Bagus sekali metafor semut disarang laba laba itu. Cuma ada kasus baru
timbul.
Untuk menyelamatkan semut, ada yang dikorbankan. Hak laba laba atas usahanya
terkorbankan. Rejekinya lepas rumahnya rusak,

Aniwei ambo share ka milis lain dan FB yo prof>?

2010/5/3 Arina Widya Murni <[email protected]>

>   Assalamu'alaikum
> benar sekali pak emi..
> dalam ilmu psikosomatik, itulah yang namanya ventilasi....
> mengungkapkan apa yang terasa, apa yang belum terungkapkan, kadang
> tersimpan di sudut hati terdalam, tanpa disadari jadi bumerang, jadi
> penyamak hati dan akhirnya jadi benang kusut, dan jadi bertambah kusut masai
> ketika jalan keluarnya tak juga nampak..
> adapun bagi kita yang menjadi tempat curahan hati, tempat terbukanya
> ventilasi, alangkah bijaknya bila membantu ingatkan kembali, ikatan tali
> yang kuat dengan Ilahi..
> selama mempraktekkan ilmu psikosomatis, ventilasi menjadi sangat penting
> dalam menatalaksana pasien, dan alhamdulillah umumnya berhasil terutama bila
> dikaitkan dengan ajaran agama..
> semoga Allah selalu memudahkan kita dalam membentang benang kusut agar
> terurai kembali....amin
> --- On *Mon, 3/5/10, suheimi ksuheimi <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: suheimi ksuheimi <[email protected]>
>
> Subject: [...@ntau-net] BENANG KUSUT
> To: [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected]
> Date: Monday, 3 May, 2010, 11:11 AM
>
>
>
>
> BENANG KUSUT
>
> Oleh : Dr. H. K. Suheimi
>
>
>
>  Semua manusia mengharapkan hidup ini indah, bahagia, tentram dan damai.
> Namun tak semua memperolehnya, ada saja hal-hal yang membikin ruwet. Banyak
> yang mengalami kemelut dan benang kusut, bisa-bisa kemelut itu bersumber
> dari keluarga dan rumah tangganya, bisa juga berasal dari lingkungan dan
> tetangganya, dapat juga berasal dari tempat dia bekerja. Tapi tidak jarang
> kemelut dan benang kusut itu berasal dan diciptakannya sendiri. Benang kusut
> yang dibikinnya sendiri inilah yang lebih ruwet menyelesaikannya. Orang
> berkata kusut benang cari kepangkalnya, namun dia tak pernah menemuka
> pangkal benang itu, dia berputar-putar,semakin diselesaikannya, benang itu
> justru semakin kusut masai.
>  Suatu hari saya pernah menyaksikan seekor serangga terperangkap oleh
> sarang laba-laba. Semula hanya satu saja benang laba-laba yang menempel
> dibadannya, dia berusaha melepaskan dirinya dengan menggerakan tangan, lalu
> tangan itupun terjerat. Kemudian dia berusaha melepaskan tangan yang
> terjerat itu dengan menggerakan tangan yang lain, tangan yang lain itupun
> terikat. Digerakannya kaki, kaki itupun terperangkap. Setiap dia bergerak
> semakin jauh dia terperangkap, semakin tak bisa dia melepaskan diri.
> Ternyata benang laba-laba yang halus itu, kuat sekali mengikat dirinya.
> Semakin dia terikat semakin dia cemas, sehingga serangga itu melakukan
> gerakan-gerakan yang tak perlu dan tak berguna.
>  Disaat serangga itu sudah tak berdaya dan tak bergerak lagi, datanglah
> laba-laba menghampiri mangsanya, dan waktu laba-laba itu akan menerkam
> mangsanya, pada waktu itulah saya mengulurkan sepotong lidi membebaskan
> serangga itu dari perangkap laba-laba. Dengan lidi saya putus benang-benang
> yang mengikat laba-laba itu, sehingga akhirnya serangga itu bebas dari
> benang kusut, dia terlepas dari cengkraman maut.
>  Apa kata serangga sewaktu dia terlepas dari cengkraman maut? ”untung ada
> lidi katanya, lidi yang membebaskan saya dari cengkraman maut”. Serangga
> tidak salah berkata demikian, karena memang jangkauan pandangan matanya
> terbatas seujung lidi saja, maka dia yakin sekali bahwa yang menolongnya itu
> hanya sepotong lidi yang bergrak-gerak. Pandangannya tidak sampai kepada
> tangan yang menggerakan lidi it, apalagi kepada orang yang menggerakan lidi,
> apalagi, apalagi......... yang lebih tinggi dan lebih jauh.
>  Dalam hidup sering kita menciptakan benang kusut dalam diri sendiri, dan
> sering kita tidak menampak jalan keluar untuk menyelesaikan kemelut dan
> kekusutan itu. Kadang-kadang kita perlu bertanya kepada orang lain yang
> dapat melihat pangkal benang dan dapat membantu menyelesaikannya. Memang
> kata orang tidak ada kusut yang tidak terurai dan tak ada kemelut yang tidak
> selesai. Untuk semua itu perlu saluran untuk menyelesaikannya. Benang yang
> kusut perlu disalurkan agar bisa selesai. Salah satu unuk menyalurkan
> kekusutan itu adalah, mencari teman yang dapat dipercaya yang bisa
> mencurahkan segala perasaan dan persoalan, teman yang bisa mendengar dengan
> baik. Kalau kekusutan dan kemelut sudah tersalur, maka yang tinggal hanya
> sisa-sisa saja yang insya Allah dapat diselesaikan.
>  Jika seseorang berhasil keluar dari benang kusut, janganlah mengira bahwa
> kekusutan itu, dia sendiri yang menyelesaikan, ternyata banyak lidi-lidi
> yang ikit membantu menyelesaikan, tapi jangan dilupakan bahwa yang
> menyelesaikan benang kusut itu dengan tuntas, ada di atas sana. Kepada-Nya
> lah kita ucapkan terima kasih dan kepada-Nya lah kita bersyukur, karena Dia
> telah membukakan jalan dan menolong hamba-Nya.
>  Bagi orang yang sedang ditimpa kekusutan, kemelut dan tidak menapak jalan,
> sehingga dia letih dan lelah. Melalui tulisan ini ingin kita memanggi. Wahai
> orang-orang yang letih, wahai orang-orang yang lelah, kembalilah keoada-Nya,
> akan dibukakan-Nya rahasia besar dan terlindung yang selama ini engkau tidak
> ketahui, sekali-kali Dia tak akan mengecewakanmu.
>  Seperti firman suci-Nya dalam surat Az Zumar ayat 8 ”Dan apabila manusia
> itu ditimpa kemudharatan, dia memohon pertolongan kepada Tuhannya dengan
> kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan ni’mat-Nya kepadanya
> lupalah akan kemudharatan yang pernah dia berdo’a kepada Allah untuk
> menghilangkannya sebelum itu”.
>  Maka selalu disuruh kita hanya menyembah pada Allah semata, dan hanya pada
> Allah saja tempat kita minta pertolongan, seperti firman-Nya dalam surat
> Al-Faatihah ayat 5 :”Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada
> Engkaulah kami mohon pertolongan”.
>
>
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>



-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang
Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi
sebatang lidi"

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke