Ambo takana saketek2 pelajaran Bahasa waktu sikola dulu. Kurang labiah
katonyo (persisnyo ambo lupo) bahasa itu adalah alat komunikasi yang disusun
berdasarkan simbol2 dan aturan main yang disepakati oleh pihak2 yang
berkomunikasi.

Jadi, manuruik pemahaman ambo, pilihan katan "aden", "ambo", "awak" atau
istilah lainnyo tergantung kesepakatan. Suatu komunitas bisa saja sepakat
menggunakan kato "aden" yang menurut komunitas lain merupakan sebutan yang
"kasar". Ado juga komunitas yang menggunakan sebutan diri yang berbeda jika
berbicara dengan orang yang strata nya berbeda.

Selanjutnya, apabila mereka yang biasa menggunakan kata "aden" dalam
pergaulan sehari2, bertemu dengan pengguna kata "ambo", ya tinggal membuat
kesepakatan saja, apakah mereka bebas menggunakan kata2 "bawaan" masing2,
atau mau membuat kesepekatan terbatas lagi di antara mereka.

Di RN ambo dan banyak dunsanak banyak nan manggunokan sebutan "ambo", tapi
ado juo nan menggunakan istilah "awak", atau menyebut namanya. Tapi ada juga
yang ber "aden".

Kalau di ambo, no hard feeling lah, tentang sebutan itu. Yang penting kita
sama2 tau bahwa yang dimaksud si penulis adalah tentang dirinya.

Apakah kita akan menambahkan satu item lagi di "adat salingka palanta" bahwa
penyebutan diri harus menggunakan kata tertentu, atau tidak boleh
menggunakan kata tertentu?

Ambo raso (tapi itu ambo), ndak usah lah. Tapi kalau dunsanak2 lain
menganggap itu penting, ya silahkan saja. Kalau sudah ado suatu keputusan
beko ambo pasti mematuhinya

Riri
Bekasi, l, 47



010/5/4 Anzori <[email protected]>

> Bagaimana sebutan yang halus, dari yang muda kepada yang tua, yang seumur,
> yang tua kepada yang muda? Barangkali paralu dijalehan di siko.
>
> Suatu hal yang sangat megesankan dek ambo, katiko mintuo mamanggia ambo
> tidak dengan sebutan "namo", "minantu", "ayah si ..." , tapi dengan sebutan
> " Sutan" dek karano gala ambo wakatu nikah adolah " Sutan Alamsyah" . Jadi
> sampai kini manyabuik ambo selalu dengan panggilan " sutan"  suatu pnggilan
> nan paliang ambo haragoi dan nan paliang haluih manuruik ambo dari seorang
> mintuo ka minantu. Baa sarancaknyo manuruik Ustadz?
> Wass wr.wb
>
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke