Dunsanak Sadonyo

Iko ambo lewakan dari milis subalah, (PIP = pengendalian internal
pemerintah).

Tanpa kita sadari, ternyata pengamat Internal Control melihat setidaknya ada
2 (dua) aspek yang hebat dari sistem manajemen Rumah Makan awak.

"Kode" di piriang samba (bisa gambar, atau sumbiang di tapi piriang), dan
sistem bagi hasil (artinya juga bagi2 risiko) merupakan bagian dari Internal
Control yang luar biasa.

Ambo bangga juo iko di diskusikan di milis PIP dan juga di milis almamater
ambo STAN, tapi dalam hati ambo sabanayo "miris", karano di satu sisi urang
menganggap ini suatu hal yang positif, tapi pebisnis RMP kita malah
meninggalkan ini

Riri
Bekasi, l, 47







-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Fri, 30 Apr 2010 23:12:25
To: <[email protected]>
Subject: [pp_spip] Sistem Pengendalian Intern adalah budaya kita

Pernahkah Anda makan di rumah makan atau Restoran Chinese atau Restoran
Sunda? Lalu apa yang Anda rasakan manakala Anda mencoba juga makan di RM
Padang atau di Warteg alias Waroeng Tegal. Tentu saja selain taste dan
suasana makan yang berbeda, Anda juga dapat melihat dan menilai dari
sejumlah restoran atau rumah makan tersebut mana yang longgar dan mana yang
sangat ketat mengendalikan kegiatannya.

Aspek pelayanan di RM Chinese dan RM Sunda umumnya menekankan pada pelayan
prima dan cita rasa selera. Oleh karenanya saat menunggu makan  terkadang
terasa menjemukan apalagi jika perasaan lapar tak mau lagi dikompromikan.
Demikian pun pengolahan makan dan minuman didasarkan pada order yang
diterima sehingga jika Anda ingin menambah mak-min maka order tambahan akan
diinfokan dan dikomunikasikan kebagian dapur dan kasir.

Sensasi makan di RM Padang tentu berbeda pula, selain rasanya yg lezat dan
bikin berkeringat, jangan coba-coba untuk menipu dengan mengatakan tidak
memakan atau tidak mengambil lauk yang dihidangkan, sebab unsur aktivitas
pengendalian yang diterapkan untuk mengantisipasi penyimpangan terhadap
pengendalian dan  fraud sudah sangat baik yaitu setiap piring hidangan
masing-masing akan berisi lauk yang berbeda dengan jumlah yg sudah
ditentukan, sehingga ketika acara makan pelanggan berakhir, piring tempat
hidangan secara otomatis memberikan sinyal apakah jumlahnya tetap atau ada
yang berkurang. Demikian pun untuk menanggung suatu dampak penyimpangan dari
pengendalian intern atau suatu fraud, secara umum sudah diantisipasi dengan
penetapan aturan yang juga berlaku umum di setiap RM Padang, yakni dampak
kerugian akan dibebankan kepada pelayan yang menjadi penanggungjawab
 kegiatan atau jika penyimpangan dan fraud tersebut tidak dapat
diidentifikasi dari mana penyebabnya maka dampak kerugian tersebut menjadi
tanggung renteng bersama seluruh karyawan. Walaupun sudah cukup ketat dalam
mengendalikan aktivitas penjualan dan pelayanan kepada pelanggan, ternyata
sistem pengendalian RM Padang tersebut tidak dimaksudkan untuk mencegah
pelanggan yang hanya mampu membayar nasi putihnya saja, seperti dapat
dilihat dalam tayangan iklan "Kalo nggak ada loe gak rame".

Begitu pula ketika Anda mencoba hidangan di Warteg, kesan sangat sederhana
dan egaliter tentu itu merupakan ciri khas warteg. Penjual tidak
mementingkan aspek pelayanan dan cita rasa tapi yang penting makanannya
bervariasi, cepat saji, porsi yang luar biasa, murah, dan full trust kepada
pelanggan.

Jika ditilik dari sudut pelanggan nampaklah bahwa  RM Chinese dan RM Sunda
umumnya membatasi akses  pelanggan terhadap yang dijualnya.  Cara mengelola
risiko ditekankan pada upaya untuk menyediakan hidangan sesuai yang dipesan
pelanggan. Berbeda untuk RM Padang, terhadap pelanggan diberikan akses
langsung  yg cukup untuk memilih mana yang disukainya, namun dengan mitigasi
risiko yang tepat dengan menempatkan jumlah lauk yang sama banyak di setiap
piring hidangan. Sedangkan untuk Warteg ternyata memandang pelanggan dengan
trust yang tinggi, pelanggan tidak dikendalikan secara ketat dan dapat
mengakses semua yang diinginkannya secara langsung.
Dengan demikian, dapat disimpulkan secara umum bahwa manajemen RM Chinese
 dan RM Sunda menganggap lingkungan pengendalian pelanggan kurang baik
sehingga diperlukan mitigasi risikonya agak ketat. Manajemen RM Padang
mempersepsikan lingkungan pengendalian pelanggan pada level setengah dapat
dipercaya sehingga mitigasi risiko juga masih dibutuhkan, sedangkan
manajemen Warteg memandang pelanggan sangat full integrity sehingga tidak
dibutuhkan mitigasi risiko, kalaupun ada sifatnya bukan mandatory.
Pemandangan sangat kontras, jika pada keempat restoran dan rumah makan di
atas untuk pengelolaan risiko, pelangga dikategorikan menjadi pelanggan
kurang dipercaya, setengah dipercaya, dan dapat dipercaya maka pada restoran
siap saji yang datangnya dari negeri Paman Sam memandang semua pelanggan
pada tingkat risiko "Tidak Dipercaya" sehingga yang berlaku  setelah Anda
pesan sebelum di makan harus bayar dulu.

Kalau ditarik ke tataran yang lebih makro menimbulkan pertanyaan dan
keraguan yaitu ketika secara  budaya kita mempersepsikan setiap orang masih
punya integritas mengapa secara bangsa kita seakan-akan menjadi bangsa yang
tidak berintegritas?

Tiada hari tanpa SPIP, mari kita bangun bangsa ini dengan mewujudkan budaya
kepatuhan setiap individu untuk mengikis habis persepsi sebagai bangsa yang
tidak berintegritas. SPIP Bisa....!
Semarang, 1 Mei 2010

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke