Da Nofrins, KAI itu memang PT, tapi bukan PT Murni, dia itu PT (Pesero).
Pesero itu menurut undang2nya mempunyai dua fungsi, sebagai pelaksana PSO nya pemerintah dan sebagai perusahan pencari revenue (lebih tepatnya revenue, bukan profit/ keuntungan). Dalam menjalankan fungsinya sebagai revenue gatherer, itu hampir miurni kebijakan PT KAI. Jadi tentang Parahayangan vs. Argo itu hiutng2an mereka. Sumber dana mereka dari Penyertaan Pemerintah, yang berasal dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan. Tetapi sebagai pelaksana PSO, kebijakannya dari pemerintah, anggarannya dari Pemerintah melalui APBN setiap tahun. PT KAI tinggal melaksanakan. Untuk yang PSO, kalau ternyata kegiatannya "rugi", maka pemerintah memberikan penggantian dalam bentuk subsidi Nah, kalau pengembangan keterta SUmbar, harusnya kita berharap dari Pemerintah yang nantinya dilaksankanan melalui PSO nya di PT KAI. Memang bentuk badan usaha perkeretaapian kita sekarang ini tidak PN lagi. Sudah lama sekali berubahnya. Dulu DKA, kemudian PNKA, lalu Perjan, lalu Perum, dan terakhir PT (Persero). Tapi sebenarnya, tidak ada masalah kok, dengan bentuk Badan Hukum itu. Karena jelas kok aturan mainnya, kalau yang nyari pendapatan, itu murni operasi PT KAI, tapi bagian pengembangan, atau yang rugi (tapi tetap harus dilaksanakan karena itu merupakakan kewajiban Pemerintah) dilaksanakan olek PT KAI dengan kebijakan dan pembiayaan dari APBN. Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa bentuk badan hukum ini "menghambat". DI mana2 di belahan dunia lain juga begitu kok Riri BEkasi, l, 47 2010/4/29 Y. Napilus <[email protected]> > Waalaikumsalam ww > > Minggu lalu kita Seminar dan Lokakarya MTI (Masyarakat Transportasi > Indonesia) yg dibuka Menhub Numberi di Sahid, di FGD Perkeretaapian kita > juga diskusikan hal ini. Sebetulnya yang lebih besar kerugiannya adalah yang > kelas Argo (yg lebih mahal tiketnya) dari pada kelas Parahyangan ini...:) > > Lalu pertanyaannya kenapa Parahyangan yang ditutup...? Sementara kalau > Jumat sore, Minggu sore apalagi Senin pagi selalu penuh sampai karcis > berdiripun juga dibeli...? > > Ketika sudah memasuki sore, tiba-tiba masuk sms dari Humas KAI Pusat yg > menyampaikan bahwa "atas besarnya permintaan masyarakat, maka untuk weekend > tetap diadakan KA Jkt-Bdg, tetapi digabung dg kelas Argo sehingga namanya > nanti KA Argo Parahyangan...". Tp rasanya ini belum muncul di Koran, > kenapa...? Apa gak jadi...? Bisa berbagai intrepretasi utk ini akhirnya...:) > Di FGD juga kita diskusikan rencana kawan2 itu dan obyektifnya utk naik KA > Parahyangan terakhir kalinya ini... > > Bisnis KA dimanapun, walaupun minim KKN, umumnya hampir tidak ada yg > untung... Tetapi sekali tutup dan dimatikan, entah kapan lagi akan bisa > dihidupkan katanya... Yang jadi tanda tanya bagi kita semua, bahwa KA itu > sudah jelas "public service obligation" nya yang sangat besar, ratio bahan > bakar yg digunakan dg jumlah penumpang dan barang yg diangkut jauh lebih > baik dari mobil, tetapi kenapa kok dirubah jadi PT yg notabene akhirnya > harus menjalani berbagai konsekuensi sbg sebuah PT. Bukan PN alias > perusahaan negara... Apalagi kemaren disampaikan bahwa KA dianggap salah > satu sarana transportasi yg lebih berorientasi utk "green energy"... > > Baa mangko sampai sarupo itu, antahlah. Mungkin sanak IJP bisa bantu kasih > pencerahan sedikit. Bacaan ambo alun seberapa lai...:) Riri biasanya juga > punya data lengkap sbg salah satu sumber kito utk bahan diskusi... Thanks. > > Salam, > Nofrins > > --- On *Thu, 4/29/10, Z Chaniago <[email protected]>* wrote: > > > From: Z Chaniago <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Good Bye KA Parahyangan - Bagaimana dengan KA di > Sumbar..? > To: "rantaunet" <[email protected]> > Date: Thursday, April 29, 2010, 9:27 AM > > > Assalamu'alaikum Ww > > ......ambo tergelitik dengan artikel nan ambo cuplik dibawah iko...., dan > ambo raso relevan jo pikiran ambo tentang KA di Sumbar salamo iko....., > mungkin adidunsanak di MAPKAS bisa mangunyah-ngunyahnyo... > > quote > > Kereta Api Parahyangan "Dimatikan" > OLEH HARYO DAMARDONO > Kereta Api Parahyangan sudah selesai. Tamat riwayatnya pada pekan ini. > Menjelang ajalnya, pencinta kereta ramai-ramai naik dari Bandung ke Jakarta. > Namun, jangan terjebak pada ”romantika” belaka karena sekarang saat terbaik > untuk berefleksi. Ada apa dengan kereta api dan transportasi massal? > Salah satu alasan terkuat penutupan layanan kereta itu adalah KA > Parahyangan merugi. KA Parahyangan merugi Rp 36 miliar per tahun. > Di tengah resistensi terhadap penutupan Parahyangan, Taufik Hidayat dari > Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) justru berani ”melawan arus”. > Menurut Taufik, ”Tutup kalau merugi. Pikirkan juga sisi komersial kereta > api yang harus dijaga untuk keberlangsungan kereta api.” > > end quote > > ....selanjutnya silakan baco di > > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/04/29/08094545/Kereta.Api.Parahyangan.Dimatikan-5 > > Wassalam > > Z Chaniago - Palai Rinuak > > > > -- > Z Chaniago - Palai Rinuak > > Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau . > > Sayangi Danau Maninjau - > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
