Sanak Palanta
Dari ketinggian restoran terbuka Hotel Peony, di kejauhan Jembatan Kapuas seperti naga bercahaya. Jembatan ini serangkaian besi yang menghubungkan potongan Pontianak Kota dengan Tanjung Hulu, disanalah pada potongan kedua tanah ini berdiri keraton dan mesjid Sultan Pontianak. Didepannya melintang Sungai Landak yang berjembatan ke potongan ke tiga yang bernama Siantan. Di ketinggian ini pula lampu-lampu jalan Gajah Mada seperti laron-laron yang mengerubungi malam, “layok dan lindok”. Temaram cahayanya tak hendak menyapu muram yang terbawa gerimis sore, ada sedikit angin dingin mendaki, dari lantai ke lantai, sampai kemudian mendinginkan secangkir soup tomyam dan teh brown sugar di meja. Seperti tape recorder, sepasang pemain gitar dan penyanyi, berusaha mengantarkan nuansa syahdu kepada pelintas. Musik yang sama dengan nada dan dentingan yang sama, mengiringi fokal dengan irama yang sama saban malam. Lagu-lagu telah ditentukan hingga buku lagu yang terhampar telah menguning dan lusuh. Keindahan itu akan hadir pada pelintas pertama, tetapi akan seperti menggedor dan mendoktrin bagi pelintas yang telah duduk dibangku dan meja ini berkali-kali. Suasana hampir sebangun dengan camp konsentrasi atau barak militer yang selalu memompakan doktrin yang sama dari menit ke waktu, hingga para tentara yang tersebar mulai dari kamboja, sampai ke Siberia, percaya akan pesannya. Betapa menderitanya pasangan penyanyi dan pemain gitar yang harus menyanyikan lagu yang sama dengan nada dan partitur yang sama saban malam. Jari-jari dan suara seperti hantu berjalan sendiri lepas dari pikiran yang mengembara kemana-mana. Satu keinginan yang selalu terbersit, cepatlah berakhir keindahan semu dan mekanik ini, karena ia menyanyi bukan untuk dirinya, tetapi bagian dari kontrak untuk para pelintas di hotel itu. Mungkin itulah dinding yang memisahkan antara seniman dan buruh lagu. Begitu pula pelintas, datang dengan segenap beban, pada setiap kota, keindahan lewat seperti iklan televisi yang membosankan dan tiba-tiba terjatuh pada kelengangan ditengah hiruk pikuknya keramaian. Tak ada keindahan dan situasi yang paling mendebarkan ketika matahari setiap senja menggulung waktu, hingga hari untuk pulang itu menjelang. Pulang, ya pulang !. Bagi sebagian orang kata pulang kadang membawa beban, sehingga waktu habis dari warung ke kafe atau di persimpangan. Tapi tidak bagi para pelintas, hanya da dua pilihan, pulang atau tidak pulang, tidak ada kata setengah pulang yang secara fisik pulang, tapi jiwa tersesat dalam pengembaraan tak berujung. Pulang pada keindahan adalah impian, impian yang akan terwujud ketika waktu terajut diberanda atau di teras rumah. Terasa cinta mengalir pada secangkir the atau kopi sore, ketika si kecil berlarian mengejar kupu-kupu dan ibunya sibuk menyiram tanaman, antara anyelir dan melati, bunga bakung dan kembang sepatu, lengkap dengan beberapa pokok bonsai yang hampir meranggas. Di titik itu waktu ingin dihentikan, agar tak ada lagi perjalanan, menyisir jalan dan memintas kota demi kota. Di senja itu, ketika matahari jatuh ke teluk di depan rumah, cinta sederhana yang kadang seolah biasa, menjadi permata yang begitu menakjubkan. Pada akhirnya, keluarga adalah energy yang membakar hingga petani mengolah bebatuan menjadi jagung dan pisang, tetapi sekaligus oase, pada dahaga musafir yang tak tertanggungkan. Keluarga adalah anugrah, lagu yang menyanyikan keindahan untuk pelantunnya, bukan untuk orang lain yang menjadi penontonnya. Salam Andiko Sutan Mancayo Dari Ketinggian Hotel Peony Pontianak -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
