Den pacik janji
Ganggam pituah
Tapian usah tinggakan

Lautan sati
Rantau batuah
Makonyo denai tagamang

...


Salam

Hanifah

--- On Fri, 5/7/10, andi ko <[email protected]> wrote:

From: andi ko <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Pulang & Keindahan Keluarga : Catatan Perjalanan Ke  
Pontianak
To: [email protected]
Date: Friday, May 7, 2010, 8:48 PM





Sanak
Palanta

 

Dari
ketinggian restoran terbuka Hotel Peony, di kejauhan Jembatan Kapuas seperti
naga bercahaya. Jembatan ini serangkaian besi yang menghubungkan potongan
Pontianak Kota dengan Tanjung Hulu, disanalah pada potongan kedua tanah ini
berdiri keraton dan  mesjid Sultan
Pontianak. Didepannya melintang Sungai Landak yang berjembatan ke potongan ke
tiga yang bernama Siantan.

 

Di
ketinggian ini pula lampu-lampu jalan Gajah Mada seperti laron-laron yang
mengerubungi malam, “layok dan lindok”. Temaram cahayanya tak hendak menyapu
muram yang terbawa gerimis sore, ada sedikit angin dingin mendaki, dari lantai
ke lantai, sampai kemudian mendinginkan secangkir soup tomyam dan teh brown
sugar di meja.

 

Seperti
tape recorder, sepasang pemain gitar dan penyanyi, berusaha mengantarkan nuansa
syahdu kepada pelintas. Musik yang sama dengan nada dan dentingan yang sama,
mengiringi fokal dengan irama yang sama saban malam. Lagu-lagu telah ditentukan
hingga buku lagu yang terhampar telah menguning dan lusuh. Keindahan itu akan
hadir pada pelintas pertama, tetapi akan seperti menggedor dan mendoktrin bagi
pelintas yang telah duduk dibangku dan meja ini berkali-kali. Suasana hampir
sebangun dengan camp konsentrasi atau barak militer yang selalu memompakan
doktrin yang sama dari menit ke waktu, hingga para tentara yang tersebar mulai
dari kamboja, sampai ke Siberia, percaya akan pesannya.

 

Betapa
menderitanya pasangan penyanyi dan pemain gitar yang harus menyanyikan lagu
yang sama dengan nada dan partitur yang sama saban malam. Jari-jari dan suara
seperti hantu berjalan sendiri lepas dari pikiran yang mengembara kemana-mana.
Satu keinginan yang selalu terbersit, cepatlah berakhir keindahan semu dan
mekanik ini, karena ia menyanyi bukan untuk dirinya, tetapi bagian dari kontrak
untuk para pelintas di hotel itu. Mungkin itulah dinding yang memisahkan antara
seniman dan buruh lagu.

 

Begitu
pula pelintas, datang dengan segenap beban, pada setiap kota, keindahan lewat
seperti iklan televisi yang membosankan dan tiba-tiba terjatuh pada kelengangan
ditengah hiruk pikuknya keramaian. Tak ada keindahan dan situasi yang paling
mendebarkan ketika matahari setiap senja menggulung waktu, hingga hari untuk
pulang itu menjelang.

 

Pulang,
ya pulang !. Bagi sebagian orang kata pulang kadang membawa beban, sehingga
waktu habis dari warung ke kafe atau di persimpangan. Tapi tidak bagi para
pelintas, hanya da dua pilihan, pulang atau tidak pulang, tidak ada kata
setengah pulang yang secara fisik pulang, tapi jiwa tersesat dalam pengembaraan
tak berujung.

 

Pulang
pada keindahan adalah impian, impian yang akan terwujud ketika waktu terajut
diberanda atau di teras rumah. Terasa cinta mengalir pada secangkir the atau
kopi sore, ketika si kecil berlarian mengejar kupu-kupu dan ibunya sibuk
menyiram tanaman, antara anyelir dan melati, bunga bakung dan kembang sepatu,
lengkap dengan beberapa pokok bonsai yang hampir meranggas. Di titik itu waktu
ingin dihentikan, agar tak ada lagi perjalanan, menyisir jalan dan memintas
kota demi kota. Di senja itu, ketika matahari jatuh ke teluk di depan rumah,
cinta sederhana yang kadang seolah biasa, menjadi permata yang begitu
menakjubkan. Pada akhirnya, keluarga adalah energy yang membakar hingga petani
mengolah bebatuan menjadi jagung dan pisang, tetapi sekaligus oase, pada dahaga
musafir yang tak tertanggungkan. Keluarga adalah anugrah, lagu yang menyanyikan 
keindahan untuk pelantunnya, bukan untuk orang lain yang menjadi penontonnya.

 

Salam

 

Andiko
Sutan Mancayo

Dari
Ketinggian Hotel Peony Pontianak

 

 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke