Ass.WW
Bapak /Ibu Sdr. Sekalian

Sesuai Judul Pahlawan Otak: Mustinya kita punya Prinsip Roda Berputar. Sama 
dengan Bumi yang selalu berputar dan Manusia tidak akan pernah mampu melawan 
Bumi berputar. Seperti itu pulalah kehidupan.
Ibarat roda berputar jangan lah sekali kali berpikir melawan Roda yang sedang 
berputar. Tapi bagaimana kita memanfatkan roda yang sedang berputar.

Sedikit saya mau coba dulu membawa kita semua kealam dan waktu yang pernah kita 
lewatkan nanti kita akan kembali ke pokok persoalan:

Dulu sewaktu 50 Thn yang berlalu di kampung kita. kita menemui banyak sekali 
kincir yang menggunakan tenaga air dengan membendung Sungai untuk mengarahkan 
air menjalankan kincir Tsb.

Kincir dipergunakan sebagai Tempat menumbuk padi.
Kincir juga di pergunakan untuk memindahkan air sungai dari tempat yang rendah 
ketempat yang lebih tinggi untuk mengairi sawah yang tidak mendapat aliran air.
Dua konsep diatas adalah merupakan konsep cara berpikir Nenek moyang kita sudah 
lebih maju.
Berjalan dengan Zaman sekarang apakah kita sudah lebih maju dari mereka...???
Saya bilang jawabnya yaaaa....dan Tidak.... Kenapa ....??? :

Sekarang orang terpaku dengan Energi Listrik, BBM dan Gas Bumibahkan Nuklir.
Dan Akhir2 ini atau sekarang ini kita Ribut dengan masalah rencana kenaikan TDL.

Setelah kita Evaluasi kebelakang, Kenapa kincir2 dikampung kita sudah tidak 
dipakai lagi....???
Pada hal konsep yang dipakai oleh nenek moyang kita dengan sekarang itu sama 
saja. Yaitu memenfaatkan benda berputar.
Kenapa kita tidak menggunakan air di pedesaan kita sebagaimana kincir dapat 
digunakan memutar Dinamo sebagai pembangkit Listrik. Seperti desa2 yang belum 
dialiri listrik ...???

Ini sekilas gambaran saja.
Sekarang mari kita beralih kembali ke Zaman Canggih seperti sekarang.
Apakah kita sudah menggunakan Otak kita untuk mengikuti bumi dan tehnologi yang 
selalu berputar....??????
Atau apakah kita akan Melawannya....????
Kita Khawatir surau tidak lagi berguna. karena semua orang sibuk dengan 
Chating2 di Internet.
Pertanyaan kedua apakah semua kita punya sarana untuk Chating2 di Internet..???

Jawabnya pasti Yaaaa .....dan Tidak..... Karena tidak semua orang punya 
fasilitasnya.
Saya pikir alangkah baiknya kita ikuti saja roda berputar tentu dengan 
memerlukan segala saringan2 yang diperlukan.
Konsep saya. Buat kita2 yang punya pasilitas canggih bisa belajar mengaji 
dirumah dengan membuka CD, belajar ngaji On line belajar Bahasa Ingris On line 
dan belajar apa saja yang yang mau kita manfatkan dan tidak perlu keluar rumah 
ber-hujan2 dan ber-panas2.
Untuk kita2 juga yang punya sarana marilah kita berpikir untuk berbagi dengan 
orang2 yang tidak punya. Sekali gus juga untuk meramaikan Surau....

Bapak2/ Ibu2 yang punya kecukupan...
Bawalah Laptop  atau Komputer Bapak2/Ibu2 lengkap dengan In Fokusnya untuk 
mengajar anak2  dan teman2 kita yang tidak punya sarana ke Surau sebagai sarana 
mengaji yang lebih canggih agar surau dan Mesjit kita tetap punya gaya tarik 
untuk belajar dan mengaji.. Sekaligus merupakan Sumbangan yang sangat berharga 
bagi orang yang punya kelebihan.Tentu jangan lupa pula tetap ada saringan dan 
batas2 nya.

Bagi kita semua yang punya srana tetapi tidak punya waktu untuk datang kesuarau 
atau kemesjid sediakanlah sarana belajar dan mengaji anak2 kita semua pada 
komputer dirumah kita.
Semoga Surau kita.Rumah kita dulu kita belajar dan mengaji denga papan dan 
Kapur tulis dan rantiang bambu. Mungkin sekarang cukup dengan sarana Komputer 
dan dinding surau atau mesjid serta sebuh laser kecil sebagai bahan pemandu.

Jawaban dari semua masalah kita diatas mustikah kita melawan roda dan Bumi yang 
berputar...???
Jawabannya....Tidak........
Mohon maaf untuk kita semua. Ini hanya sebagai wacana bukan maksud saya 
menggurui kita semua.
Semoga bincang2 kita membawa manfaat.

Wass.WW
Darius Nurdin




________________________________
Dari: Anzori <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 4 Mei, 2010 07:16:19
Judul: Re: [...@ntau-net] JK: Pahlawan Otak


Alaikum salam wrwb.
Ketika teknologi massal belum ada pilihan juga tidak banyak, surau menjadi icon 
tempat chatting anak muda, karena tanpa chatting anak muda tidak bisa hiduik. 
Ketika teknologi massal marak anak muda kehilangan waktu, karena waktunya habis 
untuk sekolah, chatting  di internet dan ponsel, nonton tv, nonton bola di 
cafe, main futsal dsb. Bahkan belajar mengajipun sudah diabaikan karena tak ada 
waktu lagi yang tersisa, bahkan buat tidur pun sudah kurang. Apalagi ke surau, 
tinggalah orang tua-tua yang tidak terpengaruh oleh teknologi massal yang 
mengisi surau. Ke depan tidak mungkin dikembalikan lagi, karena zaman sudah 
berubah drastis. Mungkin pendidikan ala pesantren yang masih bisa 
mempertahankan tradisi lama. Tapi belajar di pesantren bukan kebanggaan lagi 
seperti tahun 60-70an. Kemajuan kesejahteraan yang lamban dibanding tuntutan 
perut dan otak membuat anak muda sekarang mengabaikan nilai-nilai religi 
dibanding nilai kebutuhan fisik dan psikis. Mungkin
 otak mereka sudah tidak bisa diatur. kecuali pada usia pertumbuhan 3-15 tahun. 
Mengharapkan pahlawan otak dari Minang seperti dulu, masih bisa lewat karir 
individual, tapi mungkin tidak lewat surau. Tapi berapa banyak sih, pelajar 
Minang yang menang dalam olimpiade science ? Mungkin zaman kebanggaan kita 
sudah berlalu, sekarang milik orang lain sudah.
 

________________________________
 From: ajo duta <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Tue, May 4, 2010 1:14:05 AM
Subject: [...@ntau-net] JK: Pahlawan Otak


Assalaamu'alaikum sanak ambo,
 
Kapatang ambo jo nyonya ikuik diundang untuk makan malam jo sumando awak
Jusuf Kalla nan datang dalam kapasitas sebagai presiden.....ya Presiden PMI.
Dalam acara Q&A nan dipandu Pj. Dubes, ambo dulu batanyo nan minta solusi
soal hilangnya peran surau di Ranah Minang.
 
Sabalun manjaok, beliau menyampaikan keunikan orang Minang, utamanya dalam
menyumbangkan kepada bangsa para pahlawan nasional. Beliau mengajak hadirin
mengamati bahwa kalau daerah lain menjadi pahlawan nasional melalui perjuangan
fisik, seperti Sudirman, Sisingamangaraja, Teuku Umar, Hasanuddin dan lain lain,
maka Minangkabau melahir para pahlawan nasional yang "berperang" dengan otak,
seperti Agus Salim, Hatta, Yamin, Sjahrir, Tan Malaka dll.
 
Dalam hal peranan surau. Beliau memang menyadari itu, karena surau kalah dengan
teknogi. Disaat magrib, anak anak bukannya kesurau, tapi tak beranjak dari depan
teve menyaksikan sinetron. Untuk itu memang diperlukan teladan dan displin dari 
orang
tua. Disamping harus difikirkan metode pendidikan dari sejak kecil.
 
Jaman dulu jangankan teve. Listrikpun tak ada. Satu satunya tempat berkumpul 
anak dan remaja
jaman dulu adalah surau. Maka ramailah surau disamping untuk mengaji juga 
belajar silat.
Maka tak aneh kalau lahir kemudian para ulama.

Baa pandapek sanak.
-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), 
gelar Bagindo, suku Mandahiliang, 
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang Sterling, 
Virginia-USA

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke