setia dengan samba2 buruak, dibuka tuduang diateh > meja lai ado samba sapek binguang ketek2 digoreng jo patai bakulik diirih > serong balado minyak salayang plus tempe diirih tipih ketek2 > > Bisuak kok ka jadi mambuek gulai ayam jo kamumu tu he he he > > Bilo ka Pakan lai ? > > Wass-Jepe > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
