Lebah
oleh Aryandi @ http://www.hnsbis.com/content/lebah

Sepertinya halnya nyamuk, lebah juga termasuk jenis serangga bersayap, memiliki 
tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Berbeda halnya dengan nyamuk, yang boleh 
dikatakan “single fighter” dalam hidup dan kehidupannya, lebah umumnya hidup 
berkoloni dan selalu bekerjasama. Boleh saya katakan, lebah hidupnya jauh lebih 
"bermasyarakat", lebih "berjiwa sosial" dari kita manusia.
 
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan seperti dibawah ini.
 
**** Dalam hal mencari makanan, seharusnya kita bisa belajar dari lebah. Apa 
yang dimakan oleh lebah adalah hal-hal terbaik dari sari bunga atau nektar. 
Produk yang dihasilkan lebah ini adalah berupa madu. Itu artinya yang masuk dan 
yang keluar dari tubuh lebah adalah hal-hal yang baik dan bermanfaat.
 
Seharusnya manusia yang diberikan kelebihan dan kesempurnaan oleh Tuhan Yang 
Maha Esa belajar dari lebah dalam berusaha dan mencari nafkah dengan cara yang 
baik dan halal sehingga produknya akan menghasilkan kebaikan hidup dalam rumah 
tangga. Sekecil apapun yang dikorupsi dan diberikan pada anak dan istri di 
rumah, ibaratnya kita sudah memberikan racun bagi mereka. 
 
Negara ini sudah dicap sebagai negaranya para koruptor, syurga bagi para pelaku 
korupsi. Mudah-mudahan ke depan, hal seperti ini bisa berubah, kita jadikan 
negeri ini sebagai NERAKA buat mereka. Banyak sudah contoh kehidupan para 
koruptor yang bisa kita jadikan cermin. Dari yang sedang menjabat saat ini 
hingga yang sudah pensiun pun ketar ketir, takut hartanya akan diselidiki dan 
disidik oleh KPK. Susah bagi mereka mencari ketenangan hidup saat ini. So kalau 
sudah begini apa enaknya ya???
 
Untuk itu hindarilah saat ini segala hal yang berbau korupsi, maling dan sifat 
menghalalkan segala cara dalam menafkahi keluarga. Mudah-mudahan anggota 
keluarga kita bagaikan “madu” seperti halnya yang dihasilkan oleh lebah. 
 
 
**** “Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. 
Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat 
dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka 
melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan 
yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam 
hidup mereka dengan membersihkan sarang.  
 
Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini 
dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam 
kebersihan. Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut 
dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar 
sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk 
merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini 
dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi 
makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran 
madu-serbuk sari.” 
 
Dalam kehidupan di rumah tangga, sudah seharusnya pula kita bisa melatih anak 
dalam bertanggung jawab terhadap tugas sesuai dengan kemampuannya. Anak tidak 
dimanja dengan segala fasilitas. Begitu juga dengan orang tua harus bijak dalam 
menentukan dan mengarahkan tugas dan tanggung jawab anak. Mudah–mudahan dengan 
begini anak-anak kita terlatih untuk mandiri dalam bekerja dan bertanggungjawab 
atas tugasnya hingga dewasa kelak.
 
Bersyukur, bila dalam keluarga ada yang membantu. Namun tugas dan seluruh 
pekerjaan rumah tangga, bukanlah 100% diberikan pada “pembantu” ini. Masing – 
masing anggota keluarga harus punya tanggung jawab dan tugas sesuai 
kemampuannya, dan pembantu pun hanya sekedar membantu, bukan pekerja di rumah 
kita. 
 
Penyiksaan terhadap PRT banyak kita lihat dan dengar, sudah selayaknya hal 
begini kita hentinya. Jika ada yang salah, kita luruskan. Tak ada yang tak bisa 
diluruskan ataupun dibenahi, apalagi jika dilakukan dengan santun dengan tujuan 
yang lebih baik untuk dia dan kita juga nantinya. Perlakukanlah dia sebagai 
anggota keluarga kita juga, karena dia juga manusia seperti kita juga.
 
 
**** “Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi 
mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan 
sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan 
khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada 
pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah 
bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang 
sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara 
penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.” 
 
Apabila kita melihat dan belajar dari lebah ini, saya rasa kasus terakhir di 
batam, di PT Dry Dock kemarin tak perlu terjadi. Hinaan yang dilakukan oleh 
expat hanyalah sebagai pemicu dari berbagai kekecewaan yang dialami para 
pekerja outsourcing ini. Sudah seharusnya pola begini ditinjau ulang oleh 
pemerintah, ataupun oleh perusahaan yang memberlakukan sistem. Lebah saja bisa 
bekerjasama secara teratur dan terencana, apalagi manusia, namun jangan sampai 
hak hidupnya terlantar. Sudah terlantar dihina lagi. Satu gigitan lebah saja 
sudah demikian sakit, apalagi bila satu koloni.
 
Kasus ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Dry Dock saja, masih banyak 
perusahaan lain yang tidak memandang karyawan sebagai mitra strategis. 
Seharusnya karyawan sudah dianggap sebagai asset, sehingga perusahan akan 
mendapatkan loyalitas yang penuh. Begitu juga seharus karyawan, bila sudah 
mendapatkan haknya yang wajar dan sudah mencukupi, kinerja dan dedikasi 
terhadap perusahaan jangan pula sampai padam… Teruslah ditingkat sehingga 
apabila perusahaan maju, kesejahteraan tentu akan ditingkatkan lagi… Beginilah 
seharusnya ada simbiosis mutualisma, saling menguntungkan bagi kedua belah 
pihak dan mudah-mudahan dengan begini kemajuan bangsa lebih cepat kita capai…
 
Sebagai penutup dari tulisan ini, marilah kita nafkahi keluarga dari cara-cara 
yang baik dan halal, sehingga ketenangan, ketentraman dan kasih sayang itu ada 
dalam keluarga kita. Begitu juga dengan hubungan kerja, seharusnya perusahaan 
memandang karyawan sebagai aset sehingga kesejahteraan karyawan menjadi 
perhatian. Begitu juga himbauan pada pemerintah dan pengambil kebijakan di 
negeri ini hentikanlah slogan bahwa UPAH BURUH DI NEGERI INI MURAH. Ini sama 
saja kita menjual kemiskinan dan memiskinkan rakyat sendiri.
 
Demikian semoga ada manfaat..
Literatur tentang lebah selanjutnya bisa dibaca di:
1. http://www.harunyahya.com/indo/artikel/043.htm
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Lebah

 
ARYANDI 



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke